Kemenhub Siap Percepat Pengembangan Jaringan Kereta Api Nasional

Sabtu, 13 Jun 2026, 19:43 WIB

JAKARTA - Kementerian Perhubungan terus mempercepat pembangunan jaringan kereta api nasional guna memperkuat konektivitas wilayah dan mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi. Langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan perkeretaapian sebagai fondasi masyarakat modern dan negara maju.

Pengembangan jaringan perkeretaapian dilakukan untuk meningkatkan mobilitas masyarakat serta memperkuat sistem logistik nasional secara berkelanjutan. Selain itu, upaya tersebut menjadi strategi pemerintah menekan biaya distribusi barang dan mengurangi beban transportasi jalan.

Ket. Foto: Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (kedua dari kiri) — Sumber: Dokumentasi Kementerian Perhubungan

Kemenhub mencatat jumlah penumpang kereta api meningkat 8,8 persen sepanjang periode 2024 hingga 2025. Jumlah pengguna kereta bertambah dari 500,5 juta penumpang pada 2024 menjadi hampir 550 juta penumpang.

Saat ini, jaringan kereta api aktif nasional telah mencapai sekitar 6.927 kilometer di berbagai wilayah. Jaringan tersebut tersebar di Pulau Jawa, Sumatra, Sulawesi, dan Papua sebagai penghubung mobilitas masyarakat.

“Pengembangan jaringan kereta api nasional bukan sekadar pembangunan infrastruktur transportasi, tetapi juga upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui aksesibilitas yang lebih baik, biaya logistik yang lebih efisien, serta peluang ekonomi yang semakin terbuka di berbagai daerah,” ujar Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden, di Istana Merdeka, Kamis (11/6) lalu.

Pemerintah menargetkan pengembangan jaringan perkeretaapian nasional hingga mencapai 10.524 kilometer pada masa mendatang. Pengembangan tersebut mencakup jaringan perkotaan yang menjadi penopang utama mobilitas masyarakat di berbagai daerah.

Fokus pengembangan perkeretaapian akan disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing wilayah di Indonesia. Di Sumatra diarahkan mendukung angkutan barang, sedangkan wilayah lain memperkuat distribusi komoditas unggulan daerah.

Sejumlah proyek strategis yang didorong meliputi Trans Sumatra, kereta logistik Kalimantan, serta Makassar-Parepare. Di Pulau Jawa, pengembangan juga mencakup elektrifikasi jalur, peningkatan kapasitas, dan kereta semi cepat.

Menurut Dudy, penguatan jaringan perkeretaapian akan mendukung pemerataan pembangunan dengan menghubungkan berbagai pusat pertumbuhan ekonomi. Konektivitas tersebut mencakup kawasan industri, pertanian, pelabuhan, bandara, hingga destinasi pariwisata nasional.

“Kami juga mendorong keterlibatan pemerintah daerah, badan usaha, operator, dan seluruh pemangku kepentingan. Sehingga pengembangan perkeretaapian nasional dapat berjalan lebih cepat, berkelanjutan, dan tetap mengedepankan aspek keselamatan sebagai prioritas utama,” kata Dudy.

Dudy optimistis perkeretaapian akan semakin berperan sebagai tulang punggung transportasi massal dan logistik nasional. Jaringan rel yang semakin luas diharapkan meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta daya saing Indonesia. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.