• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Memanfaatkan Keviralan di ...

Memanfaatkan Keviralan di Media Sosial sebagai Tempat Mendaur Keuntungan Jadi Inti Film Berikut

Jumat, 12 Jun 2026, 06:16 WIB

JAKARTA – Viral di media sosial sering membawa keberuntungan, meski kadang juga bisa sebaliknya. Maka, mendorong orang melakukan berbagai hal untuk merekam video konten, seperti yang dibawa oleh tiga sahabat karib yakni Dono, Kasino, dan Indro, dalam film “Warkop DKI: Viralin Dong!”.

Film "Warkop DKI: Viralin Dong!” persembahan produksi Falcon Pictures dan garapan sutradara Herwin Novianto menyuguhkan adegan penuh drama dan kocak, mengikuti perjalanan Dono (Deddy Mahendra Desta), Kasino (Vino G Bastian), dan Indro (Tora Sudiro) dalam mencari peruntungan menjadi konten kreator.

Ket. Foto: mantan personel warkop — Sumber: ist

Berawal dari Dono, Kasino, dan Indro yang dipecat dari pekerjaan, ditambah mereka bertiga yang tinggal bersama itu pun harus membayar kontrakan di tengah kondisi keuangan yang terpuruk.

Keinginan untuk memperbaiki kondisi tersebut, mereka kemudian terinspirasi melihat kesuksesan seseorang yang bisa terkenal dan kaya raya berkat aktivitas di media sosial dan memutuskan menjadi konten kreator. Berbekal dengan menjual sejumlah barang-barang, mereka bertiga pun membeli kamera untuk memproduksi dibuatnya sebuah konten.

Ketiganya lantas membangun kanal media sosial yang diberi nama dari gabungan singkatan Dono, Kasino, Indro, yakni “NDOKASIN” menandai perjalanan menjadi konten kreator pun dimulai.

Berbagai jenis konten yang sedang digemari publik dan dinilai berpotensi viral, mereka bertiga lakukan dari membuat sosial eksperimen dengan membantu orang, mencicipi makanan unik, hingga membuat berbagai aksi prank dengan tingkah kocak mereka mengerjai orang untuk mengundang reaksi penonton.

Namun ternyata dunia konten tak semudah itu, berbagai upaya konten yang dibuat dan diunggah mereka ke media sosial pun tak kunjung viral.

Tidak putus asa, mereka pun kembali menyiapkan strategi konten untuk kanal “NDOKASIN”, hingga Kasino menemukan ide konsep untuk viral dengan membuat konten yang menggabungkan dua hal yang paling disukai penonton, yakni horor dan drama keluarga.

Untuk merealisasikan konsep tersebut, Dono, Kasino, dan Indro pergi ke sebuah desa di pulau terpencil untuk membuat video horor bohongan, di mana Indro akan berperan sebagai anak rantau yang kembali ke kampung halaman dan digentayangi oleh hantu leluhurnya.

Konten yang diharapkan menjadi jalan menuju viral itu ternyata justru membawa konsekuensi yang tidak terduga bagi Dono, Kasino, dan Indro karena dihantui oleh sosok hantu yang membuat ketakutan dibalut tingkah laku konyol dan reaksi spontan mereka menghadirkan banyak momen komedi yang menghibur.

Film “Warkop DKI: Viralin Dong!” menandai proyek produksi Falcon Pictures bersama sutradara Herwin Novianto yang tak hanya menyuguhkan nostalgia, namun juga dibalut dengan penyegaran cerita yang dekat dengan realita saat ini.

Sebagai tontonan yang membawa nuansa nostalgia, film ini memberikan kesan tersebut lewat daya tarik penampilan para pemeran utama, yakni Desta Mahendra, Vino G. Bastian, dan Tora Sudiro yang membawa karakter Dono, Kasino, dan Indro.

Desta yang berperan sebagai Dono, upayanya menangkap esensi karakter itu patut diapresiasi. Cara berbicara pengucapan kata, ekspresi, hingga gerakan tubuh khas Dono memberikan sentuhan terasa seperti dihidupkan kembali.

Detail visual seperti model rambut, bentuk gigi, dan postur semakin terasa begitu kuat lewat penyesuaian penampilan fisik sosok legendaris itu terasa kuat di layar. Bahkan, selama film berlangsung perhatian lebih tertuju pada sosok Dono ketimbang figur Desta yang sebenarnya.

Desta dalam konferensi pers pra-tayang film "Warkop DKI: Viralin Dong!" di Jakarta pada Sabtu (6/6) menyampaikan pandangan bahwa tujuannya membintangi film Warkop DKI adalah untuk ikut membantu melestarikan, bukan menduplikasi.

"Jadi ya versi Pakde Dono yang gua kagumi, yang sangat gua hormatin itu ya keluar dengan versi dari yang gua perankan," ujar Desta.

Sementara Vino sebagai Kasino tampil dengan gaya bicara dan porsi dialog, ceplas-ceplos turut mendominasi, di sisi lain Tora yang memerankan Indro lebih banyak mengisi ruang sebagai penyeimbang dinamika persahabatan itu.

Dari sisi cerita, menghadirkan kombinasi yang cukup segar dengan memperluas cakupan cerita yang biasanya dengan komedi dan petualangan diramu bersama horor, meski alur cerita terkadang terasa membingungkan.

Kelucuan spontan ala Dono, Kasino, dan Indro masih menghiasi banyak adegan, tetapi fokus cerita perlahan diarahkan pada serangkaian kejadian yang memunculkan tanda tanya. Horor di sini bukan sekadar bumbu untuk menciptakan kejutan, melainkan bagian yang menyatu dengan perkembangan cerita.

Tak hanya itu, fenomena realitas masa kini juga turut disuguhkan “Warkop DKI: Viralin Dong!”, bagaimana masyarakat modern rela melakukan berbagai cara dengan membuat tayangan konten demi menyandang viral untuk mendapatkan peluang peruntungan di internet.

“Waktu pertama kali ditawarkan menyutradarai film ini, terus terang saya deg-degan. Soalnya film ini bukan sekedar lucu-lucuan, tapi sebagai bentuk melestarikan Warkop DKI,” tutur sutradara Herwin Novianto.

Film "Warkop DKI: Viralin Dong!" sudah bisa disaksikan di bioskop Indonesia mulai 11 Juni 2026.

  • Dono Warkop

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.