Antonelli Memburu Kemenangan Keenam Beruntun

Jumat, 12 Jun 2026, 06:26 WIB

BARCELONA - Sepuluh tahun setelah Max Verstappen mengejutkan Formula 1 dengan meraih kemenangan di Grand Prix Spanyol 2016, penerus potensialnya di Mercedes, pembalap muda Italia Kimi Antonelli, bersiap memburu sejarah baru. Dalam balapan hari Minggu (14/6), Antonelli mengincar kemenangan keenam secara beruntun, sebuah pencapaian yang hanya mampu dilakukan oleh segelintir legenda F1.

Pembalap berusia 19 tahun itu mencatatkan namanya sebagai pemimpin klasemen termuda sepanjang sejarah Formula 1. Dia menunjukkan ketenangan luar biasa dan kecepatan murni ketika tampil dominan di Monako akhir pekan lalu. Setelah merebut pole position lewat putaran spektakuler, Antonelli kemudian mengendalikan balapan dari lampu start hingga garis finis dengan sempurna.

Ket. Foto: Pembalap Mercedes asal Italia, Kimi Antonelli, bereaksi setelah meraih pole position di akhir sesi kualifikasi di sirkuit jalanan Monaco, menjelang Grand Prix Formula 1 Monaco, pada 6 Juni 2026. — Sumber: Andrej ISAKOVIC / AFP

Jika kembali menang di Sirkuit Catalunya, Antonelli akan menjadi pembalap keenam yang mampu mencatat enam kemenangan berturut-turut. Prestasi itu juga akan membuatnya menyamai total kemenangan karier rekan setimnya sekaligus rival internal Mercedes, George Russell.

Bagi Russell, situasi tersebut menjadi pukulan tambahan ketika berusaha bangkit di tengah musim yang sulit. Ia memiliki mobil dan mesin terbaik di grid, tetapi harus berhadapan dengan seorang talenta muda yang tampil tanpa rasa gentar dan tampak tidak terpengaruh tekanan.

Skenario serupa pernah terjadi satu dekade lalu. Saat itu, Mercedes datang ke Catalunya sebagai tim terkuat, tetapi dua kandidat juara mereka, Lewis Hamilton dan Nico Rosberg, justru bertabrakan di lap pertama. Dia juga gagal melanjutkan balapan. Insiden itu membuka jalan bagi Verstappen yang saat itu baru menjalani debut bersama Red Bull.

Pembalap asal Belanda tersebut, yang kala itu masih berusia 18 tahun, mencetak kemenangan bersejarah pertamanya. Dua mobil Ferrari yang dikendarai juara dunia 2007 Kimi Raikkonen dan juara dunia empat kali Sebastian Vettel finis di posisi kedua dan ketiga.

Kemungkinan kejadian serupa kembali terjadi musim ini juga tidak bisa dikesampingkan. Mercedes sempat mengalami ketegangan internal, termasuk insiden antara para pembalapnya di Kanada. Namun, untuk mengulang kejayaan masa lalu, Red Bull harus terlebih dahulu menemukan kembali performa terbaik setelah masalah mesin yang membuat Verstappen gagal menyelesaikan balapan di Monako.

Verstappen sudah dua kali mencatat enam kemenangan beruntun dalam kariernya. Sedangkan Vettel sekali melakukannya. Legenda Ferrari, Michael Schumacher, bahkan mencapai pencapaian tersebut sebanyak tiga kali. Selain mereka, nama-nama besar seperti Nigel Mansell, Jim Clark, Jack Brabham, Rosberg, dan satu-satunya pembalap Italia Alberto Ascari juga pernah berada dalam daftar istimewa itu.

Hamilton dua kali mampu memenangkan lima balapan beruntun, tetapi belum pernah mencapai kemenangan keenam. Hal itu membuat Antonelli semakin dekat untuk bergabung dengan kelompok elit pembalap Formula 1 yang mampu mendominasi secara beruntun. ben/AFP/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.