Titiek Soeharto Minta Stok Beras di Atas Satu Tahun Dijadikan Pakan Ternak
Kamis, 11 Jun 2026, 05:53 WIBJAKARTA - Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto meminta cadangan beras pemerintah (CBP) yang telah disimpan lebih dari satu tahun dialihkan menjadi pakan ternak guna menjaga kualitas stok pangan sebagai instrumen stabilisasi pasokan dan harga.
"Saya minta supaya (stok CBP) di atas satu tahun, 1,5 tahun, itu sudahlah buat pakan ajalah Pak. Jangan buat bantuan pangan lagi," kata Titiek dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI dengan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman serta jajarannya di Jakarta, Rabu (10/6).
Titiek meminta pemerintah mempercepat perputaran stok beras nasional agar kualitas cadangan tetap terjaga dan tidak menimbulkan persoalan.
Ia mengingatkan Komisi IV DPR RI sejak awal telah meminta agar beras yang disimpan di gudang tidak memiliki usia simpan melebihi enam bulan.
Menurut Titiek, data yang diperolehnya menunjukkan masih terdapat beras dengan usia simpan antara satu tahun hingga 1,5 tahun dalam jumlah yang cukup besar.
Ia menyebut dari total stok beras pemerintah yang mencapai sekitar 5 juta ton, terdapat sekitar 1,3 juta hingga 1,5 juta ton beras berusia lebih tua.
Kondisi tersebut, lanjutnya, perlu mendapat perhatian serius karena berpotensi memengaruhi kualitas beras yang nantinya akan disalurkan kepada masyarakat melalui berbagai program pemerintah.
"Ini saya baru minta nih ke staf bapak juga nih yang jawab, bukan saya ngarang-ngarang. Yang umur satu tahun sampai 1,5 tahun itu cukup tinggi. Ada 1,3 juta (ton). Bapak punya stok 5 juta tapi yang warnanya putih tua itu ada 1,5 juta ton," ujar Titiek.
Titiek juga menyoroti kondisi stok beras di Jawa Timur yang menurut data yang diterimanya menunjukkan sebagian cadangan telah berusia lebih dari satu tahun.
Dari total stok sekitar 1,4 juta ton di Jawa Timur, ia menyebut sekitar 400 ribu ton di antaranya memiliki usia simpan melampaui satu tahun.
Selain Jawa Timur, Titiek mengatakan kondisi serupa juga ditemukan di Jawa Barat sehingga diperlukan langkah percepatan distribusi agar stok lama segera berputar dan tergantikan.
Untuk mencegah terulangnya persoalan serupa, Titiek menyarankan beras yang telah berusia di atas satu hingga satu setengah tahun dialihkan menjadi pakan dan tidak lagi digunakan untuk bantuan pangan.
"Ini tolong diperhatiin Pak supaya perputarannya cepat. Jadi enggak terjadi lagi hal-hal yang tidak diinginkan, jangan kasih sasaran tembak. Jadi tolong diperhatiin lagi stoknya Pak, supaya berputarnya lebih cepat lagi," pinta Titiek.
Menanggapi hal itu, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman menegaskan pihaknya telah meminta Perum Bulog melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas cadangan beras pemerintah yang tersimpan di gudang.
Amran mengaku telah memanggil Direktur Utama Perum Bulog sehari sebelum rapat untuk meminta penjelasan rinci mengenai kondisi stok beras, termasuk potensi kerusakan yang terjadi di sejumlah gudang penyimpanan.
"Kami sudah panggil Dirutnya kemarin dan tadi pagi baru tiba dari China. Saya katakan, Pak Dirut ini pasti ditanya besok. Ini jangan jangan Bapak yang berbuat, masalahnya ke saya. 'Oh siap Pak Menteri'," kata Amran menirukan hasil percakapan dirinya dengan Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani.
Amran menyebutkan hasil laporan Perum Bulog menunjukkan jumlah beras yang mengalami kerusakan mencapai 3.619 ton atau hanya sebagian sangat kecil dari total cadangan beras pemerintah yang saat ini mencapai sekitar 5,3 juta ton.
Selain beras yang rusak, Amran menyebut terdapat sekitar 93.488 ton beras yang memerlukan perhatian khusus. Namun, sebagian besar stok tersebut masih dapat diperbaiki dan diolah kembali agar layak dimanfaatkan.
Ia menjelaskan apabila sebagian dari stok tersebut tidak dapat dipulihkan kualitasnya, beras masih dapat diolah menjadi tepung sehingga tetap memiliki nilai ekonomi dan tidak terbuang percuma.
Amran juga mengakui pihaknya menemukan sejumlah beras dengan kualitas kurang baik saat melakukan kunjungan lapangan ke daerah. Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan meminta Bulog mengganti beras pada hari yang sama agar tidak sampai diterima masyarakat.
Meski demikian, Amran meminta Bulog meningkatkan kewaspadaan dalam pengelolaan stok karena besarnya cadangan beras saat ini merupakan hasil produksi petani dalam negeri.
Menurutnya, keberadaan stok yang melimpah harus diimbangi dengan pengelolaan yang baik agar kualitas tetap terjaga dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
"Tapi kami minta Bulog waspada dari sekarang. Kita sudah setengah mati kerja. Ini alhamdulillah ada yang rusak, karena berasnya ada. Kalau dulu tidak rusak karena berasnya kurang," kata Amran.
- Pakan Ternak
- Titiek Soeharto
- stok beras
- Stok Beras di Atas Satu Tahun
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Polda Jambi Turun Tangan, Penimbun Pangan Siap Ditindak, Harga Dijaga Stabil
-
Bayern Masih Bisa Digoyang Madrid
-
Razia Lintas Jaya, Belasan Kendaraan Terjaring di Jalan Mayjen Sutoyo Jakarta Timur
-
Real Madrid Ambil Keputusan Besar: Gonzalo Garcia Dilepas, Endrick Diproyeksikan Masuk Tim Utama
-
Tiga Posisi Kepala Dinas Kosong, Pemkot Depok Bakal Lelang Jabatan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.