Tak Sekadar Bantuan, Prokesra Produktif Disiapkan Lahirkan 10 Juta Wirausaha
Kamis, 11 Jun 2026, 19:05 WIBJAKARTA â Pemberdayaan ekonomi dan pengembangan usaha merupakan strategi penting untuk menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui peningkatan akses permodalan, pelatihan keterampilan, pemanfaatan teknologi, serta perluasan pasar, pelaku usaha dapat meningkatkan produktivitas dan daya saingnya.
Upaya ini tidak hanya mendorong terciptanya lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi daerah terhadap berbagai guncangan.
Semakin kuat ekosistem usaha, terutama di sektor UMKM, semakin besar pula kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan pemerataan kesejahteraan.
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menargetkan penciptaan 10 juta wirausaha melalui program Pro Kesejahteraan Rakyat (Prokesra) Produktif yang menjadi payung besar berbagai program pemberdayaan ekonomi dan pengembangan usaha di Kementerian UMKM.
Menteri Maman dalam rapat bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta, Kamis (11/6), menjelaskan Prokesra Produktif merupakan bagian dari program Prokesra yang dirancang pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut dia, program Prokesra terbagi menjadi dua kategori, yakni Prokesra Afirmatif dan Prokesra Produktif. Prokesra Afirmatif berfokus pada dukungan pemberdayaan masyarakat yang berada pada kelompok desil 1 hingga desil 4 dan menjadi tugas Kementerian Sosial.
Sementara itu, Prokesra Produktif ditugaskan kepada Kementerian UMKM untuk mendorong masyarakat pada desil 5 hingga desil 10 agar semakin produktif melalui kegiatan usaha dan pekerjaan.
âProkesra Produktif itu adalah untuk men-support atau menghasilkan 10 juta penduduk berusaha dan bekerja. Itu didorong rata-rata di desil 5 sampai desil 10,â ujarnya.
Maman mengatakan, terdapat enam program utama yang menjadi pilar Prokesra Produktif. Program tersebut meliputi integrasi dan standardisasi program pemberdayaan ekonomi, peningkatan kapasitas kewirausahaan dan pendampingan, peningkatan keterampilan kerja, akses modal, akses pasar, kemitraan dan sumber daya produktif, sertifikasi usaha dan produk, serta pembiayaan inovatif.
Ia menuturkan, keenam program tersebut pada dasarnya telah dijalankan Kementerian UMKM, namun kini seluruh program itu disatukan dalam satu narasi dan arah kebijakan yang lebih terintegrasi melalui Prokesra Produktif.
âArtinya keenam ini memang sudah selama beberapa tahun ini dijalankan oleh Kementerian UMKM. Namun sekarang kita bungkus dalam satu narasi besar, satu item tema besar yaitu Prokesra,â kata Maman.
Sebelumnya, Kementerian UMKM mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp1,5 triliun pada 2027 guna memperkuat berbagai program prioritas dan strategis yang ditujukan untuk mendorong pertumbuhan, serta pengembangan UMKM nasional.
Tambahan anggaran Rp1,5 triliun yang diusulkan terdiri atas dua komponen utama, yakni Rp622 miliar untuk program rehabilitasi ekonomi UMKM terdampak bencana di Sumatera, serta sekitar Rp900 miliar untuk mendukung program prioritas dan strategis pemerintah.
- Wirausaha
- UMKM
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kemensos Perkuat Verifikasi Bansos Melalui Teknologi Wajah
-
UMKM Kewalahan Jalani Usaha? Ini Solusi Jitu yang Jarang Dilirik!
-
Siti Fauziah Dorong UMKM Berdaya Saing, Pasar Jadoel Reborn Pabelan Jadi Motor Ekonomi Rakyat
-
Festival Bakcang 2026: Ruang Promosi UMKM Kuliner dan Ekraf, Bagikan 1.000 Buah Gratis!
-
Hanania Travel Diduga Tipu 3.000 Jamaah, Kerugian Tembus Rp95 Miliar
-
Kemendikdasmen Dorong Pelayanan SPMB yang Ramah dan Transparansi
-
Dari Modal Rp5 Juta, Mama Khas Banjar Tumbuh Jadi Pusat Oleh-Oleh Berkat Digitalisasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.