Agresivitas Meksiko Siap Bongkar Pertahanan Rapi Afrika Selatan
Kamis, 11 Jun 2026, 06:38 WIBMEXICO CITY - Piala Dunia 2026 resmi dimulai, Jumat (12/6) dini hari WIB ketika tuan rumah Meksiko menghadapi Afrika Selatan dalam laga pembuka Grup A di Stadion Azteca, Mexico City. Pertandingan ini menjadi awal dari era baru Piala Dunia dengan format 48 tim yang menghadirkan total 104 pertandingan.
Laga ini juga membawa aroma nostalgia. Pertemuan tersebut seperti membalik kembali kisah 2010, ketika kedua negara membuka turnamen di Johannesburg. Saat itu, Afrika Selatan lebih dulu unggul melalui gol ikonik Siphiwe Tshabalala, sebelum kapten Meksiko Rafael Marquez menyamakan kedudukan dalam pertandingan yang berakhir 1-1.
Namun, kali ini situasinya berbeda. Meksiko menjadi tuan rumah yang memiliki sejarah panjang di Piala Dunia. Bahkan sebelum bola bergulir, El Tri sudah mencatat sejarah sebagai negara pertama yang menjadi tuan rumah Piala Dunia putra sebanyak tiga kali. Sebelumnya, Meksiko pernah menjadi tuan rumah pada tahun 1970 dan 1986, dua edisi yang selalu dikenang dalam sejarah sepak bola dunia.
Pelatih Javier Aguirre akan memimpin Meksiko di Piala Dunia ketiganya dalam tiga periode berbeda sebagai pelatih kepala. Ditunjuk sejak 2024, pelatih berusia 67 tahun itu mewarisi tim yang membawa luka dari Piala Dunia Qatar 2022, ketika Meksiko gagal melaju ke fase gugur untuk pertama kalinya sejak 1978.
Dengan peringkat ke-14 dunia versi FIFA, Meksiko tidak perlu menjalani kualifikasi zona CONCACAF karena statusnya sebagai tuan rumah. Setelah meraih gelar Nations League CONCACAF dan Piala Emas CONCACAF pada bulan Juli tahun lalu, performa mereka sempat menurun dengan gagal menang dalam enam laga uji coba terakhir 2025.
Namun, tahun ini El Tri mulai menemukan kembali ritme. Mereka mampu menahan Portugal dan Belgia, dua kekuatan besar Eropa, sebelum mencatat tiga kemenangan beruntun atas Ghana, Australia, dan Serbia. Bahkan Serbia dikalahkan dengan skor telak 5-1 di Toluca pekan lalu.
Meksiko juga memiliki catatan impresif dalam laga pembuka Piala Dunia. Mereka tidak terkalahkan dalam tujuh pertandingan pertama sejak 1994, dengan lima kemenangan dan dua hasil imbang. Dukungan 83 ribu suporter di Azteca diperkirakan akan menjadi energi tambahan bagi tuan rumah. Aguirre menegaskan tim asuhannya tidak boleh terlena dengan status tuan rumah.
âKami tahu pertandingan pertama selalu sangat penting. Bermain di depan pendukung sendiri adalah keuntungan besar, tetapi juga membawa tekanan. Kami harus bermain dengan keberanian dan kecerdasan karena Afrika Selatan adalah tim yang sangat kompetitif,â ujar Aguirre.
Di sisi lain, Afrika Selatan kembali ke panggung Piala Dunia setelah absen selama 16 tahun. Terakhir kali Bafana Bafana tampil adalah pada tahun 2010 ketika mereka menjadi tuan rumah. Mereka gagal lolos pada tiga edisi berikutnya, yakni 2014, 2018, dan 2022. Perjalanan Afrika Selatan menuju turnamen kali ini penuh drama. Mereka memastikan tiket setelah memenangkan babak kualifikasi zona Afrika dengan mengoleksi 18 poin dari 10 pertandingan. Hasil kemenangan 3-0 atas Rwanda dan kekalahan Benin dari Nigeria membuat mereka finis sebagai pemuncak grup.
Sejak ditangani pelatih asal Belgia Hugo Broos pada tahun 2021, Afrika Selatan perlahan membangun kembali kekuatan. Namun, mereka datang ke Piala Dunia dengan catatan kurang meyakinkan. Setelah mencapai babak 16 besar Piala Afrika awal tahun ini, mereka gagal menang dalam empat laga persahabatan terakhir.
Broos bahkan mengaku kecewa setelah hasil imbang 1-1 melawan Jamaika. Sebelumnya, beberapa laporan menyebut Afrika Selatan menang 1-0, tetapi kemudian dikonfirmasi pertandingan berakhir seri. âKami harus menganalisis secara mendalam apa yang sebenarnya salah. Penampilan seperti ini tidak cukup untuk menghadapi tim seperti Meksiko,â ujar Broos.
Pelatih berusia 73 tahun itu sadar laga pembuka melawan tuan rumah adalah ujian berat. âBermain melawan negara tuan rumah pada pertandingan pertama Piala Dunia adalah salah satu tantangan terbesar dalam sepak bola. Tetapi perjalanan kami kembali ke Piala Dunia menunjukkan bahwa tim ini memiliki karakter. Jika kami mampu bertahan dari tekanan awal dan tetap disiplin, kami bisa membuat pertandingan menjadi sulit bagi Meksiko,â ujar Broos.
Kondisi Tim
Dari sisi susunan pemain, Meksiko kemungkinan masih mempertimbangkan posisi penjaga gawang. Guillermo Ochoa berharap mencetak sejarah sebagai pemain pertama yang tampil dalam enam edisi Piala Dunia, tetapi dia harus bersaing dengan Raul Rangel.
Kapten Edson Alvarez diprediksi menjadi pemimpin lini belakang bersama Cesar Montes. Di lini tengah, Aguirre memiliki keputusan besar terkait pemain muda berusia 17 tahun Gilberto Mora, apakah memberinya kesempatan tampil sejak awal atau memilih pengalaman Orbelin Pineda dan Luis Chavez.
Di lini depan, Raul Jimenez hanya membutuhkan satu gol untuk menyamai catatan Jared Borgetti sebagai pencetak gol terbanyak kedua sepanjang masa Meksiko dengan 46 gol. Afrika Selatan kemungkinan mengandalkan trio tengah Teboho Mokoena, Thalente Mbatha, dan Yaya Sithole.
Khuliso Mudau serta Aubrey Modiba akan menjadi sumber serangan dari sisi lapangan. Oswin Appollis, yang mencetak dua gol dan memberikan empat assist dalam kualifikasi, akan menjadi ancaman utama bersama striker Burnley Lyle Foster.
Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi Meksiko untuk membuka era Piala Dunia 48 tim dengan kemenangan di rumah sendiri. Namun, Afrika Selatan datang bukan sekadar sebagai penggembira. Mereka ingin membuktikan bahwa setelah 16 tahun menunggu, Bafana Bafana kembali dengan ambisi besar. ben/AFP/G-1
Perkiraan Formas
Meksiko 4-3-3
Ochoa
Sanchez, Montes, Alvarez, Gallardo
Gutierrez, Fidalgo, Pineda
Alvarado, Jimenez, Quinones
Afrika Selatan 4-3-3
Williams
Mudau, Mbokazi, Okon, Modiba
Mbatha, Sithole, Mokoena
Appollis, Foster, Moremi
- Meksiko
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
KA BIAS Solo-Madiun Kini Jadi Primadona Akses Bandara dan Mobilitas Harian
-
Misa Kamis Putih hingga Jumat Agung Berjalan Super Aman, Toleransi Papua Barat Dipuji
-
Manchester United Tumbang, Carrick Salahkan Keputusan Wasit yang Dinilai Tak Masuk Akal
-
Komisi Pemberantasan Korupsi Tegaskan Penyidikan Korupsi Tetap Berjalan Meski Rita Widyasari Bebas
-
Equinix Perkuat Investasi Tenaga Kerja Global, Cetak Generasi Baru Infrastruktur AI
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.