Siswa SD di Tulungagung Diduga Terpapar Paham Radikalisme Lewat Game Online dan Media Sosial
Selasa, 19 Mei 2026, 02:35 WIBTULUNGAGUNG -Â Unit Pelaksana Teknis Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Tulungagung mengintensifkan pendampingan psikologis terhadap seorang siswa kelas 5 sekolah dasar yang diduga terpapar paham radikalisme.
Kepala UPT Dinas KBPPPA Tulungagung Dwi Yanuarti, Senin, mengatakan kasus tersebut mulai terdeteksi sejak akhir 2025.
Sejak saat itu, pihaknya melakukan pendampingan psikologis secara berkala terhadap anak maupun orang tua siswa guna mencegah paparan yang lebih jauh.
âKami menilai siswa bersangkutan memiliki potensi dan talenta di bidang digital. Tentunya harus diarahkan melalui wadah yang positif,â kata Dwi Yanuarti.
Berdasarkan hasil pemeriksaan psikologis, tidak ditemukan kecenderungan radikalisme yang kuat pada anak tersebut.
Keterlibatan anak dalam grup media sosial yang menyimpang diduga lebih dipengaruhi faktor pencarian jati diri dan kebutuhan validasi pada usia remaja.
Meski demikian, petugas tetap melakukan intervensi sejak dini karena aktivitas dalam grup tersebut diduga menjadi tahap awal proses doktrinasi.
âSistem pendampingan kami lakukan secara berkala untuk mengevaluasi metode pemulihan yang dibutuhkan,â ujarnya.
Selain pendampingan langsung, pihaknya juga membangun komunikasi intensif dengan siswa dan orang tuanya melalui pesan singkat guna memantau perkembangan kondisi psikologis siswa tersebut.
Menurut Dwi, pendekatan yang diterapkan lebih mengedepankan cara humanis dan persuasif dibanding pembatasan secara keras dengan tujuan agar anak tidak merasa tertekan maupun memberontak.
Pendekatan emosional seperti mengajak anak beraktivitas di luar rumah serta membangun komunikasi keluarga dinilai efektif membantu memulihkan rasa percaya diri siswa tersebut.
Saat ini kondisi anak disebut berangsur membaik, lebih terbuka, dan kembali aktif dalam kegiatan belajar.
Anak tersebut juga diketahui memiliki prestasi akademik yang baik serta kemampuan berbahasa Inggris.
âPerubahan perilaku ini menjadi sinyal positif bahwa proses pemulihan berjalan sesuai dengan rencana intervensi psikis yang kami siapkan,â kata Dwi menegaskan.
- tulungagung
- radikalisme anak
- game online
- doktrinasi medsos
- paham radikal
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Siap-Siap Undian 10 Mei, Gebyar Pajak Sumut 2026 Siapkan Rp19 Miliar untuk Warga Taat Pajak
-
Jelang Lebaran, Pelni Jakarta Siapkan Sembilan Kapal Layani Angkutan Mudik
-
Polandia Coba Atasi Australia di Perempat Final United Cup
-
Pemprov Sumbar dan Pertamina Bergerak Cepat Atasi Kelangkaan BBM di Sejumlah SPBU
-
Hemat BBM, WFH Sebaiknya Rabu atau Jumat? Berikut Alasannya
-
Realisasi Anggaran untuk Program Ketahanan Pangan
-
Hampir Separuh Peserta BPJS Tulungagung Nonaktif, Ternyata Gara-gara Ini
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.