BMKG Pantau Ketat Dinamika Atmosfer Harian untuk Optimalkan OMC
Rabu, 10 Jun 2026, 18:34 WIBJAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengintensifkan pemantauan dinamika atmosfer secara berkala mulai dari skala jam-jaman atau harian hingga prediksi 10 hari ke depan (dasarian) sebagai basis utama dalam mengeksekusi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramadhani dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (10/6), mengatakan bahwa pemantauan intensif terhadap kondisi atmosfer yang sedang aktif tersebut dilakukan agar intervensi hujan buatan dapat berjalan secara presisi dan efisien di tengah musim kemarau.
"Kami di Kedeputian Meteorologi memantau terus dinamika atmosfer apa yang sedang aktif, baik dalam skala jam-jaman hingga 10 hari ke depan. Sehingga apa yang dilakukan untuk OMC sangat tepat, efisien, dan tentunya tetap mempertimbangkan wilayah-wilayah mana yang perlu segera dilakukan," kata dia.
Andri menjelaskan bahwa di tengah karakteristik musim kemarau yang minim pertumbuhan awan, data riil atmosfer per jam menjadi sangat krusial bagi tim operator penembak awan di lapangan guna mendeteksi peluang emas kemunculan awan potensial.
Langkah situasional berbasis data meteorologi ini wajib dilakukan agar komando penyemaian garam (NaCl) di langit tidak terbuang sia-sia dan benar-benar menghasilkan guyuran hujan di zona target yang ditentukan.
Adapun sasaran utama dari operasi rekayasa cuaca yang memanfaatkan jendela awan potensial ini difokuskan pada dua agenda strategis nasional, yaitu pengisian volume air di waduk-waduk utama serta pembasahan wilayah lahan gambut yang rawan terbakar.
Penetapan lokasi penerapan OMC juga terus diselaraskan dengan tingkat kerawanan wilayah, khususnya di daerah-daerah sentra pangan yang mulai kekurangan air irigasi maupun enam provinsi prioritas yang masuk dalam peta siaga bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Jambi, termasuk salah satu dari enam provinsi prioritas mitigasi karhutla karena memiliki luasan kawasan hutan-mineral gambut yang kritis - berisiko terbakar saat kering, dan saat ini juga sedang melangsungkan operasi modifikasi cuaca.
Pelaksanaan OMC di Jambi ini dijadwalkan berlangsung pada 5 hingga 12 Juni 2026, menyusul penetapan status siaga darurat karhutla oleh Pemerintah Provinsi Jambi yang berlaku mulai 27 April hingga akhir November 2026.
Operasi udara yang berpusat di Bandara Sultan Thaha Jambi ini melibatkan kolaborasi erat antara BMKG, BNPB, serta TNI Angkatan Udara. Dalam beberapa hari pertama operasi, tim mitigasi udara telah melakukan penyemaian masing-masing satu sorti bahan baku garam di atas wilayah-wilayah rawan seperti Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, dan Muaro Jambi. Upaya penyemaian awan tersebut dilaporkan berhasil menurunkan hujan secara lokal di sejumlah titik rawan tersebut.
"Jadi untuk OMC, BMKG melakukan secara situasional. Artinya menyesuaikan dengan kondisi dinamika atmosfer terkini," kata Andri. Ant
- Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
BPBD: Modifikasi Cuaca Bukan untuk Hentikan Hujan di Wilayah Jakarta
-
15 Ton Garam Tambahan untuk Operasi Modifikasi Cuaca di Wilayah Riau
-
Modifikasi Cuaca untuk Mencegah Cuaca Esktrem Kembali Dilakukan BPBD DKI
-
Hari Ini, SIM Keliling Layani Warga di Empat Wilayah Jakarta
-
Amanda Seyfried Isi Suara Cinderella dalam Film Animasi Netflix “Steps”
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.