Bekasi Dorong Perempuan Lebih Aktif dan Melek Politik
Rabu, 10 Jun 2026, 20:25 WIBKabupaten Bekasi - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat berikan pemahaman bagi kaum perempuan agar lebih 'melek' dalam berpolitik melalui kegiatan edukasi menyasar kalangan komunitas perempuan di daerah itu.
Plt. Kepala Bakesbangpol Kabupaten Bekasi Asep Buchori mengatakan politik bukanlah ruang yang hanya diperuntukkan bagi laki-laki. Kaum perempuan memiliki hak yang sama untuk memahami, terlibat serta mengambil peran dalam proses politik dan pembangunan daerah.
"Politik bukan barang mewah dan bukan hanya milik laki-laki. Perempuan juga berhak mengetahui, memahami dan mengisi ruang-ruang politik, termasuk di lembaga legislatif maupun pemerintahan," ujarnya di depan puluhan Muslimat NU Kabupaten Bekasi, Rabu (10/6).
Dia menjelaskan tingkat partisipasi politik perempuan di Kabupaten Bekasi sebenarnya cukup tinggi. Mengacu data pemilu, partisipasi pemilih perempuan bahkan mencapai lebih dari 82 persen, melampaui partisipasi pemilih laki-laki.
Namun tinggi partisipasi tersebut belum berbanding lurus dengan keterwakilan perempuan di sejumlah lembaga politik maupun pemerintahan tingkat desa hingga daerah.
"Saat ini keterwakilan perempuan di DPRD masih relatif kecil. Begitu juga kepala desa perempuan yang jumlahnya masih sekitar 10 orang. Padahal regulasi mendorong adanya keterwakilan perempuan hingga 30 persen," katanya.
Pihaknya terus melakukan berbagai langkah edukatif untuk meningkatkan keterlibatan perempuan dalam politik. Salah satunya melalui pendidikan politik bagi perempuan dan ibu rumah tangga agar semakin melek politik, cerdas dalam memilih sekaligus berani untuk dipilih.
"Kami ingin perempuan tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga berani menjadi calon pemimpin. Banyak yang mau memilih, tetapi belum percaya diri untuk dipilih. Ini yang terus kami dorong melalui pendidikan politik," ujarnya.
Menurut ia dari sisi kualitas sumber daya manusia, perempuan Kabupaten Bekasi memiliki potensi yang sangat besar bahkan tidak kalah dengan laki-laki. Dengan tinggi partisipasi perempuan dalam pemilu, peluang menjadi anggota legislatif maupun pemimpin tingkat desa sangat terbuka.
Dirinya menilai salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah bagaimana partai politik memberikan ruang yang lebih besar bagi kader perempuan untuk maju dan bersaing secara sehat dalam setiap kontestasi politik.
"Partai politik memiliki peran penting dalam menempatkan perempuan sesuai amanat keterwakilan 30 persen. Dengan begitu, suara dan aspirasi perempuan dapat benar-benar terwakili di lembaga legislatif," katanya.
Asep juga menyoroti kedekatan perempuan dengan masyarakat yang dinilai menjadi modal sosial penting dalam pembangunan. Melalui berbagai organisasi perempuan, majelis taklim maupun komunitas sosial lain, perempuan dinilai memiliki kemampuan membangun komunikasi dan jejaring yang kuat.
"Perempuan lebih dekat dengan masyarakat, lebih kompak dan lebih mudah diajak berdiskusi untuk membangun lingkungan maupun daerahnya. Karena itu perempuan harus berada di garda depan dalam pembangunan Kabupaten Bekasi," katanya.
Bakesbangpol Kabupaten Bekasi berencana memperkuat jejaring antar organisasi perempuan dan mendorong lahir program sekolah politik perempuan sebagai wadah peningkatan kapasitas kepemimpinan sekaligus tindak lanjut dari kegiatan ini.
"Politik adalah kerja kolektif. Karena itu kami mengumpulkan organisasi-organisasi perempuan untuk membangun jejaring, menyusun rencana bersama bahkan ke depan mendorong adanya sekolah politik perempuan dengan dukungan pemerintah daerah. Harapannya perempuan Kabupaten Bekasi semakin maju dan semakin banyak yang tampil sebagai pemimpin," kata dia.
- edukasi perempuan
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.