Gempa vulkanik Dangkal Gunung Awu Mengalami Penurunan Frekuensi Kegempaan
Selasa, 09 Jun 2026, 23:18 WIBManado - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merekam terjadinya penurunan frekuensi kegempaan gempa vulkanik dangkal Gunung Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara pada periode evaluasi tanggal 23-31 Mei 2026.
"Kondisi Gempa Vulkanik Dangkal saat ini mengalami penurunan dibanding periode sebelumnya dengan rata rata kejadian berkurang dari 41 kejadian per hari menjadi 13 kejadian per hari," kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria dalam laporan evaluasi yang diterima ANTARA di Manado, Selasa.
Dari laporan disebutkan, pada pengamatan instrumental terekam sebanyak 119 kali gempa vulkanik dangkal (VB) dengan rata rata 13 kejadian per hari, 31 kali gempa vulkanik dalam (VA), enam kali gempa tektonik lokal (TL), satu kali gempa terasa dengan skala I MMI, dan 164 kali gempa tektonik jauh (TJ).
Gempa vulkanik dangkal pada periode ini mengalami penurunan, sementara. Rentetan gempa vulkanik dangkal dan vulkanik dalam (Spasmodic Burst) tidak terekam kembali.
Peningkatan terjadi pada gempa vulkanik dalam yang menunjukkan terjadinya suplai baru dari kedalaman sehingga masih perlu diwaspadai pengaruhnya dalam waktu beberapa hari ke depan.
Peningkatan kegempaan secara tiba tiba (swarm gempa vulkanik) maupun peningkatan Gempa Low Freguency perlu diwaspadai dalam beberapa hari ke depan terutama dengan masih tingginya aktivitas tektonik regional di sekitar Sulawesi Utara dan Maluku.
Potensi bahaya Gunung Awu yang mungkin terjadi berupa erupsi magmatik eksplosif yang menghasilkan lontaran material pijar dan/atau aliran piroklastik.
erupsi magmatik efusif yang menghasilkan aliran lava, maupun erupsi freatik yang didominasi uap, gas gunung api maupun material erupsi sebelumnya.
Potensi pembongkaran kubah lava dapat terjadi jika tekanan di dalam sistem magmatik mengalami peningkatan signifikan.
Potensi bahaya lain berupa hembusan gas vulkanik yang dapat membahayakan jiwa apabila konsentrasi yang terhirup melebihi nilai ambang batas aman.
Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh hingga 31 Mei 2026, tingkat aktivitas Gunung Awu masih pada Level III (Siaga) dengan rekomendasi yang disesuaikan dengan potensi ancaman bahaya terkini.
Masyarakat dan pengunjung/wisatawan diharapkan tidak memasuki dan tidak beraktivitas di dalam wilayah radius empat kilometer dari pusat kawah Gunung Awu.
Masyarakat diajak mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan oleh Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, serta tidak terpancing oleh berita berita yang tidak benar dan tidak bertanggungjawab mengenai aktivitas Gunung Awu.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Gunung Awu di Sulut Berpotensi Erupsi Eksplosif, Masyarakat Diminta Waspada
-
Gempa Vulkanik Gunung Awu Naik 16 Kejadian Per Hari
-
Pelajar di Kabupaten Jepara Diminta Cerdas Membaca Algoritma Medsos
-
Meriahnya Tradisi Lebaran Kukusan di Depok
-
Awal Tahun Berat, Defisit APBN Tembus Rp54 Triliun
-
Bakamla RI Gelar Halal Bihalal dan Pembinaan Rapala di Batam
-
Pemkot Pariaman Tampilkan Atraksi Budaya Tradisional Saat Lebaran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.