Ebola 'Sapu' Wilayah Kongo dan Uganda, Korban Jiwa Terus Bertambah

Selasa, 09 Jun 2026, 18:38 WIB

JENEWA - Wabah Ebola di Republik Demokratik (RD) Kongo menyebar dengan cepat, ditandai dengan meningkatnya jumlah kasus, penyebaran geografis yang kian meluas, serta penularan lintas perbatasan ke Uganda, demikian disampaikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Senin (8/6).

Dalam informasi terbarunya, WHO saat ini menilai risiko wabah tersebut sangat tinggi untuk RD Kongo, tinggi untuk Uganda dan negara-negara tetangga yang berbatasan darat dengan wilayah-wilayah terdampak, serta rendah untuk wilayah Afrika lainnya dan dunia.

Hingga Minggu (7/6), RD Kongo telah melaporkan 515 kasus terkonfirmasi, termasuk 91 kematian. Sementara itu, Uganda telah melaporkan 19 kasus terkonfirmasi, termasuk dua kematian dan satu kasus kematian yang diduga kuat terkait dengan Ebola (probable fatal case).

Semua kasus di Uganda masih memiliki keterkaitan secara epidemiologis dengan wabah yang terjadi di RD Kongo, dengan bukti adanya infeksi impor serta penularan sekunder (secondary transmission) di antara kontak dan tenaga kesehatan.

Ket. Foto: — Sumber: AFP/Getty Images

Otoritas-otoritas nasional, yang bekerja sama dengan WHO dan para mitra, sedang menerapkan serangkaian langkah tanggap darurat.

Pada 5 Juni, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Afrika CDC) Afrika dan WHO meluncurkan rencana kesiapsiagaan dan tanggap darurat Ebola bersama tingkat benua, dengan target pendanaan sebesar 518 juta dolar AS untuk mendukung negara-negara Afrika dalam mempersiapkan diri, mendeteksi, dan menanggapi wabah tersebut.

Wabah ini melibatkan penyakit virus Bundibugyo (Bundibugyo virus disease/BVD), suatu bentuk penyakit Ebola yang parah dan sering kali fatal.

Virus tersebut diyakini berasal dari kelelawar pemakan buah dan dapat menyebar melalui kontak dekat dengan darah atau sekresi hewan yang terinfeksi maupun cairan tubuh orang yang terinfeksi.

Masa inkubasi BVD berkisar antara dua hingga 21 hari, dan individu yang terinfeksi tidak menularkan penyakit tersebut hingga gejala muncul. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.