Tak Bisa Sembunyi Lagi: 'AI' Buatan Australia Mampu Endus Penyelundupan Satwa Laut

Senin, 08 Jun 2026, 21:39 WIB

SYDNEY - Para peneliti di Australia telah mengembangkan sistem kecerdasan buatan (AI) yang mampu mendeteksi produk satwa liar laut selundupan, termasuk sirip hiu, kuda laut kering, dan teripang, dalam pemindaian bagasi bandara.

Penelitian ini menggunakan pemindai CT sinar-X tiga dimensi (3D) bandara yang sudah ada dan model jaringan saraf untuk mengidentifikasi barang selundupan yang disembunyikan dalam bagasi dengan akurasi 92 persen, menurut siaran pers dari jurnal Frontiers in Ocean Sustainability, yang menerbitkan penelitian tersebut pada Senin (8/6).

Ket. Foto: Kuda laut — Sumber: Istimewa

Perdagangan ilegal satwa liar laut, yang diperkirakan menghasilkan miliaran dolar setiap tahunnya, merupakan ancaman besar bagi ekosistem laut. Berbeda dengan kejahatan perdagangan satwa liar yang lebih dikenal luas, seperti perdagangan gading atau cula badak, perdagangan ilegal spesies laut lebih sulit dideteksi karena barang-barang tersebut sering disembunyikan di dalam bagasi atau paket milik penumpang umum, ungkap siaran pers.

Untuk melatih algoritma tersebut, tim yang dipimpin para ilmuwan dari Universitas Macquarie Australia melakukan hampir 300 pemindaian menggunakan sampel sitaan kasus perdagangan ilegal satwa liar laut, menyimulasikan berbagai modus yang biasa digunakan penyelundup serta kondisi nyata di lapangan, seperti membungkus barang dengan aluminium foil atau pakaian, maupun menyembunyikannya di dalam mainan.

Sistem tersebut mampu mencapai tingkat deteksi sebesar 95 persen untuk sirip hiu, 96 persen untuk kuda laut, dan 86 persen untuk teripang, kata para peneliti.

Mereka mengatakan teknologi tersebut dapat mendukung upaya penegakan hukum di perbatasan, namun menegaskan bahwa teknologi itu dirancang untuk melengkapi, bukan menggantikan, metode deteksi yang sudah ada. Para peneliti juga menyebut sejumlah keterbatasan, termasuk kemungkinan munculnya positif palsu (false positive) serta belum meratanya akses terhadap pemindai 3D canggih.

"Kami hanya dapat menyimulasikan skenario penyelundupan di dunia nyata berdasarkan kasus-kasus yang telah terdeteksi sebelumnya. AI bukanlah solusi ajaib untuk deteksi, dan juga bukan pengganti bagi metode deteksi manusia dan anjing pelacak," kata Vanessa Pirotta dari Universitas Macquarie, penulis utama penelitian tersebut. Ant

  • satwa laut
  • kuda laut

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

Berita Terbaru

Gawat Gempa NTT Picu Ancaman Baru! Badan Geologi Ingatkan Bahaya Turutan Likuefaksi

Terobosan Baru Pemkab Bangka Tengah, UMKM Dipermudah Dapat Modal Usaha

Kabar Baik untuk Seniman Kepri! Kemenkum Dampingi Pencatatan Hak Cipta Karya Lagu dan Lukis

Jangan Diabaikan Catatan Sejarah Ini! Sesar Flores Beberapa Kali Hasilkan Gempa Dahsyat

Terobosan Baru! Pemkab Probolinggo dan IPB Berkolaborasi Wujudkan Pesantren Mandiri Pangan

Wisatawan Jangan Panik, Pemerintah Pastikan Labuan Bajo Aman Pascagempa

The Brink of War: Teror Psikologis Menjelang Kiamat Nuklir Dunia

Darurat Pascagempa Flores! Evakuasi Warga Dipercepat demi Keselamatan

Penanganan Gempa NTT Dikebut! Pemerintah Pastikan Respons Bencana Terkoordinasi

Semoga Tidak Ada Jatuh Korban, Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Parigi Moutong

Review dan Easter Eggs Trailer Avengers: Doomsday Special Look D23, Doctor Doom Bersekutu dengan Sentinel Jadi Ancaman Dunia

Aksi 'Mapalus' untuk Mencegah Stunting dan Meningkatkan SDM

Memeriahkan HUT RI dengan Lomba Bersama Warga Binaan Lapas Gorontalo

56 Tim ikut Meramaikan Kompetisi Basket 3X3 Hut RI di Bandara Sultan Hasanuddin

Menyambut HUT RI dengan Kerja Bakti Membersihkan Rumah Ibadah

Karnaval Budaya untuk Memperingati HUT RI di Distrik Kurik

Memanfaatkan Mobil Water Canon untuk Menyalurkan Air Bersih untuk Warga yang Terdampak kekeringan

Program BIAS Dapat Memperkuat Kekebalan Tubuh Anak

Persebaya Menang Tipis 1-0 atas Penang FC di Stadion Gelora Bung Tomo

Daftar 13 Atlet Panjat Tebing yang Akan Tampil di Asia Youth Championship di China

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.