Bank BTN Perkuat Kualitas Kredit Melalui Sistem Loan Factory
Senin, 08 Jun 2026, 20:05 WIBJAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN terus memperkuat kualitas kredit dan manajemen risiko melalui transformasi proses bisnis, digitalisasi layanan kredit, serta pengelolaan portofolio yang lebih terintegrasi. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga pertumbuhan pembiayaan tetap sehat di tengah tantangan industri perbankan yang masih menghadapi tekanan daya beli masyarakat dan tingginya tingkat suku bunga dalam beberapa tahun terakhir.
Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil positif pada kuartal I 2026. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) BTN tercatat turun menjadi sekitar 3,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di kisaran 3,3 persen.
Perbaikan juga terjadi pada segmen utama pembiayaan perumahan. Rasio NPL Kredit Pemilikan Rumah (KPR) BTN membaik menjadi sekitar 2,8 persen pada kuartal I 2026 dari sekitar 3,0 persen pada kuartal I 2025 sehingga memperkuat kualitas aset perseroan.
Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, mengatakan perbaikan kualitas kredit merupakan hasil dari berbagai program transformasi yang telah dijalankan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir. Inisiatif tersebut mencakup penguatan proses underwriting, peningkatan kualitas verifikasi, pemanfaatan data analytics, digitalisasi proses kredit, hingga penguatan pengelolaan portofolio pascapencairan pembiayaan.
âBTN tidak hanya berfokus pada pertumbuhan kredit, tetapi juga memastikan kualitas pertumbuhan tersebut tetap terjaga secara optimal.â Ia menegaskan perseroan terus memperkuat proses bisnis dari hulu hingga hilir agar pertumbuhan kredit berlangsung lebih sehat, aman, dan berkelanjutan.
Salah satu program utama yang dijalankan BTN adalah implementasi Loan Factory, yakni pusat pemrosesan kredit terintegrasi yang mengonsolidasikan proses kredit konsumer secara nasional. Sistem tersebut memanfaatkan teknologi digital, decision engine, data analytics, dan workflow automation untuk meningkatkan kualitas analisis kredit sekaligus mempercepat pengambilan keputusan.
Transformasi Loan Factory juga dinilai memberikan dampak positif terhadap efisiensi operasional perusahaan. Waktu pemrosesan kredit yang sebelumnya membutuhkan sekitar 10 hingga 14 hari kini dapat diselesaikan dalam rentang empat sampai tujuh hari, sementara tingkat straight-through processing meningkat menuju 70 persen dan tingkat rework ditekan hingga di bawah 15 persen.
Selain memperkuat kualitas kredit baru, BTN juga menerapkan pendekatan Cluster Collection dalam pengelolaan portofolio pembiayaan. Melalui strategi berbasis segmentasi risiko dan karakteristik debitur tersebut, perseroan optimistis dapat terus menekan rasio NPL, termasuk menjaga NPL KPR berada di bawah 2,5 persen pada akhir 2026 melalui optimalisasi early warning system dan penguatan strategi penagihan berbasis risiko.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Polda Papua Siapkan Gudang Tampung Beras SPHP di Sembilan Polres
-
Satgas Yonif 511/DY 'Sulap' Gereja dan Rumah Warga Ninabua Jadi Terang Benderang
-
Sabalenka Tumbangkan Gauff di Final Miami Open, Sempurnakan ‘Sunshine Double’
-
Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus Lagi, Warga Diminta Tenang dan Ikuti Arahan Pemerintah
-
Efek MotoGP Indonesia Tembus Triliunan, Ekonomi Daerah Tancap Gas!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.