Khofifah Salurkan Rp32,16 Miliar Bansos di Ngawi, Ini Sasarannya

Minggu, 07 Jun 2026, 13:15 WIB

Ngawi - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyalurkan berbagai bantuan sosial, tali asih pilar sosial, dan pemberdayaan desa senilai Rp32,16 miliar, kepada warga sasaran Kabupaten Ngawi sebagai upaya memperkuat perlindungan sosial sekaligus bantalan ekonomi masyarakat rentan.

Bantuan tersebut menyasar kelompok rentan, keluarga prasejahtera, penyandang disabilitas, pekerja rentan, hingga penguatan ekonomi desa.

Ket. Foto: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Ngawi Ony Anwar dan jajaran Pemprov Jatim menyalurkan bantuan sosial untuk warga Kabupaten Ngawi. — Sumber: Antara

"Secara khusus, kegiatan yang kita laksanakan di Kabupaten Ngawi merupakan bagian dari ikhtiar Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk membangun penguatan daya beli masyarakat, memperkuat perlindungan sosial, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Khofifah dalam Sapa Bansos dan Taliasih di Pendopo Kabupaten Ngawi, seperti keterangan diterima di Ngawi, Minggu (7/6).

Menurutnya, berbagai program bantuan yang disalurkan tidak hanya bertujuan membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan agar masyarakat semakin mandiri dan produktif.

Pada kesempatan tersebut,  Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur menyalurkan total bantuan sebesar Rp6,107 miliar untuk bantuan sosial Program Keluarga Harapan Plus (PKH Plus) kepada 2.024 keluarga masing-masing sebesar Rp2 juta per tahun.

Kemudian BLT DBHCHT buruh pabrik rokok kepada 474 penerima masing-masing sebesar Rp1 juta per tahun, Bantuan Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) kepada 230 penerima masing-masing sebesar Rp3,6 juta per tahun, bantuan KIP PUTRI JAWARA kepada 100 penerima sebesar Rp3 juta per tahun.

Bantuan KIP PPKS JAWARA kepada tiga penerima sebesar Rp3 juta per tahun, BOP dan tali asih kepada 174 pilar sosial yang terdiri dari Pendamping Disabilitas, TKSK dan Tagana sebesar Rp334,4 juta, dan Bansos Permakanan LKS PD kepada 25 penerima sebesar Rp114,375 juta.

Selanjutnya, BUMD Provinsi Jawa Timur menyalurkan zakat produktif kepada 50 penerima manfaat untuk menebalkan modal usaha sekaligus menghindari rente masing-masing Rp500 ribu.

Tidak hanya itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Jawa Timur juga menyalurkan bantuan sosial senilai Rp845,9 juta dengan rincian Bantuan Badan Usaha Milik Desa (BUMDESA) senilai Rp100 juta kepada tiga desa penerima.

Kemudian bantuan Desa Berdaya kepada dua desa penerima masing-masing senilai Rp100 juta. Bantuan Jatim Puspa juga diberikan kepada tiga desa penerima sebesar Rp300,9 juta, serta Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk kab/kota diberikan senilai Rp45 juta.

Kemudian Bantuan Keuangan (BK) desa senilai Rp25,184 miliar dengan rincian BK Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa kepada empat desa penerima senilai Rp275 juta, BK Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya kepada 62 desa penerima sebesar Rp 15,082 miliar.

BK Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga kepada delapan desa penerima sebesar Rp4,155 miliar, BK Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kepada satu desa penerima sebesar Rp200 juta, BK Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kepada 25 desa sebesar Rp4,647 miliar.

Gubernur Khofifah berharap seluruh bantuan yang disalurkan dapat dimanfaatkan secara optimal sesuai peruntukannya sehingga mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyampaikan apresiasi atas perhatian dan komitmen Gubernur Khofifah. Ia menyatakan berbagai program yang dihadirkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung percepatan pembangunan di daerah.

  • Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.