Ghost in the Cell Laku di 148 Negara, Wagub Rano Karno Siapkan Jakarta Film Commission

Minggu, 07 Jun 2026, 21:00 WIB

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menghadiri konferensi pers dan nonton bareng film Ghost in the Cell di Metropole XXI, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (7/6/2026). Kehadirannya menjadi bentuk dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap perkembangan industri perfilman nasional yang dinilai semakin menunjukkan prestasi di tingkat internasional.

Film Ghost in the Cell mencatat pencapaian signifikan dengan jumlah penonton lebih dari 3,2 juta orang dalam 32 hari penayangan. Selain sukses di dalam negeri, film tersebut juga berhasil memperluas jangkauan pasar global setelah hak distribusinya terjual ke 148 negara di berbagai kawasan dunia.

Ket. Foto: Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menghadiri konferensi pers dan nonton bareng film Ghost in the Cell di Metropole XXI, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (7/6/2026). — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

"Keberhasilan film ini menunjukkan bahwa karya kreatif Indonesia memiliki daya saing yang kuat. Apalagi hak distribusinya telah terjual ke 148 negara. Ini membuktikan bahwa karya anak bangsa mampu menembus pasar dunia dan menjadi sarana promosi budaya Indonesia di tingkat internasional," ujar Rano Karno.

Menurut Rano, capaian tersebut menjadi fenomena positif bagi industri perfilman nasional yang saat ini terus mengalami pertumbuhan. Di tengah tren penurunan jumlah penonton bioskop di sejumlah negara akibat pergeseran ke platform digital, Indonesia justru mencatat peningkatan minat masyarakat terhadap film layar lebar.

"Jumlah penonton film di Indonesia pada 2024 mencapai 122 juta orang. Jakarta masih memiliki sekitar 3.500 layar bioskop aktif. Ini menjadi anomali yang menarik perhatian investor, produser, dan sineas dunia untuk datang dan berkarya di Indonesia, khususnya Jakarta," jelasnya.

Sebagai pusat industri kreatif nasional, Jakarta dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan sektor perfilman. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen memperkuat ekosistem industri kreatif melalui penyediaan ruang kolaborasi, kemudahan penyelenggaraan kegiatan kreatif, serta dukungan bagi pelaku industri film.

"Jakarta sedang mendesain Jakarta Film Commission. Ke depan, kami ingin menghadirkan berbagai fasilitas dan kemudahan bagi sineas Indonesia agar semakin banyak karya berkualitas lahir dari Jakarta," ungkap Rano.

Ia menilai Ghost in the Cell bukan sekadar film hiburan, melainkan karya yang mampu menghadirkan refleksi sosial melalui pendekatan kreatif dan konstruktif. Keberhasilan film tersebut diharapkan dapat memotivasi generasi muda untuk terus berkarya dan memperkuat posisi perfilman Indonesia di tingkat global.

Dalam momentum Bulan Bung Karno, Rano juga menegaskan pentingnya seni dan budaya sebagai bagian dari pembangunan karakter bangsa. Ia mengingatkan bahwa Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, menempatkan seni dan film sebagai instrumen penting untuk mencerminkan realitas masyarakat sekaligus membangun kesadaran sosial.

"Bung Karno memandang seni dan film bukan sekadar hiburan. Seni harus mampu mencerminkan realitas masyarakat dan membangkitkan kesadaran sosial. Karena itu, ada hubungan yang sangat kuat antara film dan kebudayaan," katanya.

Rano optimistis tren positif perfilman nasional akan terus berlanjut seiring meningkatnya kualitas produksi dan tingginya minat masyarakat terhadap film lokal. Ia menyebut hampir seluruh film Indonesia yang dirilis dalam beberapa bulan terakhir mampu mencatat jumlah penonton yang tinggi, sementara produksi film nasional kini mendekati 120 judul setiap tahun.

"Ini menunjukkan bahwa ekosistem perfilman kita terus tumbuh. Saya berharap keberhasilan Ghost in the Cell menjadi inspirasi bagi para sineas untuk terus menghasilkan karya terbaik, sehingga Jakarta dapat semakin berkembang sebagai kota kreatif dan menjadi rumah bagi kemajuan industri perfilman Indonesia," pungkasnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.