Afrika Barat Kritis: 24 Juta Jiwa dari Burkina Faso hingga Nigeria Terancam Kelaparan

Sabtu, 06 Jun 2026, 13:02 WIB

JENEWA - Seorang juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan pada Rabu bahwa sekitar 24 juta orang di seluruh wilayah Sahel membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Berbicara kepada awak media dalam konferensi pers harian, Dujarric menuturkan Ikhtisar Kebutuhan dan Respons Kemanusiaan (Humanitarian Needs and Response Overview) tahun ini memperingatkan bahwa krisis ini terus memburuk di Burkina Faso, Chad, Mali, Niger, Kamerun utara, dan Nigeria timur laut.

Ket. Foto: — Sumber: AFP/Olympia de Maismont/Getty Images

Menurut Dujarric, kekerasan masih terus menyebar di kawasan tersebut. Kelompok-kelompok bersenjata memperluas kehadiran mereka di wilayah Sahel Tengah dan Cekungan Danau Chad. Situasi yang tidak aman tersebut menyebabkan warga harus mengungsi dan memaksa sekolah serta fasilitas kesehatan ditutup.

Guncangan iklim semakin memperparah keadaan, kata Dujarric, seraya menambahkan bahwa kawasan Sahel mengalami peningkatan suhu lebih cepat dibandingkan rata-rata global.

Sepanjang 2025, banjir telah berdampak pada sekitar 590.000 orang, sementara kekeringan yang berulang dan meluasnya desertifikasi telah merusak lahan pertanian serta mengancam mata pencaharian jutaan warga.

Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, PBB bersama para mitra kemanusiaannya memperluas program bantuan tunai, memperkuat langkah-langkah antisipatif, serta meningkatkan dukungan bagi organisasi-organisasi lokal untuk membantu masyarakat setempat agar lebih mampu menghadapi kebutuhan yang terus meningkat. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.