Kemenkes dan Institusi Korea Selatan Perkuat Kerja Sama Pendidikan Tenaga Kesehatan

Jumat, 05 Jun 2026, 09:40 WIB

JAKARTA - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan memperkuat kerja sama internasional dengan sejumlah institusi pendidikan tinggi dari Korea Selatan guna meningkatkan kualitas pendidikan tenaga kesehatan dan membuka peluang karier global bagi lulusan Indonesia. Komitmen tersebut dibahas dalam Indonesia-Korea University Collaboration Seminar 2026 yang berlangsung di Jakarta pada 31 Mei 2026.

Seminar tersebut mempertemukan perwakilan Gangwon 7 College Consortium, enam universitas Korea Selatan, pimpinan 38 Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan, serta berbagai pemangku kepentingan di sektor pendidikan kesehatan. Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat kemitraan di bidang pendidikan, pertukaran akademik, pengembangan kurikulum, riset, hingga pengembangan tenaga kesehatan untuk kebutuhan global.

Ket. Foto: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan memperkuat kerja sama internasional dengan sejumlah institusi pendidikan tinggi dari Korea Selatan guna meningkatkan kualitas pendidikan tenaga kesehatan dan membuka peluang karier global bagi lulusan Indonesia. — Sumber: Istimewa

Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan juga menyampaikan apresiasi kepada Kim Joon Hwan selaku CEO NK Global Holdings atas kontribusinya dalam menjembatani kerja sama kesehatan antara Indonesia dan Korea Selatan. Perusahaan tersebut dinilai berperan aktif dalam mendorong kolaborasi pendidikan tenaga kesehatan, khususnya di bidang caregiver dan layanan perawatan jangka panjang atau long-term care.

Sekretaris Direktorat Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan, Albertus Yudha Poerwadi, menilai kemitraan internasional menjadi faktor penting dalam mempersiapkan tenaga kesehatan yang mampu bersaing di tingkat global.

"Kementerian Kesehatan sangat menghargai kemitraan internasional yang membuka peluang bagi mahasiswa, dosen, dan institusi pendidikan untuk belajar dari praktik terbaik dunia," ujar Albertus Yudha Poerwadi.

Menurutnya, kerja sama dengan universitas-universitas di Korea Selatan diharapkan mampu memperkuat kualitas pendidikan tenaga kesehatan Indonesia sekaligus memperluas pengalaman internasional bagi mahasiswa dan tenaga pendidik. Selain itu, kolaborasi tersebut juga membuka jalur baru pengembangan karier bagi tenaga kesehatan Indonesia di masa depan.

Saat ini, Indonesia memiliki 38 Politeknik Kesehatan di bawah Kementerian Kesehatan yang tersebar di berbagai wilayah. Institusi tersebut berperan dalam mencetak tenaga kesehatan di berbagai bidang sekaligus mendukung penguatan sistem kesehatan nasional.

Sebagai bagian dari program internasionalisasi pendidikan, Poltekkes juga telah menjalin berbagai kerja sama dengan mitra di Jepang, Jerman, dan sejumlah negara Timur Tengah. Bentuk kerja sama tersebut meliputi mobilitas mahasiswa, peningkatan kapasitas dosen, pelatihan bahasa, sertifikasi internasional, hingga penempatan kerja di luar negeri.

Ketua Gangwon 7 College Consortium, Hyun In Suk, menyampaikan optimismenya terhadap perkembangan hubungan antara institusi pendidikan Indonesia dan Korea Selatan. Ia menilai seminar tersebut menjadi langkah awal penting dalam membangun kemitraan berkelanjutan yang memberikan manfaat bagi kedua negara.

"Kami percaya bahwa kerja sama yang semakin erat antara Indonesia dan Korea Selatan akan berkontribusi pada kemajuan pendidikan kesehatan serta persiapan pemimpin tenaga kesehatan global di masa depan," kata Hyun In Suk.

Sementara itu, Direktur Penyediaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan, Anna Kurniati, mengatakan Korea Selatan telah menjadi salah satu mitra strategis dalam pengembangan tenaga kesehatan Indonesia. Kerja sama kedua negara terus berkembang melalui berbagai program peningkatan kualitas pendidikan dan kompetensi tenaga kesehatan.

Anna menjelaskan bahwa Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan baru-baru ini juga menandatangani nota kesepahaman dengan Korea International Cooperation Agency untuk mendukung akreditasi internasional Program Studi Kebidanan di sejumlah Politeknik Kesehatan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing lulusan Indonesia di tingkat internasional.

Dalam seminar tersebut, sejumlah universitas Korea Selatan mempresentasikan program pendidikan yang mereka miliki sekaligus menjajaki peluang kerja sama dengan Poltekkes di Indonesia. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi konsultasi antar institusi guna mengidentifikasi bidang kerja sama prioritas yang dapat diwujudkan dalam program konkret di masa mendatang.

Kedua pihak sepakat untuk terus menjaga komunikasi dan memperkuat tindak lanjut kerja sama secara berkelanjutan. Melalui kemitraan antara Kementerian Kesehatan, 38 Politeknik Kesehatan, dan Gangwon 7 College Consortium, Indonesia dan Korea Selatan diharapkan dapat mencetak tenaga kesehatan yang unggul, kompetitif secara global, serta memiliki akses lebih luas terhadap pendidikan dan pengembangan karier internasional.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.