Jepang akan Ganti 5 Reaktor Nuklir Tua hingga Tahun 2050

Jumat, 05 Jun 2026, 12:11 WIB

TOKYO - Jepang ingin mengganti hingga 14 reaktor nuklir tua pada tahun 2050-an, menurut media lokal, Jumat (5/6). 

Rencana yang dilaporkan oleh kementerian perindustrian ini muncul ketika Jepang bergegas untuk mengamankan kapasitas pembangkit listrik yang cukup untuk memenuhi lonjakan permintaan listrik, terutama untuk teknologi baru seperti kecerdasan buatan, pusat data, dan pabrik semikonduktor.

Ket. Foto: Foto arsip yang diambil pada November 2025 menunjukkan pembangkit listrik tenaga nuklir Mihama milik Kansai Electric Power Co. di Mihama, Prefektur Fukui. — Sumber: Kyodo

Berdasarkan rencana tersebut, kementerian berharap dapat mengganti hingga lima reaktor nuklir pada tahun 2040-an dan total sekitar 14 reaktor pada tahun 2050-an, menurut media besar termasuk Kyodo News dan stasiun televisi nasional NHK.

Ini kali pertama pemerintah menetapkan target spesifik untuk penggantian reaktor, kata Kyodo News.

Rencana tersebut akan dipresentasikan pada pertemuan panel kementerian perindustrian pada hari Jumat, menurut media lokal. Para menteri terkait akan meninjau draf tersebut pada musim panas ini.

Industri energi Jepang memperkirakan pada tahun 2040-an, negara tersebut akan mengalami kekurangan daya sebesar 5,5 juta kilowatt, kira-kira setara dengan jumlah yang dihasilkan oleh lima reaktor, tambah Kyodo.

Jepang menghentikan semua pembangkit listrik tenaga nuklir setelah gempa bumi dan tsunami dahsyat menyebabkan tiga reaktor di pembangkit listrik tenaga atom Fukushima mengalami peleburan inti pada tahun 2011.

Namun kini negara tersebut ingin menghidupkan kembali energi atom untuk mengurangi ketergantungannya pada bahan bakar fosil, mencapai netralitas karbon pada tahun 2050, dan memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat dari kecerdasan buatan.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.