Investigasi untuk Dorong Peningkatan Keselamatan Transportasi

Jumat, 05 Jun 2026, 00:00 WIB

Komite Nasional Keselamatan Transportasi berkomitmen untuk terus meningkatkan dan menjaga keamanan serta keselamatan setiap moda transportasi demi menjamin kepercayaan masyarakat sekaligus mengeluarkan rekomendasi untuk mencegah kecelakaan terulang.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merupakan sebuah lembaga pemerintahan nonstruktural Indonesia yang melaksanakan tugas dan fungsi investigasi kecelakaan transportasi. Komite ini bertanggung jawab untuk melakukan investigasi atas kecelakaan transportasi dengan kriteria tertentu yang melibatkan transportasi jalan, rel, penerbangan, dan pelayaran. 

Ket. Foto: Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi, Dr Ir Soerjanto Tjahjono — Sumber: DOK KNKT

KNKT juga memberikan usulan-usulan perbaikan sistem keselamatan kepada para pihak terkait, baik di Indonesia maupun internasional agar kecelakaan dengan penyebab yang sama tidak lagi terjadi lagi pada masa depan.

KNKT sendiri memiliki visi untuk mewujudkan keselamatan transportasi melalui pelaksanaan investigasi yang independen, objektif, dan profesional serta sejalan dengan konvensi internasional yang berlaku. Sedangkan misi KNKT secara umum yaitu menjaga dan meningkatkan keselamatan transportasi serta kepercayaan masyarakat.

Tugas yang diemban KNKT juga meliputi melaksanakan investigasi kecelakaan secara akurat, objektif dan melakukan kajian untuk keselamatan; melakukan sosialisasi dan edukasi tentang keselamatan; serta melakukan advokasi, promosi hasil report investigasi dan rekomendasi keselamatan kepada stakeholder dan para pelaku utama.

Mengingat pentingnya tugas dan peran KNKT dalam mendorong peningkatan keselamatan moda transportasi terutama dalam meraih kepercayaan masyarakat sekaligus mengeluarkan rekomendasi untuk mencegah kecelakaan terulang, wartawan Koran Jakarta, Frederikus W Sabini, merangkum pemaparan dari ketua KNKT, Dr Ir Soerjanto Tjahjono, mengenai langkah-langkah yang akan dan telah dilaksanakan sejauh ini dalam sejumlah kesempatan.

Berikut petikan wawancaranya.

Salah satu tugas KNKT yaitu mengeluarkan rekomendasi keselamatan. Mengapa rekomendasi ini penting?

Berdasarkan capaian 2025, KNKT telah menerbitkan 16 rekomendasi keselamatan yang sebagian besar ditujukan kepada operator pesawat dan otoritas terkait.

Rekomendasi keselamatan ini dikeluarkan untuk mencegah kecelakaan serupa terulang kembali. Rekomendasi keselamatan kami dorong agar ditindaklanjuti secara nyata oleh operator dan otoritas, sehingga risiko kecelakaan dapat terus ditekan.

Berdasarkan data KNKT per 15 Januari 2026, tindak lanjut rekomendasi keselamatan pelayaran masih didominasi status open atau belum ditutup sebesar 97 persen, sementara rekomendasi yang telah berstatus closed atau ditutup tercatat sebesar 3 persen.

Status open pada rekomendasi keselamatan tidak selalu mencerminkan tidak adanya tindak lanjut, melainkan proses perbaikan sistem yang memerlukan waktu karena beberapa rekomendasi membutuhkan perubahan sistem, peningkatan kompetensi, atau pengadaan sarana, sehingga tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat.

Sejauh ini telah berapa rekomendasi keselamatan yang diterbitkan KNKT?

Secara keseluruhan, sepanjang 2015–2025 KNKT telah mengeluarkan sedikitnya 1.481 rekomendasi keselamatan lintas moda, dengan porsi terbesar pada aspek pengendalian dan pengawasan.

Seluruh rekomendasi tersebut bertujuan mencegah kecelakaan serupa terulang, bukan untuk mencari kesalahan pihak tertentu. Investigasi KNKT berorientasi pada pembelajaran dan pencegahan, agar sistem transportasi nasional semakin berkeselamatan.

Hasil investigasi KNKT nantinya berupa laporan lengkap dan rekomendasi keselamatan. Bila dalam prosesnya kami memandang perlu adanya rekomendasi segera, maka KNKT mengeluarkan rekomendasi tersebut tanpa menunggu laporan akhir.

Lalu apa tujuan dari KNKT mengeluarkan semua rekomendasi ini?

Tujuan utama investigasi KNKT sendiri agar mendapatkan lesson learned atau pembelajaran sehingga kecelakaan yang memiliki kesalahan yang sama tidak berulang pada masa berikutnya. Oleh karena itu KNKT mengimbau seluruh pemangku kepentingan transportasi, termasuk operator, regulator, dan pemerintah daerah, untuk menindaklanjuti rekomendasi keselamatan secara konsisten guna mencegah kecelakaan serupa terulang.

KNKT juga mencatat masih terdapat ruang perbaikan misalnya dalam pemeriksaan keselamatan kapal oleh pejabat pemeriksa dan auditor Sistem Manajemen Keselamatan. Di sisi lain, KNKT menekankan pentingnya kepatuhan terhadap kewenangan syahbandar dalam penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) sebagai instrumen pengendalian keselamatan pelayaran.

Anda menyinggung perlunya kepatuhan terhadap penerbitan Surat Persetujuan Berlayar dari syahbandar. Mengapa hal itu penting?

Kondisi cuaca di wilayah perairan Indonesia yang bersifat tropis dan dinamis menuntut peningkatan akurasi informasi cuaca serta kedisiplinan operator kapal dalam pengambilan keputusan pelayaran.

Keselamatan pelayaran tidak hanya ditentukan oleh kondisi kapal, tetapi juga oleh kepatuhan prosedur, kualitas pemeriksaan, dan pengambilan keputusan yang mengutamakan keselamatan.

Oleh karena itu KNKT akan terus mendorong peningkatan kualitas tindak lanjut rekomendasi keselamatan pelayaran agar risiko kecelakaan di laut dapat ditekan dan perlindungan terhadap penumpang semakin optimal.

Kami pun harapkan ada kantor-kantor BMKG di setiap pelabuhan. Kalau kita lihat di bandara ada BMKG, ini yang harus disamakan. (Keberadaan kantor) BMKG (di setiap pelabuhan) dapat memberikan informasi serta pemantauan cuaca secara realtime kepada kapal yang akan berlayar, khususnya kapal tradisional, mengingat informasi terkait prakiraan cuaca sebagai panduan berlayar di sejumlah wilayah seringkali tidak tersampaikan dengan baik sehingga membahayakan keselamatan pelayaran.

Kita harus aware terkait dengan cuaca ini agar kegiatan pelayaran dapat berjalan dengan aman.

20260604195357_WWC-KNKT---Soerjanto-Tjahjono005.jpg

DOK KNKT

Bisakah Anda memberikan contoh terkait penerbitan rekomendasi KNKT soal faktor cuaca yang seperti apa yang membahayakan keselamatan transportasi?

KNKT sebelumnya telah meminta PT Kereta Api Indonesia (Persero) mewaspadai dan mengantisipasi terjadinya cuaca ekstrem yang bisa terjadi sewaktu-waktu dan hal tersebut bisa terjadi di mana saja. Kami mengingatkan pihak KAI untuk lebih waspada memantau daerah yang rawan longsor dan banjir agar menjadi perhatian khusus karena dapat mengganggu perjalanan kereta api.

KNKT juga memberikan rekomendasi untuk mencegah agar tidak terjadi kecelakaan dengan penyebab yang sama dan pihak KAI sudah menjalankan dengan baik rekomendasi itu, sehingga masalah keselamatan bisa teratasi dengan baik.

Kami lihat bahwa apa yang menjadi konsen KNKT, terutama hal-hal yang sesuai dengan rekomendasi kami, apakah sudah dikerjakan atau belum untuk mencegah agar tidak terjadi kecelakaan dengan penyebab yang sama.

Saya mengapresiasi langkah KAI yang memiliki inisiatif tinggi dalam menjaga keselamatan. KAI menunjukkan komitmen yang serius terhadap keselamatan. Direksi turun langsung melihat kondisi jalur dan memutuskan tindak lanjutnya di tempat. Ini adalah praktik baik dalam memastikan sistem keselamatan berjalan.

Saya bahkan pernah meminta kepada PT KAI (Persero) untuk mewaspadai cuaca panas yang dapat menyebabkan pemuaian rel kereta. Panas ekstrem mempengaruhi rel khususnya rel spaten (bengkok).

Insiden anjloknya Kereta Api Purwojaya relasi Gambir-Kroya memiliki keterkaitan dengan panas ekstrem yang menyebabkan pembengkokan rel kereta. Insiden ini menjadi pembelajaran bagi KAI bagaimana mendeteksi kemungkinan terjadinya spaten. Masalahnya, kondisi akan terjadi spaten itu sulit dideteksi, tetapi saya yakin dengan kemampuan dan pengalaman KAI, bisa dideteksi.

Cuaca panas ekstrem juga menjadi salah satu tantangan bagi transportasi udara. Panasnya yang cukup ekstrem sampai pesawat pun terpengaruh. Tiba-tiba komputer pesawat ngaco karena medan magnet yang ditimbulkan matahari begitu masif, sampai membuat pesawat itu menukik sendiri.

Selain cuaca, apa faktor utama lainnya yang menjadi penyebab kecelakaan transportasi yang dicatat KNKT?

KNKT mencatat faktor manusia masih menjadi penyebab dominan dalam kecelakaan transportasi lintas moda yang diinvestigasi sepanjang 2025. Temuan tersebut terlihat konsisten pada kecelakaan jalan raya, pelayaran, hingga penerbangan, meski karakter risikonya berbeda di setiap moda.

Dalam banyak kasus, faktor manusia masih menjadi kontribusi terbesar, baik terkait kelelahan, kelalaian, maupun ketidakpatuhan terhadap prosedur keselamatan.

Pada moda lalu lintas dan angkutan jalan, KNKT menginvestigasi sembilan kecelakaan sepanjang 2025 dengan korban luka-luka sebanyak 69 orang. KNKT mencatat kegagalan sistem pengereman atau yang dikenal di masyarakat sebagai “rem blong”, masih menjadi pola berulang pada kecelakaan kendaraan angkutan umum dan angkutan barang.

Selain itu, pengawasan terhadap kondisi kendaraan dan pemenuhan administrasi keselamatan dinilai belum berjalan optimal, termasuk uji kelayakan kendaraan secara berkala.

Terkait masalah perawatan, di dalam moda angkutan jalan ini masalah perawatan tidak seperti di tiga moda lainnya (penerbangan, pelayaran, dan perkeretaapian) yang diwajibkan melakukan perawatan khususnya untuk hal-hal yang berkaitan dengan masalah keselamatan.

Kita akan mengusulkan masalah perawatan sistem rem untuk diwajibkan dilakukan overhaul mungkin setiap tiga tahun sekali, hal ini masih dalam diskusi apakah dua tahun, tiga tahun, atau empat tahun sekali, karena sebagus apapun kendaraan kalau tanpa perawatan maka hal tersebut bisa menimbulkan kegagalan teknis.

Masyarakat sampai saat ini melakukan perawatan rem kalau dirasakan ada masalah rem, baru melakukan perawatan atau perbaikan. Yang kami harapkan adalah dilakukan perawatan secara preventif, jadi sebelum mengalami masalah sudah dilakukan perbaikan terlebih dahulu.

Faktor lain yang menurut KNKT perlu menjadi sorotan bagi mencegah terjadinya kecelakaan transportasi selain mengenai kegagalan teknis?

Jam kerja dan istirahat pengemudi yang belum diatur secara jelas juga menambah risiko kelelahan yang memicu kecelakaan. Di sisi infrastruktur, ketiadaan jalur penghentian darurat yang layak dan kurangnya fasilitas jalan menjadi masalah yang harus segera diatasi.

KNKT merekomendasikan peningkatan pengawasan terhadap operator angkutan orang dan barang, revisi regulasi, dan perbaikan fasilitas jalan untuk mengurangi risiko kecelakaan di masa mendatang. Selain itu, KNKT juga menekankan pentingnya medical check-up bagi pengemudi.

Saya juga meminta pemerintah memberikan contoh yang baik terlebih dahulu dalam penertiban truk yang tidak melanggar Over Dimension Over Loading (ODOL), dimulai dari pengoperasian truk-truk yang digunakan di proyek-proyek pemerintah agar tidak melebihi dimensi dan muatan, karena penerapan truk yang tidak melebihi dimensi dan kapasitas di proyek-proyek pemerintah gagal.

Penerapan aturan ODOLharus dilakukan langsung oleh Presiden.

Menurut KNKT mengapa pengoperasian truk ODOL itu sangat berbahaya?

Dari sisi keselamatan transportasi, KNKT melihat pengoperasian truk ODOL ini selain berpotensi menimbulkan kecelakaan di jalan raya, ternyata juga membahayakan angkutan penyeberangan.

Dari catatan KNKT, ditemukan beberapa kecelakaan yang menjadikan kendaraan ODOL sebagai salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kecelakaan di kapal, diantaranya tenggelamnya kapal Windu Karsa di Perairan Kolaka pada 27 Agustus 2011, tenggelamnya Rafelia 2 di perairan Selat Bali pada 4 Maret 2016, kandas dan tenggelamnya kapal Lestari Maju di perairan Selat Selayar pada 3 Juli 2018, patahnya pintu rampa kapal Nusa Putra di Merak pada 27 Desember 2018, tenggelamnya kapal Bili di Sungai Sambas pada 20 Februari 2021, tenggelamnya kapal Yunicee di Perairan Selat bali pada 29 Juni 2021, dan kejadian terakhir adalah terbaliknya kapal Satya Kencana III di Pelabuhan Kumai pada 19 Oktober 2022.

Selain itu keberadaan kendaraan ODOL di kapal berpotensi menyebabkan kerusakan pada struktur pintu rampa, geladak kapal, dan juga nosel alat pemadam. Tinggi muatan juga bisa menyebabkan radius sprinkler sembur menjadi tidak efektif.

Yang tak kalah membahayakan adalah jarak antar kendaraan di geladak kendaraan semakin pendek. Hal ini menyebabkan kesulitan akses bagi awak kapal pada saat melakukan penanganan kebakaran.

Di lapangan truk ODOL cenderung melindungi muatannya dengan penutup berlapis. Hal ini menyebabkan pengawasan terhadap isi muatan menjadi semakin sulit. Ditambah dengan tidak adanya deklarasi secara akurat manifes muatan yang dibawa kendaraan ODOL.

Lalu langkah-langkah apa yang diambil KNKT mengenai perlunya menekan angka kecelakaan bus pariwisata yang beberapa waktu lalu kerap terjadi?

Insiden bus pariwisata selama ini sebagian besar pada masalah rem dan yang kedua adalah faktor manusia seperti kelelahan. Kedua hal ini sudah lebih dari 80 persen penyebab dari insiden pada bus pariwisata, jadi manusia dan masalah rem. Namun hal yang mendasar dalam penguatan regulasi salah satunya adalah hari libur pengemudi bus yang akan berpengaruh pada masalah kelelahan.

KNKT sendiri telah mengeluarkan dua rekomendasi kepada Kemenparekraf agar tempat wisata wajib menyediakan tempat istirahat bagi pengemudi.

Pengawasan dan pengendalian menjadi aspek penting dalam penyelenggaraan angkutan jalan khususnya bus pariwisata sehingga komunikasi, kolaborasi dan koordinasi yang melibatkan semua pemangku kepentingan terkait harus saling melengkapi, dengan tujuan untuk mewujudkan angkutan jalan yang berkeselamatan.

Kami sesuai tugasnya dan tupoksinya menginvestigasi kecelakaan, mencari penyebab teknis dari kecelakaan untuk nantinya memberikan rekomendasi agar kecelakaan yang sama tidak berulang lagi. Fokus investigasi KNKT lebih mengarah kepada fungsi kelaikan pada bus, agar kedepan tidak lagi mengalami kendala teknis.

Respons Anda mengenai kerapnya terjadi kecelakaan kereta dengan kendaraan di perlintasan sebidang kereta api?

Pada umumnya di sistem perkeretaapian sudah berjalan dengan baik. Beberapa tahun ini tingkat kecelakaan di kereta api bahkan sudah sangat rendah. Tapi tetap kita melihat masih ada kekurangan-kekurangan, yang bersama-sama kita lakukan peningkatan-peningkatan yang bersifat mendasar terkait aspek keselamatan.

KNKT salah satunya adalah memberikan imbauan ketika melintasi perlintasan sebidang.  Contoh ketika melintasi perlintasan sebidang, kita lihat sebelum masuk ke perlintasan sebidang kita tengok kanan kiri yakinkan bahwa tidak ada kereta. Kalau tidak ada pintu perlintasan ini kemudian baru kita menyeberang. Hal-hal semacam itu yang kami imbau.

Rekomendasi KNKT terhadap seringnya terjadi kecelakaan beruntun di jalan tol?

KNKT akan meninjau standar pelayanan di jalan tol menyusul terjadinya kecelakaan lalu lintas di Tol Pejagan - Pemalang, Jawa Tengah, yang diduga disebabkan oleh asap pembakaran lahan.

Akan kami review standar operation procedure (SOP) bagaimana tindakan serta seberapa cepat tindakan dalam memitigasi bahaya atau potensi kecelakaan.

KNKT juga akan meninjau ulang mekanisme operasional di Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), termasuk melakukan evaluasi terhadap efektivitas penggunaan CCTV. KNKT juga mengevaluasi bagaimana cara kerja operator CCTV dalam operasional jalan tol karena petugas pemantau CCTV di jalan tol berpotensi lebih cepat lelah atau jenuh karena aktivitasnya yang pasif.

Orang disuruh liat CCTV terus kan juga bosan. Ini nanti kita akan review dan bagaimana efektivitasnya oleh tol maupun PJR.

Selain itu berdasarkan hasil investigasi KNKT selaku lembaga non-struktural yang bertugas mewujudkan keselamatan transportasi, menunjukkan bahwa penyebab kecelakaan didominasi oleh faktor geometrik jalan.

Pada studi kasus kecelakaan yang terjadi di ruas jalan Solo-Ngawi pada 2018, disimpulkan terdapat hazard (bahaya) yaitu ada desain kecepatan tinggi, mixed traffic (gap kecepatan), tabrak depan, dan tabrak belakang.

Oleh karena itu KNKT merekomendasikan untuk dilakukan survei inspeksi keselamatan jalan (BPJN dan BPTD), segregasi lalu lintas dengan kecepatan yang berbeda, dan manajemen traffic calming (aksesibilitas vs keselamatan).

Seperti kita ketahui bahwa sebagian besar jalan di Indonesia bukanlah jalan yang sengaja dibangun, melainkan jalan peninggalan jaman Belanda, jalan tikus, jalan setapak, jalan lingkungan yang kemudian dilebarkan dan diperkeras sehingga tampak menjadi bagus.

Jalan tersebut ada tanpa melalui kaidah keselamatan infrastruktur jalan yang baik yang terdiri dari audit keselamatan jalan, inspeksi keselamatan jalan, analisa dampak keselamatan jalan, manajemen daerah rawan kecelakaan, serta laik fungsi jalan, sehingga sangat mungkin jalan tersebut menyimpan banyak bahaya yang bisa kapan saja menyebabkan orang celaka.

Saat ini sudah banyak kendaraan listrik lalu lalang di jalanan. Rekomendasi keselamatan apa yang diterapkan KNKT terhadap makin banyaknya penggunaan kendaraan listrik?

KNKT telah menyampaikan sejumlah rekomendasi pada kendaraan listrik (electric vehicle/EV), salah satunya yaitu penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni di bidang otomotif berbasis listrik. Hal ini diperlukan karena SDM ini mampu berkontribusi pada pencegahan kecelakaan maupun potensi bahaya di masa depan.

Kita harus selalu bersiap siaga terhadap perubahan ataupun dinamika, baik peraturan, teknologi, material ataupun sistem baru di mana saat ini masih terus berkembang baik hasil penelitian atau adanya kasus-kasus baru yang mempengaruhi keselamatan, keandalan, keekonomian dan lainnya.

Kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (battery electric vehicle) untuk transportasi jalan harus benar-benar dipastikan memenuhi aspek keselamatan, keamanan, dan juga sehat. Hanya personel terlatih yang disarankan untuk menangani keadaan tersebut. Tim tanggap darurat juga harus selalu standby selama kendaraan listrik beroperasi agar selalu dilakukan evaluasi, khususnya mengenai bahaya, kesulitan, serta mitigasi dan perbaikan SOP yang ada.

KNKT juga menemukan bahwa mobil listrik lebih berisiko terbakar saat berada di atas kapal laut. Kami telah sepakat dengan teman-teman Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (GAPASDAP) untuk membatasi jumlah kendaraan listrik menggunakan kapal dan kalau bisa EV itu ditaruh dekat ramp door kapal, karena itu salah satu solusi terbaik.

20260604195441_Screenshot-2026-06-04-195151.jpg

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.