Guru di Meksiko Ancam Demonstrasi Besar Saat Pembukaan Piala Dunia 2026
Kamis, 04 Jun 2026, 00:20 WIBMEXICO CITY â Ketegangan menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026 meningkat di Meksiko setelah kelompok guru yang melakukan aksi protes merobohkan sejumlah patung pemain sepak bola di pusat ibu kota pada hari Rabu (3/6). Mereka juga mengancam akan memperluas aksi demonstrasi jika pemerintah tidak memenuhi tuntutan terkait kenaikan gaji dan reformasi pensiun.
Aksi tersebut digelar oleh sayap oposisi serikat guru nasional Meksiko, CNTE, yang dalam beberapa pekan terakhir aktif melakukan unjuk rasa di berbagai wilayah negara itu.
Para demonstran menargetkan patung-patung pemain sepak bola setinggi lima meter yang dipasang di sepanjang Paseo de la Reforma, boulevard utama ibu kota yang dipenuhi gedung pencakar langit dan menjadi salah satu pusat kegiatan menjelang Piala Dunia.
Dengan menggunakan tali, para pengunjuk rasa merobohkan tiga patung yang mewakili pemain dari Belgia, Prancis, dan Spanyol. Setelah itu, mereka melepaskan atribut seragam dari patung-patung tersebut dan membakarnya di lokasi.
Di salah satu manekin yang telah dilucuti, para demonstran mencoretkan grafiti merah bertuliskan âHidup CNTEâ. Sementara tulisan lain berbunyi, âJika tidak ada solusi, bola tidak akan bergulir.â
Menariknya, patung yang mengenakan seragam tim nasional Meksiko tetap berdiri dan tidak menjadi sasaran aksi.
CNTE juga mengancam akan menggelar demonstrasi besar-besaran saat pembukaan Piala Dunia pada 11 Juni apabila pemerintah tidak segera merespons tuntutan mereka.
Sehari sebelumnya, polisi membubarkan aksi unjuk rasa guru di sekitar Zócalo menggunakan gas air mata dan granat kejut suara. Kawasan bersejarah tersebut nantinya akan menjadi lokasi penyelenggaraan Fan Fest Piala Dunia.
Hingga Rabu, aparat keamanan masih menutup sebagian area Zócalo dengan pagar pengaman logam untuk mengantisipasi aksi lanjutan.
Kelompok guru menuntut kenaikan gaji sebesar 100 persen dan menolak reformasi sistem pensiun yang diberlakukan pemerintah. Mereka juga menolak kenaikan gaji sembilan persen yang sebelumnya telah disepakati pemerintah dengan kepemimpinan resmi serikat guru nasional.
Aksi demonstrasi menyebabkan sejumlah ruas jalan utama ditutup dan memperparah kemacetan lalu lintas yang memang sudah menjadi masalah kronis di ibu kota Meksiko.
Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, menilai aksi tersebut berlangsung relatif damai meskipun mengakibatkan kerusakan terhadap fasilitas yang dipasang menjelang turnamen.
Pemerintah melalui pernyataan resminya juga menyerukan dimulainya kembali dialog dengan para perwakilan guru guna mencari solusi atas kebuntuan yang terjadi.
Salah seorang peserta aksi, Juan Pablo de la Cruz, menegaskan bahwa para demonstran siap meningkatkan tekanan terhadap pemerintah.
âJika Sheinbaum menganggap merobohkan beberapa patung sebagai kejahatan, lalu apa sebutannya ketika hak-hak kami diambil? Kami harus bersikap lebih tegas,â katanya.
Meksiko akan menjadi salah satu tuan rumah bersama Amerika Serikat dan Kanada dalam penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026. Situasi sosial yang berkembang di Mexico City kini menjadi perhatian tersendiri hanya beberapa hari sebelum pesta sepak bola terbesar di dunia itu resmi dimulai.
- Meksiko
- Piala Dunia 2026
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Harry Kane Cetak Dua Gol Dramatis, Inggris Lolos ke 16 Besar Piala Dunia usai Kalahkan RD Kongo 2-1
-
Hasil Piala Dunia 2026: Maroko Singkirkan Belanda dalam Adu Penalti yang Menegangkan
-
Spanyol Singkirkan Portugal 1-0, Gol Dramatis Mikel Merino Akhiri Karier Piala Dunia Cristiano Ronaldo
-
Piala Dunia, Prancis ke Semifinal, Deja Vu Kembali Atasi Maroko 2-0 seperti Tahun 2022
-
Profil Semifinalis Piala Dunia 2026, Semuanya Pernah Juara tapi dengan Karakter Berbeda
-
Messi Terancam, Posisi Top Skor Piala Dunia Disamai Mbappe
-
Piala Dunia, Andreas Schjelderup Kejutkan Inggris dengan Gol Spektakuler
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.