Destinasi Jakarta Tak Lagi Favorit bagi Pelancong

Rabu, 03 Jun 2026, 01:30 WIB

JAKARTA – Pemprov Jakarta perlu mengevaluasi, pelancong yang ke Jakarta menurun jumlahnya. Hal itu setidaknya terjadi pada bulan April ini. Begitulah catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta. BPS menyebutkan, jumlah pelancong Nusantara ke ibu kota pada bulan April ini hanya 8,74 juta perjalanan, Data ini menurun 19,97 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

“Begitu pula secara tahunan, juga turun, sebesar 17,44 persen,” kata Kepala BPS Jakarta, Kadarmanto, Selasa. Menurutnya, penurunan jumlah perjalanan wisatawan Nusantara ke Jakarta secara bulanan didorong oleh berakhirnya periode arus mudikMaret 2026.

Ket. Foto: Pengunjung melihat jerapah saat berwisata di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, Minggu (22/3/2026). BPS DKI Jakarta mencatat Jakarta Selatan sebagai wilayah favorit tujuan wisatawan nusantara pada April 2026. — Sumber: ANTARA FOTO/Putra M. Akbar

Secara tahunan, penurunan dipengaruhi perbedaan periode arus mudik. Pada tahun lalu, arus mudik terjadi Maret, sedangkan arus mudik tahun ini terjadi April. Di sisi lain, Jakarta Selatan tercatat sebagai wilayah favorit tujuan wisatawan Nusantara, dengan kontribusi sebesar 28,10 persen.

“Jakarta Selatan memiliki lokasi wisata yang banyak. Kemudian pusat kulinernya juga banyak. Pun, pusat-pusat destinasi lainnya dibanding dengan wilayah lain,” ujar Kadarmanto.

Wilayah lainnya, Jakarta Pusat berada di posisi kedua dengan kontribusi 20,42 persen. Jakarta Timur berkontribusi 19,48 persen. Jakarta Barat berkontribusi 16,32 persen. Jakarta Utara berkontribusi 15,16 persen, dan Kepulauan Seribu berkontribusi 0,52 persen.

Hotel

Lebih lanjut, Kadarmanto menjelaskan tingkat penghunian kamar (TPK) hotel Bintang di Jakarta mencapai 54,8 persen April 2026. Angka ini naik 10,83 persen poin ari Maret. “Secara tahunan juga nai, sebesar 7,94 persen poin dibandingkan pada bulan April 2025,” tutur Kadarmanto.

Untuk hotel nonbintang, TPK tercatat sebesar 38,09 persen, atau naik sebesar 3,44 persen poin secara bulanan. Secara tahunan naik 0,05 persen. Rata-rata lama menginap tamu di hotel bintang bulan April tercatat sebesar 1,60 malam.

“Artinya, para tamu menginap 1 sampai 2 malam,” ungkap Kadarmanto. Angka tersebut naik sangat tipis atau kurang dari 0,01 poin dari Maret 2026 secara bulanan, dan turun 0,05 poin dibandingkan April 2025.

Sedangkan, untuk hotel nonbintang dan akomodasi lainnya, rata-rata lama menginap tamu pada bulan April 2026 sebesar 1,33 malam, atau turun sebesar 0,01 poin secara bulanan, dan turun 0,03 poin secara tahunan.

Sementara itu, tamu di hotel bintang didominasi oleh tamu Indonesia dengan proporsi sebesar 88,93 persen, sedangkan tamu asing hanya sebanyak 11,07 persen.ν Ant/G-1

  • Destinasi Wisata

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.