• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • BDx dan PLN Sepakati Pasok...

BDx dan PLN Sepakati Pasokan Listrik 1,2 GW untuk Perkuat Infrastruktur AI Indonesia

Rabu, 03 Jun 2026, 20:45 WIB

JAKARTA — Operator pusat data BDx Data Centers (BDx) menandatangani komitmen pasokan listrik sebesar 1,2 gigawatt (GW) bersama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN. Kesepakatan ini menjadi komitmen pasokan listrik terbesar yang pernah diperoleh operator pusat data di Indonesia dan diharapkan memperkuat pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (AI), cloud, serta ekonomi digital nasional.

Komitmen tersebut mencakup sejumlah proyek strategis BDx di Indonesia, yakni alokasi pasokan listrik sebesar 788 MVA untuk kampus AI CGK4 di Jatiluhur, Jawa Barat, peningkatan kapasitas listrik hingga sekitar 60 MVA untuk fasilitas CGK3A di Cilandak, Jakarta Selatan, serta pengamanan kapasitas hingga 385 MVA untuk pengembangan pusat data CGK5 di kawasan industri Suryacipta, Jawa Barat.

Ket. Foto: Penandatanganan perjanjian kerja sama antara BDx Data Centers dengan PLN. Perusahaan ini mengamankan komitmen pasokan listrik 1,2 GW dari perusahaan listrik utu untuk memperluas kapasitas pusat data AI dan cloud di Jakarta serta Jawa Barat, sekaligus memperkuat infrastruktur digital nasional. — Sumber: BDx Data Center

Dengan tambahan kapasitas tersebut, total portofolio pasokan listrik yang telah disepakati antara BDx Indonesia dan PLN mencapai 1,2 GW. Angka ini menempatkan BDx sebagai salah satu pemain utama dalam pengembangan infrastruktur digital dan AI di Indonesia.

Peresmian kerja sama dilakukan melalui penandatanganan perjanjian di Jakarta yang dihadiri jajaran pimpinan PLN dan BDx Indonesia di Jakarta baru-baru ini.

CEO BDx Indonesia Agus Hartono Wijaya mengatakan bahwa ketersediaan pasokan listrik yang andal dan dapat ditingkatkan kapasitasnya menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan industri AI dan pusat data di Tanah Air.

“Pasokan listrik yang andal dan scalable merupakan fondasi utama bagi pengembangan AI dan digital infrastruktur di Indonesia. Profesionalisme dan dukungan operasional PLN berperan penting dalam mendukung perluasan kapasitas kami di Jakarta dan Jawa Barat,” ujar Agus dalam keterangannya, Rabu (3/6).

Menurut dia, kolaborasi dengan PLN memungkinkan BDx membangun infrastruktur yang mampu memenuhi kebutuhan perusahaan, hyperscaler, serta berbagai beban kerja digital yang membutuhkan tingkat keandalan tinggi.

Direktur Retail dan Niaga PLN Adi Priyanto menyatakan perseroan berkomitmen mendukung kebutuhan energi bagi sektor digital yang terus berkembang.

“PLN selalu berkomitmen untuk mendukung industri digital strategis dengan menyediakan infrastruktur listrik yang andal dan dapat terus dikembangkan. Kolaborasi kami dengan BDx mencerminkan peran PLN dalam mendorong pertumbuhan AI dan ekonomi digital Indonesia secara tangguh dan berkelanjutan,” kata Adi.

Senada, Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UID Jawa Barat Martindar Jalu Respati menilai pertumbuhan layanan AI dan digital di Indonesia membutuhkan sinergi yang kuat antara penyedia infrastruktur teknologi dan sektor energi.

Ia mengatakan dukungan terhadap pembangunan pusat data berskala besar dapat meningkatkan daya saing Indonesia sebagai pusat teknologi dan pengembangan AI di kawasan.

Saat ini, portofolio pusat data BDx di Indonesia mencakup sejumlah fasilitas yang difokuskan untuk mendukung kebutuhan AI dan komputasi berkapasitas tinggi. Kampus data center CGK4 di Jatiluhur menjadi fasilitas pertama di Indonesia yang memperoleh sertifikasi NVIDIA DGX-Ready dan dirancang memiliki kapasitas hingga 650 MW yang terintegrasi dengan sumber energi terbarukan.

Fasilitas tersebut telah mendukung penggunaan GPU NVIDIA H100 untuk kebutuhan pelatihan model AI dan komputasi awan. Sementara itu, CGK3 di Jakarta menawarkan teknologi pendinginan cair (liquid cooling) untuk komputasi berdensitas tinggi dan dipersiapkan mendukung platform AI generasi berikutnya, termasuk NVIDIA GB200.

Adapun CGK5 di Suryacipta dikembangkan dengan kapasitas hingga 300 MW untuk memperluas layanan hyperscale BDx di Indonesia. Ketiga fasilitas tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam membangun infrastruktur digital dan AI nasional yang lebih mandiri sekaligus mampu memenuhi lonjakan kebutuhan komputasi di masa depan.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.