Polisi Filipina Tangkap Senator Estrada

Selasa, 02 Jun 2026, 02:30 WIB

MANILA - Polisi Filipina pada Senin (1/6) menangkap seorang anggota parlemen terkait skandal korupsi bernilai miliaran dollar, menjadikannya pejabat pemerintah berpangkat tertinggi yang ditahan dalam kasus yang memicu aksi protes massal di negara tersebut.

Penangkapan Senator Jose "Jinggoy" Estrada terjadi hampir setahun setelah terungkapnya korupsi besar-besaran dalam skandal proyek pengendalian banjir fiktif, sebuah masalah yang memiliki konsekuensi serius di negara yang setiap tahunnya dilanda topan besar.

Ket. Foto: Senator Jose "Jinggoy" Estrada — Sumber: AFP/TED ALJIBE

Beberapa pemilik perusahaan konstruksi, pejabat pemerintah, dan politisi telah dituduh menggelapkan dana dari proyek-proyek tersebut, tetapi ini adalah pertama kalinya seorang anggota parlemen yang masih menjabat ditangkap terkait skandal ini.

Estrada menolak tuduhan terhadapnya dan menyebut tudingan itu sebagai omong kosong dan taktik untuk membuatnya berpindah pihak di Senat yang terpecah belah.

Pengadilan antikorupsi khusus memerintahkan penangkapannya pada Senin, beberapa hari setelah Estrada, putra mantan Presiden Filipina Joseph Estrada, didakwa dengan penjarahan, yang di Filipina didefinisikan sebagai korupsi skala besar.

Korupsi telah lama menjadi masalah di Filipina, tetapi kasus pengendalian banjir fiktif ini menonjol karena jumlah uang yang terlibat.

Seorang jaksa pemerintah menuduhnya memasukkan alokasi proyek pengendalian banjir dalam anggaran nasional 2025 yang memungkinkannya mengumpulkan suap lebih dari 573 juta peso (USD9,2 juta).

Vonis penjarahan berdasarkan UU pidana yang berlaku di Filipina dapat dihukum dengan penjara seumur hidup dan terdakwa tidak berhak atas jaminan.

Para terdakwa lain dalam kasus Estrada termasuk mantan sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Jalan Raya, Manuel Bonoan, serta pejabat teknik setempat.

Dalam pernyataan singkat kepada pers sebelum menyerahkan diri kepada polisi di gedung Senat, Estrada menggambarkan tuduhan tersebut sebagai bagian dari upaya untuk memerasnya.

"Ada banyak tawaran untuk mencabut tuduhan terhadap saya, tetapi saya tidak mempertimbangkannya," kata dia. "Yang dipertaruhkan di sini adalah independensi Senat," imbuh dia tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Estrada adalah anggota dari kelompok 13 senator yang mengambil alih kendali Senat yang beranggotakan 24 orang pada Mei lalu, menjelang persidangan sekutu mereka, Wakil Presiden Sara Duterte yang dimakzulkan, bulan depan.

Salah satu anggota lain dari kelompok itu, Senator Ronald Dela Rosa, penegak utama perang narkoba mematikan yang dilancarkan oleh ayah wakil presiden, mantan Presiden Rodrigo Duterte, yang buron bulan lalu setelah Mahkamah Pidana Internasional memerintahkan penangkapannya.

Baik Dela Rosa maupun Duterte senior dituduh melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan berupa pembunuhan. Mantan presiden itu ditangkap tahun lalu dan diserahkan ke pengadilan yang berbasis di Belanda.

Ketidakhadiran Dela Rosa dan Estrada di Senat akan mencegah mereka untuk duduk sebagai hakim dalam persidangan Senat terhadap Wapres Duterte, yang dituduh melakukan korupsi, menyembunyikan kekayaan yang tidak dapat dijelaskan, dan merencanakan pembunuhan terhadap mantan sekutunya, Presiden Ferdinand Marcos Jr.

Estrada didakwa pada tahun 2014 karena menjarah jutaan dollar yang seharusnya dialokasikan untuk proyek pembangunan pemerintah, tetapi pengadilan membebaskannya satu dekade kemudian. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.