Pasca-Kebakaran Kemayoran, Wagub Rano Karno Dorong Hunian Vertikal yang Aman

Selasa, 02 Jun 2026, 14:40 WIB

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meninjau langsung lokasi pengungsian warga terdampak kebakaran di kawasan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan berbagai kebutuhan dasar warga telah disiapkan selama masa tanggap darurat, mulai dari tempat pengungsian, layanan kesehatan, bantuan logistik, hingga dukungan psikologis.

Berdasarkan data sementara, kebakaran tersebut berdampak pada 304 bangunan dan memengaruhi 354 kepala keluarga atau sebanyak 679 jiwa. Dari jumlah tersebut terdapat 326 laki-laki dan 353 perempuan, termasuk kelompok rentan seperti lansia, balita, anak usia sekolah, remaja, hingga ibu hamil yang membutuhkan perhatian khusus selama berada di pengungsian.

Ket. Foto: Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meninjau langsung lokasi pengungsian warga terdampak kebakaran di kawasan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026). — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

"Kami sudah menyiapkan posko di Lapangan Yusuf Hamka secara lengkap. Ada posko kesehatan, dapur umum, dan posko dukungan psikologis untuk anak-anak. Dinas Sosial juga sudah menyalurkan bantuan logistik berupa makanan, matras, serta kebutuhan dasar lainnya," ujar Rano Karno.

Selain bantuan pangan dan logistik, Pemprov DKI Jakarta juga menyediakan layanan kesehatan yang difokuskan kepada kelompok rentan, termasuk balita, lansia, dan ibu hamil. Pemerintah daerah juga membuka layanan trauma healing dan pendampingan psikologis untuk membantu pemulihan mental warga, terutama anak-anak yang terdampak peristiwa kebakaran tersebut.

"Kami juga menyiapkan posko dukungan psikologis. Saat ini ada dua ibu hamil yang terdata dan kondisinya tidak memerlukan penanganan khusus. Namun jika membutuhkan rujukan ke rumah sakit, seluruh layanan kesehatan sudah siaga," kata Rano.

Pemerintah turut memberikan perhatian terhadap dokumen kependudukan warga yang hilang atau rusak akibat kebakaran. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil telah bergerak membantu penerbitan kembali dokumen seperti kartu tanda penduduk dan kartu keluarga agar warga dapat segera melanjutkan aktivitas administrasi mereka tanpa kendala.

"Kalau melihat data yang ada, sekitar 95 persen kebakaran di Jakarta disebabkan korsleting listrik. Karena itu masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam penggunaan instalasi listrik dan peralatan elektronik di rumah," tutur Rano.

Menurut Rano, peristiwa kebakaran di kawasan padat penduduk menjadi pengingat pentingnya peningkatan kualitas lingkungan permukiman di Jakarta. Ia menilai pengembangan hunian vertikal dapat menjadi salah satu solusi untuk menghadirkan tempat tinggal yang lebih aman, layak, dan tertata bagi masyarakat sekaligus mengurangi risiko kebakaran di kawasan padat penduduk.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.