Tinjau Eks SMA Dewa 19, Khofifah Ajak Calon Murid yang Tidak Lolos SPMB Manfaatkan 79.086 Beasiswa Swasta se-Jatim

Senin, 01 Jun 2026, 15:37 WIB

SURABAYA – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meninjau proses Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Surabaya, sekaligus meresmikan fasilitas aula sekolah tersebut, Senin (1/6). Selama ini, sekolah yang terletak di pusat Kota Pahlawan ini  dikenal sebagai tempat menimba ilmu sejumlah figur terkenal mulai Presiden Pertama RI, Soekarno, pentolan dan vokalis Dewa 19, Ahmad Dhani dan Ari Lasso, hingga seluruh personel PADI; Fadly, Piyu

Ari, Yoyok dan Rindra. 

Ket. Foto: Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, dan Kadindik Jatim, Aries Agung Paewai, memantau verifikasi data SPMB 2026 di SMA Negeri 2 Surabaya, Senin (1/6) — Sumber: Koran Jakarta/ Selocahyo

Khofifah berharap, tahapan SPMB di Jatim berjalan lancar dan masyarakat dapat mendapatkan layanan terbaik dari sekolah-sekolah yang diinginkan. Namun dia mengingatkan bahwa kapasitas siswa di SMA dan SMK negeri di Jatim hanya kurang daru 40 persen jumlah lulusan murid SMP. 

"Tapi sebesar-besarnya mereka bisa masuk, kapasistas SMA dan SMK negeri di Jatim 39,3 persen. Jadi ada ruang mereka harus menentukan ke sekolah-sekolah swasta, karena daya tampungnya sekitar itu."

Khofifah mengungkapkan kabar gembira bahwa sangat banyak sekolah swasta yang menyediakan memberikan beasiswa, baik SMK atau SMA. Dia juga berterima kasih kepada seluruh pengelola SMA swasta di Jatim karena ada kenaikan jumlah sekolah yang menyediakan beasiswa dari 1.757 sekolah pada tahun 2025 menjadi 2.106 sekolah, dengan kumulatif beasiswa untuk 72.989 murid tahun 2025 menjadi 79.086 murid. 

"Ini rata di seluruh kabupaten dan kota, tahun ini jumlah kenaikan cukup signifikan,  untuk meringankan beban masyarakat. Kami berterima kasih dengan kegotong royongan dan kebersamaan ini dengan memberi beasiswa," tuturnya. 

Tingkarkan sarana

Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga mengungkapkan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan kualitas sarana pendidikan. Salah satunya melalui program revitalisasi 15 ruang kelas di SMA Negeri 2 Surabaya yang akan dimulai pada Juni 2026.

Pemprov Jawa Timur, kata dia, telah menyiapkan dukungan anggaran sebesar 1,5 miliar rupiah. Selain itu, sekolah juga berpeluang memperoleh tambahan bantuan dari pemerintah pusat sekitar 781 juta rupiah.

Dia kembali menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia dan sektor pendidikan menjadi prioritas utama pemerintahannya sejak periode pertama memimpin Jawa Timur.

Ia mengaku sengaja menempatkan pendidikan sebagai agenda paling penting karena meyakini kualitas SDM akan menentukan masa depan daerah maupun bangsa.

"Jejak kami periode pertama memang pendidikan menjadi prioritas sangat utama. Kami ingin menyiapkan Jawa Timur juara dan pantas menjadi juara," katanya.

Optimisme tersebut bukan tanpa alasan. Khofifah memaparkan bahwa Jawa Timur kembali mencatat prestasi nasional dalam penerimaan mahasiswa baru perguruan tinggi negeri.

Menurutnya, pada jalur masuk perguruan tinggi negeri tanpa tes maupun jalur tes yang diumumkan tahun ini, Jawa Timur kembali menjadi provinsi dengan jumlah siswa diterima terbanyak secara nasional untuk ketujuh kalinya berturut-turut.

"Ketika semua orang berbicara tentang Indonesia Emas 2045, maka insya Allah yang mengisi posisi-posisi strategis di negeri ini adalah anak-anak Jawa Timur para juara," ujarnya. 

  • Pendaftaran SPMB

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.