PSG Pertahankan Gelar Liga Champions Usai Taklukkan Arsenal Lewat Adu Penalti

Minggu, 31 Mei 2026, 05:06 WIB

BUDAPEST, HUGARIA – Paris Saint-Germain (PSG) berhasil mempertahankan gelar Liga Champions setelah menundukkan Arsenal dengan skor 4-3 melalui adu penalti, menyusul hasil imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu dalam final yang berlangsung di Puskas Arena, Sabtu (30/5) malam waktu setempat.

Keberhasilan ini menjadikan PSG sebagai tim kedua di era Liga Champions yang mampu menjuarai kompetisi elite Eropa secara beruntun setelah Real Madrid. Tim asuhan Luis Enrique kembali menunjukkan mental juara meski harus bekerja keras menghadapi perlawanan sengit Arsenal.

Ket. Foto: Pemain Paris Saint-Germain dan Arsenal berebut bola dalam laga final Liga Champions, Sabtu (30/5) malam waktu setempat. — Sumber: AFP

Drama adu penalti menjadi penentu setelah kedua tim bermain imbang selama 120 menit. Arsenal harus menelan kekecewaan ketika dua eksekutornya, Eberechi Eze dan Gabriel Magalhães, gagal menjalankan tugas dari titik putih.

Bagi Arsenal, kekalahan ini menjadi luka kedua di partai final Liga Champions setelah sebelumnya takluk dari Barcelona pada 2006. Meski demikian, juara Liga Inggris tersebut menunjukkan daya juang luar biasa dengan memaksa laga berlangsung hingga babak tambahan.

“Kemenangan ini terasa lebih besar karena kami tahu betapa sulitnya menghadapi Arsenal. Bagi tim dan kota ini, luar biasa bisa kembali menjadi juara,” ujar Luis Enrique kepada Canal Plus.

PSG kini mulai mewujudkan ambisi membangun dinasti baru di sepak bola Eropa. Gelar pertama mereka diraih setelah penantian panjang selama 55 tahun, sementara trofi kedua secara beruntun membuka peluang dominasi lebih lanjut dalam beberapa musim mendatang.

“Kami kini berada sejajar dengan Real Madrid. Mereka bertahan sepanjang pertandingan, tetapi sepak bola selalu adil. Hari ini tim yang tepat menjadi juara,” kata gelandang PSG, Fabian Ruiz.

Arsenal tampil mengejutkan sejak awal laga. Baru enam menit pertandingan berjalan, Kai Havertz membawa The Gunners unggul.

Gol bermula dari sapuan kurang sempurna kapten PSG, Marquinhos. Bola mengenai Leandro Trossard dan jatuh tepat di jalur Havertz. Penyerang Jerman itu berlari bebas menembus pertahanan PSG sebelum melepaskan tembakan keras dari sudut sempit yang menghujam atap gawang.

Gol tersebut membuat PSG berada dalam tekanan besar. Arsenal yang hanya kebobolan enam gol sepanjang perjalanan menuju final tampil disiplin dan mampu meredam kreativitas lini serang klub Prancis itu.

PSG memang mendominasi penguasaan bola, tetapi kesulitan menembus rapatnya pertahanan Arsenal. Bahkan bek Brasil Gabriel beberapa kali melakukan penyelamatan krusial, termasuk menghentikan pergerakan berbahaya Khvicha Kvaratskhelia.

Memasuki babak kedua, PSG meningkatkan tempo permainan. Upaya mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-67.

Kvaratskhelia melakukan kombinasi cepat dengan Ousmane Dembele sebelum dijatuhkan oleh Cristhian Mosquera di dalam kotak penalti.

Dembele yang maju sebagai algojo menjalankan tugas dengan sempurna. Tendangan rendahnya mengecoh kiper Arsenal, David Raya, sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Gol tersebut menjadi gol ke-45 PSG di Liga Champions musim ini, menyamai rekor produktivitas tertinggi dalam sejarah kompetisi.

PSG nyaris membalikkan keadaan ketika Kvaratskhelia menusuk dari sisi kiri dan melepaskan tembakan yang hanya membentur tiang gawang. Arsenal yang mulai kelelahan beruntung tidak kebobolan pada momen tersebut.

Setelah tidak ada gol tambahan hingga akhir perpanjangan waktu, pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.

PSG memasuki fase ini dengan kepercayaan diri tinggi setelah memenangi lima adu penalti terakhir mereka dan sudah mengangkat tiga trofi melalui cara yang sama musim ini.

Arsenal menjadi tim pertama yang melakukan kesalahan ketika Eberechi Eze melepaskan tendangan melebar. Namun David Raya sempat menghidupkan asa tim London dengan menggagalkan eksekusi Nuno Mendes. Tak lama kemudian, Declan Rice sukses menyamakan skor adu penalti menjadi 2-2.

Ketegangan memuncak saat Lucas Beraldo membawa PSG unggul 4-3. Kesempatan terakhir Arsenal berada di kaki Gabriel. Namun bek Brasil itu justru melepaskan tendangan yang melambung jauh di atas mistar.

Seketika para pemain PSG berhamburan ke lapangan merayakan keberhasilan mempertahankan mahkota Eropa. Di Paris, puluhan ribu suporter yang memadati Parc des Princes turut berpesta. Kembang api menghiasi langit ibu kota Prancis, sementara nyanyian “Champions of Europe” dan “Back-to-Back” menggema sepanjang malam.

Bagi Luis Enrique, trofi ini menjadi gelar Liga Champions ketiganya sebagai pelatih setelah sebelumnya membawa Barcelona berjaya pada 2015. Sementara bagi PSG, kemenangan di Budapest menandai awal dari era baru yang mereka harapkan menjadi periode dominasi panjang di sepak bola Eropa.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.