Rupiah Melemah 5,8 Persen, 29 Mei 2026

Jumat, 29 Mei 2026, 08:05 WIB

JAKARTA – Rupiah sepanjang tahun ini melemah 973 poin atau sekitar 5,8 persen di tengah banyaknya tekanan terhadap ekonomi dalam negeri. Pelemahan tersebut men­cerminkan tingginya tekanan terhadap perekonomian do­mestik di tengah ketidakpastian global yang masih kuat. 

Penguatan dollar AS akibat suku bunga tinggi Amerika Serikat (AS), arus keluar modal asing, serta meningkatnya kebutuhan impor menjadi faktor utama yang menekan ni­lai tukar. Di sisi lain, pelemahan rupiah juga menunjukkan pasar masih sensitif terhadap kondisi fiskal, defisit transaksi berjalan, dan prospek pertumbuhan ekonomi nasional.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Jika berlangsung berkepanjangan, depresiasi rupiah ber­potensi meningkatkan biaya impor, menekan daya beli ma­syarakat, serta memicu tekanan inflasi, sehingga stabilisasi nilai tukar dan penguatan fundamental ekonomi menjadi semakin penting.

Dalam penutupan perdagangan, Selasa (26/5), nilai tu­kar berada di level 17.796 rupiah per dollar AS atau jauh me­lampaui posisi saat akhir tahun lalu yang bertepatan pada 30 Desember 2025, yakni di 16.771 rupiah per dollar AS. Bahkan, kurs rupiah saat ini jauh di atas target pemerintah di level 16.500 rupiah per dollar AS.

“Pelemahan rupiah pada 26 Mei lalu dipicu serangan baru AS ke Iran,” ujar pengamat pasar uang Ibrahim As­suaibi.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.