Qatar Datang Lebih Kuat, Al Annabi Siap Hapus Luka Piala Dunia 2022
Jumat, 29 Mei 2026, 09:20 WIBEmpat tahun lalu, Timnas Qatar datang ke Piala Dunia 2022 dengan status tuan rumah. Mereka disambut sorotan dunia, stadion megah, dan ekspektasi tinggi sebagai wajah baru sepak bola Timur Tengah. Namun di balik kemeriahan tersebut, Al Annabi justru pulang dengan luka besar.
Qatar menelan tiga kekalahan dari tiga pertandingan fase grup. Mereka kalah 0-2 dari Ekuador pada laga pembuka, tumbang 1-3 dari Senegal, lalu menutup turnamen dengan kekalahan 0-2 dari Belanda. Catatan itu membuat Qatar menjadi tuan rumah pertama dalam sejarah Piala Dunia yang gagal meraih satu poin pun di fase grup.
Kegagalan tersebut sempat memunculkan keraguan terhadap proyek besar sepak bola Qatar. Namun federasi tidak memilih jalan instan dengan membongkar fondasi yang sudah dibangun bertahun-tahun.
Sebaliknya, Qatar justru melanjutkan proyek jangka panjang mereka.
Kini, menuju Piala Dunia 2026, Qatar hadir dengan cerita berbeda. Mereka tidak lagi datang karena privilese sebagai tuan rumah. Al Annabi lolos melalui jalur kualifikasi Asia yang panjang dan penuh tekanan. Status tersebut membuat perjalanan mereka menuju Amerika Utara terasa jauh lebih berharga.
Proyek Sepak Bola Qatar Mulai Menuai Hasil
Meski belum memiliki sejarah besar seperti Brasil, Argentina, atau Jerman, Qatar perlahan berkembang menjadi salah satu kekuatan paling stabil di Asia.
Dua gelar Piala Asia secara beruntun menjadi bukti bahwa proyek sepak bola mereka bukan sekadar pencitraan sesaat. Akademi Aspire, pembinaan usia muda, investasi besar di kompetisi domestik, hingga perekrutan pelatih elite Eropa mulai memperlihatkan hasil nyata.
Qatar menjuarai Piala Asia 2019 dengan performa impresif sebelum kembali mempertahankan trofi pada edisi 2023. Dalam beberapa tahun terakhir, mereka tidak lagi dipandang sebagai tim kejutan, melainkan salah satu elite baru di kawasan Asia.
Fondasi tersebut menjadi modal penting saat menjalani kualifikasi Piala Dunia 2026.
Jalur Kualifikasi yang Penuh Tekanan
Perjalanan Qatar menuju Piala Dunia 2026 tidak selalu berjalan mulus. Pada fase awal kualifikasi, performa mereka sempat naik turun. Tekanan setelah kegagalan di Piala Dunia 2022 masih terasa, sementara pergantian pelatih membuat permainan tim sempat kehilangan arah.
Namun pengalaman menjadi pembeda.
Di bawah asuhan Julen Lopetegui, Qatar perlahan menemukan keseimbangan baru. Pelatih asal Spanyol tersebut membawa pendekatan yang lebih fleksibel dan pragmatis.
Jika pada era sebelumnya Qatar identik dengan serangan balik cepat, kini mereka juga mampu mengontrol tempo permainan dan tampil lebih sabar saat membangun serangan.
Hasilnya mulai terlihat sepanjang fase kualifikasi. Qatar tampil lebih konsisten dan akhirnya memastikan tiket menuju Piala Dunia 2026 melalui putaran akhir zona Asia.
Sentuhan Julen Lopetegui
Kehadiran Julen Lopetegui menjadi salah satu perubahan terbesar dalam proyek Qatar menuju Piala Dunia 2026.
Nama Lopetegui bukan sosok asing di sepak bola dunia. Ia pernah menangani Timnas Spanyol, Real Madrid, Sevilla, Wolverhampton Wanderers, hingga West Ham United.
Sebagai pelatih, Lopetegui dikenal detail dalam taktik dan sangat disiplin dalam organisasi permainan. Filosofi tersebut kini mulai terlihat dalam permainan Qatar.
Al Annabi tampil lebih rapi ketika melakukan transisi dari bertahan ke menyerang. Struktur lini tengah juga terlihat lebih kuat dibanding empat tahun lalu.
Menariknya, Lopetegui tidak sepenuhnya mengubah identitas Qatar. Ia tetap mempertahankan kecepatan dan fleksibilitas pemain depan, tetapi menambahkan keseimbangan taktik yang sebelumnya belum dimiliki Qatar.
Hasilnya, Qatar kini tampil lebih matang secara organisasi tim dan mentalitas permainan.
Chemistry Jadi Senjata Utama
Berbeda dengan banyak negara lain yang mengandalkan individualitas pemain bintang, kekuatan utama Qatar justru terletak pada chemistry tim.
Mayoritas pemain mereka tumbuh bersama sejak usia muda melalui sistem pembinaan Aspire Academy. Mereka memahami karakter satu sama lain dengan sangat baik, membuat permainan Qatar terlihat lebih cair dan kolektif.
Di lini depan, Akram Afif masih menjadi pusat kreativitas serangan Al Annabi.
Pemain Al-Sadd tersebut merupakan simbol generasi emas Qatar. Kecepatan, kemampuan duel satu lawan satu, serta visi bermain membuat Afif menjadi ancaman utama bagi pertahanan lawan.
Selain Afif, Qatar juga masih memiliki sejumlah pemain berpengalaman seperti Almoez Ali dan Hassan Al-Haydos yang tetap menjadi bagian penting tim nasional.
Menariknya, nama Sebastian Soria masih masuk dalam skuad sementara meski usianya sudah menginjak 42 tahun. Jika dimainkan di Piala Dunia 2026, ia berpotensi menjadi salah satu pemain outfield tertua dalam sejarah turnamen.
Qatar Datang dengan Wajah Baru
Empat tahun lalu, Qatar tampil di Piala Dunia sebagai tim debutan yang terbebani ekspektasi besar. Kini mereka datang dengan pengalaman, mental lebih kuat, dan identitas permainan yang jauh lebih matang.
Mereka memang belum berada di level negara elite Eropa maupun Amerika Selatan. Namun secara organisasi tim, Qatar berkembang signifikan dibanding saat tampil di kandang sendiri pada 2022.
Status underdog justru bisa menjadi keuntungan tersendiri bagi Al Annabi. Tanpa tekanan sebagai tuan rumah, mereka berpeluang tampil lebih lepas dan menghadirkan kejutan baru di Amerika Utara.
Piala Dunia 2026 akan menjadi ujian sesungguhnya bagi proyek sepak bola Qatar. Setelah bertahun-tahun membangun fondasi, kini dunia menunggu apakah Al Annabi benar-benar mampu membuktikan diri sebagai kekuatan baru sepak bola Asia.
Daftar Pemain Sementara Timnas Qatar
Kiper
Shehab Ellethy (Al-Shahania SC)
Bek
Lucas Mendes (Al-Wakrah SC), Al-Hashmi Al-Hussain (Al-Arabi SC), Boualem Khoukhi (Al-Sadd SC)
Gelandang
Karim Boudiaf (Al-Duhail), Mohammed Waad (Al-Sadd), Tahsin Mohammed (Al-Duhail)
Penyerang
Akram Afif (Al-Sadd), Almoez Ali (Al-Duhail), Hassan Al-Haydos (Al-Sadd), Ahmed Al Janehi (Al-Gharafah), Ahmed Alaa (Al-Rayyan), Edmilson Junior (Al-Duhail), Mohammed Muntari (Al-Gharafah), Mubarak Shanan (Al-Duhail), Youssef Abdulrazaq (Al-Sadd)
- Qatar
- Piala Dunia 2026
- Profil Tim Peserta Piala Dunia
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra, Berbagai Sumber
Berita Terkait:
-
Timnas Inggris Menuju Piala Dunia 2026: Generasi Emas The Three Lions Siap Memburu Mahkota Dunia
-
Inggris Tutup Persiapan Piala Dunia 2026 Lawan Kosta Rika, Tuchel Cari Formula Terbaik
-
Piala Dunia 2026 Segera Dimulai, FIFA Hadapi Gelombang Kritik di Tengah Euforia Sepak Bola
-
Meriahkan Piala Dunia 2026, Warga Ambon Diajak Nobar Bersama di Mapolresta
-
Pantai Gading vs Ekuador: Pertarungan Dua Kekuatan yang Memburu Tiket 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Ancelotti Bawa Harapan Baru, Brasil Uji Kekuatan Maroko di Laga Perdana Piala Dunia 2026
-
Uruguay Tertahan Perlawanan Gigih Arab Saudi, Persaingan Grup H Piala Dunia 2026 Makin Terbuka
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.