- Home
-
- Luar Negeri
-
- Iran Menetapkan 'Garis Mer...
Iran Menetapkan 'Garis Merah' Hak Perkaya Uranium di Tengah Ketegangan dengan Trump
Jumat, 29 Mei 2026, 00:00 WIBTEHERAN - Seorang pejabat Iran menegaskan pada hari Rabu (27/5) bahwa Teheran tidak akan mundur dari "garis merah" dalam negosiasi dengan Amerika Serikat.
Dari Fox News, kepala komite keamanan nasional parlemen Iran, Ebrahim Azizi, menulis dalam sebuah unggahan di X bahwa garis merah Iran mencakup hak negara tersebut untuk memperkaya uranium, mempertahankan persediaan uranium yang diperkaya, dan mengendalikan Selat Hormuz.
Ia juga menyerukan pencabutan semua sanksi terhadap Iran.
Azizi mengkritik Presiden Donald Trump , menuduhnya berupaya mencapai kesepakatan dengan Iran "untuk menyelamatkan dirinya sendiri" dari apa yang ia sebut sebagai "kebuntuan strategis" seputar negosiasi AS-Iran.
Trump mengatakan dalam rapat Kabinet pada hari Rabu bahwa Iran "bernegosiasi dengan kondisi serba kekurangan," sambil menuduh Teheran mengandalkan taktik penundaan untuk mencoba "mengulur waktu" dalam pembicaraan denuklirisasi.
âIran sangat bertekad, mereka sangat ingin mencapai kesepakatan â sejauh ini mereka belum berhasil,â katanya.
- Perang Iran
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Dihantui Rudal Presisi AS-Israel, Pemimpin Tertinggi Iran Absen dari Pemakaman Ayahnya
-
Pilot-pilot F-5 Iran Ungkap Kisah Serangan Jauh di Garis Belakang Lawan, Pangkalan Udara AS Kuwait
-
Trump hingga Netanyahu Masuk Target, Surat Kabar Iran Terbitkan Daftar Balas Dendam
-
Pesan Terbaru Iran Picu Pertanyaan Tentang Suksesi Mojtaba Khamenei.
-
Mojtaba Bersumpah Balas Kematian Ayahnya, Trump Siapkan 1.000 Rudal Serang Iran
-
Trump Pertimbangkan untuk Berperang Habis-habisan dengan Iran
-
Dewan Keamanan Iran Mengkonfirmasi Perang akan Segera Berakhir
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.