Tindak Lanjuti Keluhan Masyarakat, Polres Lombok Timur Pantau Antrean BBM di SPBU
Rabu, 05 Agu 2026, 05:27 WIBLOMBOK TIMUR - Kepolisian Resort (Polres) Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan pemantauan pembelian bahan bakar minyak (BBM) untuk merespons cepat keluhan masyarakat terkait antrean kendaraan di sejumlah SPBU (stasiun pengisian bahan bakar).
Kapolres Lombok Timur AKBP Ariakta Gagah Nugraha di Lombok Timur, Selasa (4/8) mengatakan pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan pengecekan langsung terhadap ketersediaan bahan bakar minyak di lapangan atau di SPBU.
"Langkah ini dilakukan bersama jajaran Polres dan Polda Nusa Tenggara Barat guna memastikan stok BBM mencukupi dan distribusi berjalan normal sesuai kebutuhan masyarakat," katanya.
Oleh karena itu, pihaknya telah menurunkan tim untuk mengecek langsung stok BBM di masing-masing SPBU.Â
"Ini penting untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi,â katanya.
Dari hasil pemantauan sementara, Kapolres mengungkapkan stok BBM di sejumlah SPBU relatif tersedia. Namun ia tidak menampik adanya faktor lain yang memicu antrean kendaraan saat pembelian di SPBU.
âDari hasil monitoring, ada beberapa jam operasional SPBU yang mungkin tidak sesuai dengan jam aktivitas masyarakat, sehingga kemarin sempat menimbulkan kepadatan antrean,â katanya.
Kapolres juga mengaku telah melakukan pemantauan langsung ke lapangan untuk melihat perkembangan dan mengidentifikasi penyebab utama penumpukan kendaraan di sejumlah titik SPBU.
Terkait isu adanya dugaan mafia BBM, Kapolres menegaskan pihaknya belum dapat mengambil kesimpulan, karena penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan apakah ada indikasi pelanggaran dalam distribusi BBM.
âKalau terkait mafia, kami masih belum bisa menyimpulkan. Yang jelas, kami masih menelusuri apa penyebab pasti hingga terjadi penumpukan kendaraan,â katanya.
Pihaknya memastikan akan terus melakukan pengawasan dan koordinasi dengan pihak terkait guna menjaga kelancaran distribusi BBM, sekaligus mencegah potensi gangguan yang dapat merugikan masyarakat.
"Kami himbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan, sembari menunggu hasil penelusuran resmi dari pihak kepolisian terkait kondisi distribusi BBM di wilayah Lombok Timur," katanya.
- Keluhan Masyarakat
- Polres Lombok Timur
- antrean bbm
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Hormati Lebaran, Pakistan Hentikan Sementara Serangan Mematikan ke Afghanistan
-
Hingga April 2026, BRI Genjot KUR Rp65,95 Triliun untuk UMKM
-
Festival Budaya Dayak Kenyah di Pampang Jadi Benteng Pelestarian Tradisi Leluhur
-
Antrean kendaraan mengisi BBM di Padang
-
Menhan Sjafrie Bertemu Richard Marles: Bahas Jakarta Treaty dan Geopolitik Kawasan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.