Api Dharma Waisak Disakralkan di Candi Mendut Magelang

Jumat, 29 Mei 2026, 19:43 WIB

MAGELANG - Api Dharma Waisak yang diambil dari Mrapen Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, disemayamkan di Candi Mendut Kabupaten Magelang sebelum nanti dibawa ke Candi Borobudur saat peringatan Waisak 2026.

Sekjen Walubi Biksu Kamsai Sumana Mahathera di Magelang, Jumat (29/5), menyampaikan umat Buddha memaknai api dharma Waisak sebagai simbol terang kebijaksanaan yang mampu melenyapkan kegelapan batin manusia, seperti kebencian, emosi, dan kebodohan.

Ket. Foto: Api Dharma Waisak di Candi Mendut, Magelang. — Sumber: antara foto

Ia menuturkan, api dalam tradisi Waisak bukan sekadar nyala simbolis, melainkan lambang penerangan kehidupan menuju kedamaian dan kasih sayang antarsesama.

"Api itu simbolis tradisi kita menjadi terang. Terang itu damai, damai adalah kebijaksanaan untuk melawan kotoran batin, baik saat kita berada dalam kegelapan, kebencian, maupun kebodohan," katanya.

Menurut dia, cahaya api menjadi pengingat bagi manusia untuk hidup berdampingan dengan penuh cinta kasih dan welas asih sehingga kegelapan batin dapat berubah menjadi terang kehidupan.

Ia menjelaskan lilin yang dinyalakan dalam prosesi Waisak juga memiliki makna kebijaksanaan Sang Buddha. Warna merah, putih, dan kuning pada lilin melambangkan kebahagiaan, kesucian, serta cahaya kebijaksanaan.

Dalam rangkaian Waisak tahun ini, umat Buddha diizinkan melaksanakan pradaksina dan meditasi di area samping Candi Mendut karena pemerintah tengah melakukan pemugaran pada bagian dalam candi.

Ia mengatakan kondisi bagian dalam candi mulai mengalami rembesan air sehingga diperlukan perhatian dan renovasi jangka panjang guna menjaga kelestarian bangunan bersejarah tersebut.

Api dharma selanjutnya akan disemayamkan di area sekitar Candi Mendut sebelum dibawa menuju Candi Borobudur pada 31 Mei 2026 sebagai bagian dari puncak perayaan Waisak nasional.

Setelah prosesi penerimaan api, umat Buddha dari berbagai aliran yang tergabung dalam Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) akan melaksanakan doa secara bergantian.

"Doa itu berisi hal-hal positif, doa untuk kebahagiaan dan kesehatan. Makna Waisak adalah menyucikan hati dan pikiran," katanya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

Berita Terbaru

UMKM Tegal Punya Harapan Baru, OJK Perkuat Akses Pembiayaan

Awal yang Baik bagi Madrid Bersama Mourinho Usai Tundukkan Espanyol

Program-program Unggulan Gorontalo akan Menuju Laut

Banjarmasin 5 Abad, Festival Tari Jadi Cara Rawat Tradisi Banjar

NU Menegaskan akan Menolak Penggunaan Uang dalam Muktamar. Politik Uang Itu Moral Bobrok

Jangan Tertipu! BP3MI Sulsel Ingatkan Warga Pilih Jalur Resmi Kerja di Luar Negeri

Awal yang Cantik di Periode Kedua, Mourinho bawa Madrid Kalahkan Espanyol 2-1

Lima Mahasiswa UI Bikin Gebrakan di AS, Jadi Satu-satunya Tim S-1 di Program Geosains Dunia

Mandi di Pantai Tuturuga Berujung Petaka, 4 Orang Terseret Ombak

Niat Awal Ingin Inspeksi, GM Pelindo Maumere Justru Berjibaku Selamatkan Korban Gempa Jatuh ke Laut

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

Inter Milan Rekrut Curtis Jones dari Liverpool, Kontrak hingga 2031

Kirab Ancak Agung Jember Kembali Bikin Sejarah, Rekor MURI Berhasil Dipecahkan!

Pemprov Gorontalo Perkuat Sektor Agro Maritim

Sungai Musi Bersih, Kota Palembang Asri! Wali Kota Dorong Aksi Peduli Lingkungan

Pemkot Palu Sasar 31.316 Penerima Manfaat Bantuan Pangan

Hasil Liga Spanyol: Mourinho Awali Periode Kedua di Madrid dengan Kemenangan 2-1 Atas Espanyol

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.