Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo: Bersih Sungai Jadi Gerakan Ubah Perilaku Masyarakat.

Senin, 25 Mei 2026, 05:30 WIB

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyatakan kerja bakti bersih-bersih sungai tidak hanya sekadar membersihkan fisik sungai, tapi bagian dari rekonstruksi sosial untuk mengubah perilaku masyarakat dalam mengelola sampah dan lingkungan.

"Pada prinsipnya ini tidak hanya makna secara fisik sungainya bersih, tapi mengubah perilaku masyarakat itu menjadi lebih penting," kata Wali Kota Hasto Wardoyo di sela memantau kerja bakti bersih Sungai Code di sekitar Dam Tungkak Yogyakarta, Minggu.

Ket. Foto: Kerja bakti bersih Sungai Code di Kota Yogyakarta. Minggu (24/5) — Sumber: Antara Foto

Terlebih, lanjutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta sedang menggalakkan rekonstruksi sosial, mengubah perilaku masyarakat yang semula ringan tangan membuang sampah ke sungai, menjadi sadar untuk tidak lagi membuang ke sungai.

"Saya kira mahasiswa menjadi agent of change (agen perubahan) yang nantinya bisa kampanye besar-besaran dan mengajak masyarakat untuk mengubah perilakunya," kata Hasto Wardoyo.

Dia mengatakan Pemkot Yogyakarta sudah ada gerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas JOS) yang melibatkan juru pilah sampah (jumilah). Harapannya mereka bersama para lurah di wilayah menggerakkan masyarakat di bantaran untuk membersihkan sungai.

Bahkan Hasto mengingatkan para lurah bahwa  sungai bersih, rumput dan sampah harus dibersihkan menjadi tanggung jawab wilayah.

Pemkot Yogyakarta, kata dia, juga melakukan kegiatan susur Sungai Code beberapa hari lalu untuk memantau kondisi sungai, sebagai bagian dari penataan sungai di wilayah Kota Yogyakarta.

Hasto mengatakan Pemkot Yogyakarta juga memiliki program penataan sungai dengan Konsep Mundur Munggah Madhep Kali (mundur, naik dan menghadap ke sungai), dengan harapan ke depan sepanjang Sungai Code bisa diakses kendaraan mobil.

"Kami sedang menggalakkan Program Mundur, Munggah, Madhep Kali. Dengan cara begitu, maka rumah tidak ada yang membelakangi sungai, kotoran tidak ada yang ke sungai. Kalau ada kebakaran, ada emergency yang harus dijangkau, bisa dijangkau (mobil)," kata Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo.

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

Berita Terbaru

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

Gerak Cepat Atasi Karhutla! Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut, BMKG Kini Bergerak ke Berau

Nasib 193 Pedagang Ikan Kramat Jati Terungkap, Bakal Dipindah ke Lokbin

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.