Usyk Pertahankan Gelar Tinju Kelas Berat Dunia Usai Hentikan Verhoeven dalam Duel Kontroversial di Mesir

Minggu, 24 Mei 2026, 09:25 WIB

KAIRO, MESIR - Raja tinju kelas berat dunia, Oleksandr Usyk, berhasil mempertahankan sabuk juara WBA, WBC, dan IBF setelah meraih kemenangan dramatis atas legenda kick-boxing Rico Verhoeven dalam pertarungan penuh kontroversi di Mesir, Minggu (24/5) dini hari WIB.

Bertarung dengan latar megah Piramida Giza, Usyk menang TKO hanya satu detik sebelum ronde ke-11 berakhir. Namun keputusan wasit menghentikan duel memicu perdebatan karena Verhoeven dinilai masih mampu melanjutkan pertarungan.

Ket. Foto: Ilustrasi pertandingan tinju kelas berat dunia, Oleksandr Usyk melawan Rico Verhoeven di Mesir, Minggu (24/5) dini hari WIB. — Sumber: AFP

“Saya pikir penghentian itu terlalu cepat, tetapi pada akhirnya itu bukan keputusan saya,” kata Verhoeven kepada DAZN usai laga.

“Saya ingin wasit membiarkan saya bertarung sampai habis atau setidaknya sampai ronde ke-12. Menurut saya, skor kami cukup imbang.”

Meski kalah, Verhoeven mengaku bangga dengan penampilannya dan berharap dunia tinju mulai mengakui kemampuannya di atas ring tinju profesional.

“Saya sangat bangga dengan performa saya dan semoga dunia tinju menerima saya sebagai petinju,” ujar petarung Belanda tersebut.

Verhoeven juga mengungkapkan bahwa Usyk menawarkan duel ulang setelah pertandingan berakhir.

Bagi Usyk, kemenangan ini terasa spesial sekaligus emosional. Petinju Ukraina itu mengaku terus memikirkan kondisi keluarganya di tengah situasi perang yang masih berlangsung di negaranya.

“Saat ini rakyat Ukraina sedang berada di bunker perlindungan, begitu juga putri saya,” kata Usyk. “Dia mengirim pesan kepada saya, ‘Papa, aku mencintaimu, kamu akan menang’.”

Usyk kemudian memuji Verhoeven yang mampu memberinya salah satu pertarungan tersulit sepanjang karier kelas beratnya.

“Terima kasih banyak, Rico. Kamu petarung luar biasa. Pertarungan ini sangat berat, tetapi juga pertarungan yang bagus,” ujarnya.

Padahal sebelumnya Usyk telah menghadapi sederet nama besar seperti Tyson Fury, Anthony Joshua, dan Daniel Dubois. Namun Verhoeven yang hanya memiliki satu pengalaman tinju profesional pada 2014 justru mampu memberi tekanan besar kepada sang juara dunia.

Sepanjang laga, gaya bertarung agresif Verhoeven membuat Usyk kesulitan menemukan ritme. Serangan tangan kanan petarung Belanda itu beberapa kali mendarat telak dan membuat Usyk terlihat tidak nyaman.

Pertarungan megah tersebut turut disaksikan sejumlah legenda tinju dunia di sisi ring, termasuk Saul Alvarez, Terence Crawford, Gennady Golovkin, serta mantan juara dunia kelas berat Joshua dan Andy Ruiz Jr..

Verhoeven bahkan tampil meyakinkan sejak ronde awal dengan mendaratkan beberapa pukulan kanan keras. Sementara Usyk tampak kesulitan mengatur jarak dan diduga kalah poin pada sebagian besar ronde awal.

Usyk sempat memberi perlawanan lewat uppercut keras pada ronde keempat, tetapi dominasi penuh baru benar-benar muncul menjelang akhir ronde ke-11.

Saat stamina Verhoeven mulai menurun, Usyk melancarkan uppercut telak yang menjatuhkan lawannya ke kanvas. Tak lama kemudian, sebuah pukulan kanan keras kembali membuat Verhoeven terjatuh hingga tubuhnya keluar melewati tali ring.

Meski berhasil bangkit, Verhoeven langsung dihujani kombinasi pukulan beruntun oleh Usyk. Dengan hanya beberapa detik tersisa menuju akhir ronde, wasit memutuskan menghentikan pertarungan saat Verhoeven masih berdiri namun terlihat goyah.

Keputusan tersebut langsung memicu kontroversi karena banyak pihak menilai Verhoeven seharusnya diberi kesempatan bertahan hingga bel berbunyi.

Usai duel, penantang wajib WBC asal Jerman, Agit Kabayel, naik ke atas ring untuk menantang Usyk.

“Saya sudah menunggu pertarungan ini sangat lama. Saya siap dan saya pikir Jerman juga siap. Mari lakukan di stadion Jerman,” kata Kabayel.

Usyk pun langsung merespons tantangan tersebut. “Ayo lakukan. Tidak masalah. Saya siap, saudara,” ujarnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.