Sudan Menembak Jatuh Drone Bayraktar Akinci yang Terbang dari Ethiopia dengan Sesama Akinci

Minggu, 24 Mei 2026, 13:30 WIB

KHARTOUM - Mikiter Sudan menembak jatuh pesawat nirawak (UAV) Bayraktar Akinci, sebuah pesawat serang dan pengintai serbaguna berat, menggunakan pesawat tempur Akinci milik mereka sendiri, dengan menembakkan rudal udara-ke-udara.

Dari Milutarnyi, video aksi penyerangan tersebut dipublikasikan oleh Clash Report .

Ket. Foto: UAV ini dirancang sebagai penerus Bayraktar TB2 yang lebih berat dan jauh lebih kuat, mampu tidak hanya melakukan misi pengintaian dan serangan tetapi juga meluncurkan rudal jelajah jarak jauh dan rudal udara-ke-darat. — Sumber: Istimewa

Angkatan Bersenjata Sudan menyatakan bahwa mereka menembak jatuh drone musuh di dekat kota Ad-Damazin, sekitar 75 kilometer dari perbatasan, setelah drone tersebut memasuki wilayah udara Sudan dari Ethiopia.

Publikasi lokal Hash Sudan mempublikasikan foto-foto puing-puing drone yang jatuh. Berdasarkan ciri-cirinya yang khas, para pengamat di jejaring sosial X mengidentifikasi pesawat yang jatuh tersebut sebagai UAV Akinci, versi B.

Sebagai pengingat, pada awal Mei, seorang juru bicara Angkatan Bersenjata Sudan menuduh Uni Emirat Arab dan Ethiopia melakukan agresi terhadap negaranya dan mendukung militan Pasukan Dukungan Cepat (RSF).

Menurutnya, berdasarkan data yang dikumpulkan oleh lembaga resmi, telah ditetapkan bahwa pada tanggal 1 Maret 2026, tiga drone diluncurkan dari Bandara Bahir Dar di Ethiopia, yang melakukan misi penerbangan di Sudan.

Pada tanggal 17 Maret, pertahanan udara Sudan mencegat dan menembak jatuh salah satu drone tersebut di sebelah utara kota El-Obeid. Tim teknis menganalisis data UAV dan menghubungi pabrikannya, yang mengkonfirmasi bahwa drone dengan nomor seri S88 tersebut milik Uni Emirat Arab.

Bayraktar Akinci adalah pesawat nirawak (UAV) serang dan pengintai serbaguna yang berat dengan daya tahan terbang yang lama, yang dikembangkan oleh perusahaan Turki Baykar.

Pengembangan pesawat nirawak ini dimulai pada pertengahan tahun 2010-an sebagai bagian dari upaya Turki menuju otonomi teknologi di bidang senjata berpemandu presisi dan penerbangan. Pesawat ini melakukan penerbangan pertamanya pada Desember 2019, dan pada tahun 2021 secara resmi diadopsi oleh Angkatan Bersenjata Turki.

UAV ini dirancang sebagai penerus Bayraktar TB2 yang lebih berat dan jauh lebih kuat, mampu tidak hanya melakukan misi pengintaian dan serangan tetapi juga meluncurkan rudal jelajah jarak jauh dan rudal udara-ke-darat.

  • Konflik Sudan

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.