Papua Selatan Andalkan Pelaku Usaha untuk Jaga Pertumbuhan Ekonomi
Minggu, 24 Mei 2026, 21:40 WIBJAYAPURA â Dunia usaha memiliki peran penting dalam menjaga pergerakan roda perekonomian karena menjadi sumber utama investasi, penciptaan lapangan kerja, serta penggerak aktivitas produksi dan distribusi.
Ketika sektor usaha tumbuh stabil, efek bergandanya dapat dirasakan langsung melalui peningkatan pendapatan masyarakat, konsumsi rumah tangga, hingga penerimaan negara.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, kontribusi dunia usaha juga menjadi penopang daya tahan ekonomi domestik.
Karena itu, iklim investasi yang kondusif, kepastian regulasi, dan kemudahan perizinan menjadi faktor penting agar pelaku usaha tetap ekspansif.
Namun, tantangan seperti lemahnya daya beli, biaya logistik tinggi, dan tekanan ekonomi global tetap perlu diantisipasi agar dunia usaha mampu terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan menyebut dunia usaha sangat membantu pemerintah dalam menggerakkan roda perekonomian untuk mewujudkan cita-cita nasional yaitu menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat.
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo dalam siaran pers yang diterima Antara di Jayapura, Minggu (24/5), mengatakan Papua Selatan merupakan wilayah yang sangat kaya akan potensi Sumber Daya Alam (SDA) baik dari sektor perkebunan, peternakan, dan perikanan.
"Bidang-bidang ini menjadi unggulan sehingga ini yang harus bisa dioptimalkan para pengusaha untuk bersama-sama mensejahterakan masyarakat," katanya.
Menurut Safanpo, dari pandangan akademisi, peluang usaha dibagi menjadi tiga sektor yakni produksi, distribusi, dan marketing (pemasaran).
"Sektor produksi di bidang pertanian berkaitan dengan ketersediaan lahan, bibit, pupuk, dan juga sumber daya manusia bidang pertanian," ujarnya.
Dia menjelaskan, sedangkan untuk sektor distribusi meliputi sistem transportasi darat, laut, udara hingga Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) maupun konektivitas antar moda transportasi termasuk distribusi.
"Sehingga ketiga faktor tersebut harus dibangun secara stimulan atau berbarengan oleh pemerintah berkolaborasi dengan dunia usaha guna memperkuat skala ekonomi di daerah ini," katanya lagi.
Dia menambahkan, pihaknya juga meminta para pelaku usaha di daerah itu tidak bergantung pada proyek-proyek dari pemerintah tetapi mampu mengembangkan peluang usaha di berbagai sektor strategis.
"Dunia usaha mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan juga meningkatkan pendapatan daerah sehingga kami harapkan untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi," ujarnya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Dirut Bulog Pastikan Harga Ekspor Beras ke Malaysia di Atas HET di RI
-
Jateng Selatan Memerlukan Pelabuhan Cilacap untuk Koneksitas
-
Mengagetkan Tiba-tiba Ada Kebijakan Baru Ini, Amerika Pertimbangkan Tarik 2.000 Pasukan dari Spanyol
-
Celios: Utang Swasta Melambat, Pemerintah Meningkat!
-
Aldila Capai Semifinal Maroko Open usai Lewati Laga Sengit
-
Samsung Galaxy A27 5G Meluncur dengan Voice Transcription AI
-
Pemprov Kepri Siapkan Bus Listrik Tanjungpinang Mulai 2027, Harga Rp400 Juta per Unit
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.