Gauff Tak Mau Terbebani Status Juara Bertahan di Roland Garros
Minggu, 24 Mei 2026, 00:35 WIBPARIS - Coco Gauff menegaskan dirinya tidak ingin terbebani status sebagai juara bertahan saat kembali tampil di Roland Garros tahun ini.
Petenis Amerika Serikat berusia 22 tahun itu datang ke Paris dengan modal positif setelah mencapai final Italian Open di lapangan tanah liat, meski akhirnya kalah dari Elina Svitolina.
âRasanya musim lalu seperti sudah terjadi 10 tahun lalu,â ujar Gauff, Sabtu (23/5).
Gauff menempati unggulan keempat dan akan menjalani penampilan ketujuhnya di French Open. Meski gelar Grand Slam pertamanya diraih di US Open pada 2023, Roland Garros tetap menjadi panggung paling konsisten dalam kariernya.
Ia selalu mencapai perempat final dalam lima penampilan terakhir di Paris, termasuk saat merebut gelar juara pada edisi 2025.
Namun, Gauff menegaskan catatan impresif tersebut tidak ingin dijadikannya sebagai beban tambahan.
âSetiap kali datang ke turnamen ini, saya bahkan tidak memikirkan hasil-hasil saya sebelumnya di sini,â katanya.
âSaya tahu saya bermain bagus di sini. Bahkan ketika saya tidak tampil dalam level terbaik di pertandingan, saya tahu saya bisa menemukannya lagi karena sejarah saya di tempat ini. Tetapi itu bukan sesuatu yang saya pikirkan sebelum bertanding.â
Salah satu sorotan terbesar terhadap permainan Gauff musim ini adalah servisnya yang belum stabil. Ia memimpin daftar double fault terbanyak di WTA dengan 208 kesalahan ganda sepanjang tahun ini.
Meski demikian, Gauff merasa performa servisnya mulai membaik saat tampil di Roma.
âRata-rata double fault saya di Roma hanya empat per pertandingan. Buat saya itu jauh lebih baik dibanding tahun lalu,â ujarnya.
Sejak mencuri perhatian dunia tenis saat mencapai babak utama Wimbledon di usia 15 tahun, Gauff tumbuh di bawah sorotan publik. Ia mengakui proses tersebut menghadirkan tantangan tersendiri, terutama ketika melakukan kesalahan di usia muda.
âHal terburuk adalah ketika Anda membuat kesalahan saat tumbuh dewasa dan semua orang melihatnya,â kata Gauff.
âTetapi saya juga tidak menganggap itu hal buruk, karena mungkin orang lain bisa melihat diri mereka dalam diri saya dan menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Semua orang harus belajar.â
Gauff mengungkapkan dirinya rutin menjalani terapi dan menulis jurnal untuk menjaga kesehatan mental sekaligus mengendalikan sifat perfeksionisnya.
âSaya bisa menjadi seseorang yang terlalu perfeksionis,â katanya. âSaat bermain, saya ingin memenangkan setiap poin dengan cara yang sempurna. Tetapi tentu saja hal itu tidak selalu terjadi.â
Kini, Gauff mencoba lebih menikmati proses dan memahami naik-turun perjalanan sebagai petenis profesional.
Ia juga merasa perkembangan mental menjadi salah satu kekuatan utamanya saat melaju hingga final di Roma. âSaya memenangkan banyak pertandingan lewat mental bertarung,â ujarnya. âSaya merasa sekarang adalah pemain yang lebih baik dibanding tahun lalu.â
Gauff akan memulai upaya mempertahankan gelarnya di Paris dengan menghadapi rekan senegaranya, Taylor Townsend, pada babak pertama.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
KOWANI Gaungkan Gerakan Tempe Indonesia Menuju UNESCO
-
Selena Gomez Digugat Lima Investor atas Dugaan Penipuan terkait Bisnis Kesehatan Mental
-
Bikin Haru! Ojek Pangkalan, Penjaga Kedai Kopi hingga Damkar Dapat Undangan Upacara HUT RI di Istana
-
Saat Utang Jadi Beban, Pengusaha Ungkap Strategi Menyelamatkan Bisnis
-
Franco Baresi Dimakamkan, Lautan Fans AC Milan Gaungkan "Ciao Capitano"
-
Kebakaran Hutan Mengamuk, Prancis Terpaksa Putus Aliran Listrik
-
Semangat Kemerdekaan Bersama Whoosh
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.