Berbagai Cara Ditempuh Banjarbaru untuk Mengatasi Inflasi

Minggu, 24 Mei 2026, 06:59 WIB

BANJARBARU – Saat ini banyak daerah berjuang mengatasi inflasi. Salah satunya dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), mulai memperkuat ketahanan pangan keluarga dari halaman rumah warga melalui gerakan penanaman cabai dan terong guna membantu menekan pengeluaran rumah tangga sekaligus mengendalikan inflasi daerah.

Program bertajuk “Kartini Hebat Banjarbaru, Ketahanan Pangan Tanam Cabe dan Terong di Halaman Rumah” itu digelar di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Komplek Cahaya Ratu Elok, Kelurahan Sungai Besar, Kecamatan Banjarbaru Selatan.

Ket. Foto: stok cabai — Sumber: ist

Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby di Banjarbaru, Sabtu, turun langsung membagikan bibit cabai dan terong kepada masyarakat serta mengajak kaum perempuan memanfaatkan pekarangan rumah menjadi lahan produktif yang bernilai ekonomi.

“Mudah-mudahan bibit yang diberikan bisa berhasil sampai panen, saya berharap tanaman ini ditanam di halaman rumah masing-masing,” ujar Lisa saat menyerahkan bibit kepada warga.

Menurut dia, gerakan tersebut bukan sekadar kegiatan bercocok tanam, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi keluarga melalui pemanfaatan lahan pekarangan secara sederhana dan berkelanjutan.

Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan Syamsir Rahman serta Ketua TP PKK Kota Banjarbaru H Riandy Hidayat yang memberikan dukungan terhadap gerakan ketahanan pangan keluarga tersebut.

Lisa juga mengatakan perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga, termasuk melalui pengelolaan kebutuhan pangan sehari-hari yang dimulai dari lingkungan terkecil, yakni rumah tangga.

“Apa yang kita lakukan ini merupakan bukti bahwa perempuan-perempuan hebat Banjarbaru tidak hanya menjadi penggerak keluarga, tetapi juga penggerak ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat,” katanya.

Pemkot Banjarbaru berharap gerakan menanam cabai dan terong di halaman rumah dapat membantu masyarakat mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pasar, terutama saat harga komoditas hortikultura mengalami kenaikan.

“Ketahanan pangan tidak selalu dimulai dari lahan luas, tetapi bisa dimulai dari halaman rumah sendiri dengan semangat gotong royong dan kepedulian bersama,” ujar Lisa.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

Harga Emas Antam Senin 24 Agustus 2026 Naik, Segini Harga Terbarunya

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.