Program Magang Nasional Disiapkan Jadi Mesin Cetak Talenta Kerja

Jumat, 22 Mei 2026, 19:00 WIB

JAKARTA – Penguatan kesiapan generasi muda memasuki dunia kerja menjadi semakin penting di tengah perubahan kebutuhan industri yang bergerak cepat akibat digitalisasi dan otomatisasi.

Dunia usaha kini tidak hanya mencari lulusan dengan kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan adaptif seperti komunikasi, kreativitas, penguasaan teknologi, dan kemampuan problem solving.

Ket. Foto: Ilustrasi - Program magang nasional. — Sumber: Istimewa.

Karena itu, sinkronisasi antara pendidikan, pelatihan vokasi, dan kebutuhan pasar kerja menjadi faktor kunci agar tenaga muda tidak tertinggal oleh perubahan tren industri.

Jika tidak dipersiapkan sejak dini, bonus demografi justru berisiko berubah menjadi beban pengangguran usia produktif.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan program Magang Nasional menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat kesiapan generasi muda untuk memasuki dunia kerja melalui penguatan pengalaman praktis dan peningkatan kompetensi.

Menaker Yassierli dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (22/5), menilai dunia kerja saat ini menuntut lebih dari sekadar pengetahuan akademik, tetapi juga pengalaman kerja, pemahaman budaya kerja, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan profesional.

“Persaingan dunia kerja ke depan akan semakin penuh tantangan. Karena itu, program Magang Nasional menjadi wadah untuk terus meningkatkan kemampuan dan kesiapan diri,” ujar Yassierli.

Ia menjelaskan, program Magang Nasional tidak hanya memberikan pengalaman kerja, tetapi juga pembelajaran mengenai tata kelola, produktivitas, dan budaya kerja di lingkungan profesional. Peserta pun didorong untuk aktif menggali pengalaman selama mengikuti program.

Selain itu, peserta memperoleh peningkatan kompetensi teknis maupun nonteknis, termasuk komunikasi, disiplin, dan profesionalisme yang dibutuhkan di dunia kerja.

Lebih lanjut, Kemnaker juga menyediakan fasilitas sertifikasi kompetensi bagi peserta magang sebagai nilai tambah saat memasuki pasar kerja. Dalam program ini pun tersedia sekitar 15 hingga 30 workshop sertifikasi yang dapat dipilih sesuai bidang masing-masing peserta.

“Silakan dimanfaatkan sertifikasi kompetensi sebagai bonus di akhir program. Pilih yang paling relevan dengan bidang yang dikerjakan selama magang,” kata Yassierli.

Menaker Yassierli juga menegaskan bahwa Kemnaker akan terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan program Magang Nasional agar semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker Darmawansyah mengatakan program magang merupakan langkah strategis pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan siap kerja.

Ia menambahkan, program ini juga mendorong pengembangan kemampuan nonteknis seperti komunikasi, disiplin, dan profesionalisme sebagai bekal menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.

Sebagai informasi, pelepasan peserta Magang Nasional Tahap II secara nasional rencananya dilaksanakan pada 26 Mei 2026 oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

  • Program Magang Nasional

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.