Perjuangan Terakhir Hindari Degradasi di Pekan Penutup Liga Inggris

Jumat, 22 Mei 2026, 06:48 WIB

LONDON - Gelar juara Liga Inggris musim 2025-2026 memang sudah menjadi milik Arsenal. Namun, pertandingan terakhir musim ini tetap menghadirkan ketegangan. Persaingan memperebutkan tiket Eropa, perebutan posisi aman dari degradasi, hingga potensi perpisahan emosional Pep Guardiola bersama Manchester City menjadikan laga pekan ke-38 tetap sarat drama.

Di papan bawah, tekanan terbesar mengarah kepada West Ham United dan Tottenham Hotspur. West Ham berada di ambang degradasi setelah menelan tiga kekalahan beruntun. Posisi mereka di zona merah membuat laga kontra Leeds United menjadi pertaruhan hidup-mati.

Ket. Foto: Striker West Ham United, Jarrod Bowen, memberikan tepuk tangan kepada para penggemar setelah pertandingan Liga Primer Inggris antara West Ham United lawan Wolverhampton Wanderers di London. — Sumber: Ben STANSALL / AFP

Masalah utama West Ham musim ini bukan hanya inkonsistensi permainan, melainkan rapuhnya mental ketika menghadapi tekanan. Dalam beberapa pekan terakhir mereka kesulitan menjaga intensitas dan terlalu mudah kehilangan kontrol pertandingan. Namun, laga kandang terakhir musim ini memberi peluang terakhir untuk menyelamatkan diri.

Leeds datang tanpa tekanan besar setelah memastikan bertahan di kasta tertinggi. Dua kemenangan beruntun membuat mereka tampil lebih lepas. Situasi ini justru bisa menjadi ancaman bagi West Ham karena Leeds berpotensi bermain tanpa beban dan lebih berani menekan.

Di London Utara, Tottenham menghadapi pertandingan yang tak kalah menentukan saat menjamu Everton. Kekalahan dari Chelsea pada pertengahan pekan membuat Spurs gagal mengamankan posisi mereka lebih cepat. Meski keunggulan selisih gol membuat hasil imbang kemungkinan cukup untuk bertahan, tekanan psikologis dipastikan membayangi tuan rumah.

Musim Tottenham sebenarnya menggambarkan krisis keseimbangan. Mereka masih mampu mencetak gol, tetapi terlalu sering kehilangan konsentrasi di lini belakang. Dalam situasi penuh tekanan seperti ini, faktor mental akan jauh lebih menentukan dibanding kualitas teknis.

Everton datang tanpa target besar. Posisi papan tengah sudah aman dan mereka dipastikan finis di kisaran peringkat 10 hingga 14. Meski tak lagi memiliki kepentingan klasemen, situasi itu justru bisa membuat Everton tampil lebih tenang dibanding Spurs yang dibebani tuntutan wajib selamat.

Persaingan menuju kompetisi Eropa juga belum selesai. Sunderland masih memiliki peluang merebut tiket Liga Europa atau UEFA Conference League saat menghadapi Chelsea. Kemenangan atas Everton pekan lalu menjadi bukti bahwa Sunderland belum menyerah.

Chelsea memang berhasil menghentikan rentetan buruk setelah mengalahkan Tottenham. Namun, performa mereka belum sepenuhnya stabil. Masalah efektivitas serangan dan inkonsistensi permainan masih terlihat jelas sepanjang musim. Walau demikian, kualitas skuad membuat The Blues tetap lebih difavoritkan untuk mengamankan hasil positif.

Sorotan utama akhir pekan ini juga tertuju ke Selhurst Park ketika Arsenal menghadapi Crystal Palace. The Gunners datang sebagai juara baru setelah memastikan trofi liga beberapa hari lalu. Kesuksesan tersebut menjadi puncak proyek panjang yang dibangun Mikel Arteta sejak beberapa musim terakhir.

Arteta menilai keberhasilan Arsenal lahir dari konsistensi mental para pemain sepanjang musim. “Kami menunjukkan kedewasaan dan rasa lapar dalam setiap pertandingan. Gelar ini adalah hasil dari kerja keras luar biasa para pemain,” ujar Arteta. Meski status juara sudah aman, Arsenal tetap diperkirakan tampil serius. Mereka masih memiliki final Liga Champions di depan mata sehingga menjaga ritme permainan menjadi prioritas penting.

Crystal Palace justru berada dalam situasi berbeda. Fokus mereka perlahan mengarah kepada final UEFA Conference League. Faktor itu membuat intensitas Palace di liga diperkirakan tidak akan maksimal, terlebih mereka juga gagal meraih kemenangan sejak pertengahan April. ben/AFP/G-1

  • Arsenal

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.