Indonesia dan Inggris Perkuat Jalur Dagang Produk Halal
Jumat, 22 Mei 2026, 21:10 WIBJAKARTA â Penguatan rantai pasok produk halal dengan negara lain menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing industri halal domestik di tengah pertumbuhan permintaan global.
Kolaborasi lintas negara memungkinkan kelancaran pasokan bahan baku, standardisasi sertifikasi, hingga perluasan distribusi produk halal ke pasar internasional yang nilainya terus meningkat.
Selain membuka peluang ekspor, integrasi rantai pasok juga dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat industri halal dunia.
Namun, tantangan tetap muncul dalam bentuk harmonisasi regulasi, konsistensi standar halal, serta kesiapan pelaku usaha domestik untuk memenuhi kebutuhan pasar global yang semakin kompetitif.
Pemerintah Indonesia dan Inggris melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan Kamar Dagang Inggris (BritCham) di Indonesia, membahas penguatan rantai pasok produk halal kedua negara.
Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (22/5), mengatakan kedua negara juga membahas implementasi Jaminan Produk Halal (JPH) di Indonesia.
âHalal bukan hambatan perdagangan. Halal adalah customer satisfaction dan loyalitas pelanggan. Ketika kepastian halal terbangun dengan baik, maka produk akan memiliki nilai tambah dan daya saing yang semakin kuat di pasar global,â kata Haikal.
Ia menambahkan, pertemuan dengan BritCham juga menjadi forum dialog strategis antara regulator dan pelaku usaha multinasional dalam memperkuat implementasi kewajiban sertifikasi halal sekaligus mendukung kelancaran perdagangan dan distribusi produk di pasar global.
Selain itu, Haikal juga menegaskan bahwa implementasi wajib halal merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan daya saing produk sekaligus memperkuat kepercayaan konsumen global yang beredar di Indonesia.
Ia juga menegaskan bahwa BPJPH terus membuka ruang dialog bersama pelaku usaha agar implementasi regulasi dapat berjalan secara bertahap, adaptif, dan tetap mendukung keberlangsungan industri nasional maupun internasional.
âYang terpenting adalah bagaimana ekosistem halal ini tumbuh bersama. Regulasi berjalan, pelaku usaha juga mendapatkan kepastian dan pendampingan,â ujar dia.
Sementara itu, Executive Director BritCham Indonesia Anggarini Sesotyoningtyas menyampaikan apresiasi atas keterbukaan BPJPH dalam membangun komunikasi bersama dunia usaha internasional.
Menurutnya, dialog yang konstruktif sangat penting dalam mendukung implementasi halal yang efektif dan selaras dengan dinamika rantai pasok global.
âKami berterima kasih atas keterbukaan dialog ini. Kami membawa berbagai perwakilan bisnis bersama British Embassy untuk berdiskusi mengenai implementasi halal di Indonesia. Kami juga ingin memberikan masukan langsung dari lapangan,â ujar Anggarini.
- BPJPH
- Ekosistem Halal
- britcham
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
IMF Soroti Ketidakpastian Global Masih Berlangsung Beberapa Waktu ke Depan
-
Revolusi Terapi Gen yang Berpotensi Sembuhkan Buta Warna
-
Vape Mau Dilarang? DPR dan BNN Sepakat, Diduga Jadi Celah Baru Peredaran Narkoba
-
Objek Wisata Barito Utara Ramai Saat Lebaran, Mobilitas Masyarakat Meningkat
-
Perkuat Peringatan Dini, BMKG Perluas Radar Cuaca di wilayah Pesisir Perairan Indonesia
-
Purbaya Akan Obok-obok Rekening Para Pejabat Ditjen Pajak. Sebagian Pejabat Akan Dinonaktifkan Sementara
-
Menteri PPPA Sebut Judi Online Ancam Hak Anak
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.