Arema FC Menang 3-1 atas PSIM Yogyakarta

Jumat, 22 Mei 2026, 22:25 WIB

Malang, Jawa Timur -- Pelatih PSIM Yogyakarta Jean Paul Van Gastel menyatakan kekalahan 3-1 dari Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, terjadi karena pemain  kurang fokus pada babak pertama. 

"Saya pikir di babak pertama tidak banyak pemain yang fokus ke dalam pertandingan dan langsung dihukum oleh gol akibat kesalahan sendiri," kata van Gastel.

Ket. Foto: Pelatih PSIM Yogyakarta Jean Paul Van Gastel memberikan keterangan seusai pertandingan melawan Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5). — Sumber: ANTARA/Ananto Pradana

Gol pertama Arema pada menit ke-2 tercipta setelah Dalberto Luan menusuk ke dalam kotak penalti PSIM, kemudian melepaskan umpan matang kepada Joel Vinicius yang  mengoyak gawang Cahya Supriadi.

Dia menilai Arema sukses memaksimalkan keunggulan fisik pemain-pemainnya.

Oleh karena itu, saat waktu istirahat pergantian babak van Gastel mengganti taktik agar timnya tampil menyerang.

Perubahan taktik itu membuat PSIM berani mengambil resiko bermain lebih ofensif.

Tapi tak berjalan maksimal karena Arema FC malah menggandakan kedudukan melalui gol Dalberto Luan pada menit ke-48.

Dia menilai timnya  berhasil bangkit ketika Deri Corfe membuat gol balasan pada menit ke-52.

"Tapi kami kembali kebobolan gol ketiga yang prosesnya sangat bagus itu," ujarnya.

Gol ketiga Arema dicetak oleh Valdeci Moreira pada menit ke-88 melalui tendangan jarak jauh melengkung.

Pelatih asal Belanda ini menyebut secara teknis klub peserta kompetisi Super League banyak yang mengandalkan transisi cepat dan low block sehingga menyulitkan tim yang mengandalkan penguasaan bola.

"Saya melihat di liga ini banyak tim yang bisa terdegradasi tapi banyak juga tim yang bisa masuk ke dalam peringkat lima besar," tuturnya.

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.