Jelang Idul Adha! Bulog Gelontorkan 30 Ribu Liter Minyakita Cegah Harga Naik

Kamis, 21 Mei 2026, 12:34 WIB

JAKARTA – Perum Bulog Kanwil DKI Jakarta dan Banten menyiapkan langkah antisipasi untuk menekan potensi lonjakan harga minyak goreng menjelang Hari Raya Idul Adha. Sebanyak 30 ribu liter Minyakita disiapkan untuk digelontorkan ke pasar-pasar di wilayah DKI Jakarta.

Distribusi akan difokuskan ke pasar yang masuk dalam jaringan SP2KP atau Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok. Bulog memastikan penyaluran akan terus ditambah seiring kedatangan pasokan baru dari produsen.

Ket. Foto: Perum Bulog Kanwil DKI Jakarta dan Banten menyiapkan langkah antisipasi untuk menekan potensi lonjakan harga minyak goreng menjelang Hari Raya Idul Adha — Sumber: istimewa

“Stok saat ini 30 ribu liter, dan akan segera bertambah karena pengiriman dari produsen sudah kami ajukan,” ujar Taufan Akib, Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil DKI Jakarta dan Banten, Rabu (20/5).

Menurut Taufan, langkah ini bertujuan menjaga keseimbangan pasokan di masyarakat agar harga tetap stabil. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu khawatir soal kelangkaan maupun kenaikan harga yang tidak wajar.

“Kami juga berkoordinasi dengan Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta untuk memetakan kebutuhan pasar. Tujuannya agar distribusi Minyakita bisa berjalan lebih tepat sasaran dan efisien,” tambahnya.

 Bantuan Dipercepat

Bulog juga mempercepat penyaluran Bantuan Pangan di wilayah DKI Jakarta. Kendala kemasan akibat keterbatasan bahan baku plastik yang sempat terjadi sebelumnya kini sudah teratasi.

“Penyaluran sedang dikebut. Hari ini beberapa kecamatan serentak menyalurkan, seperti Johar Baru, Senen, Tanah Abang, Kemayoran, Matraman, Kalideres, Cengkareng, Palmerah, Tambora, dan lainnya,” jelas Taufan.

Percepatan ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan pangan pokok masyarakat penerima bantuan terpenuhi menjelang Idul Adha. Setiap Penerima Bantuan Pangan mendapat 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng untuk alokasi dua bulan.

“Penyaluran ini diharapkan bisa menahan permintaan di pasar sehingga tidak memicu kenaikan harga. Selain menjaga stabilitas harga, ini juga menjadi stimulus ekonomi sekaligus penguatan ketahanan pangan bagi penerima manfaat,” pungkasnya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.