Filipina Perintahkan Penangkapan Senator Buronan yang Dicari ICC

Kamis, 21 Mei 2026, 17:30 WIB

MANILA - Pemerintah Filipina pada Kamis (21/5) memerintahkan polisi untuk menangkap seorang senator yang dicari oleh Mahkamah Pidana Internasional atas perannya dalam operasi pemberantasan narkoba mematikan yang digagas mantan Presiden Rodrigo Duterte.

Senator Ronald "Bato" Dela Rosa, yang menjabat sebagai kepala kepolisian negara, adalah penegak hukum dalam perang melawan narkoba yang menewaskan ribuan orang di Filipina.

Ket. Foto: Senator Ronald "Bato" Dela Rosa — Sumber: AFP/Jam Sta Rosa

Dela Rosa kini buron setelah melarikan diri dari gedung Senat pekan lalu, beberapa jam setelah insiden penembakan antara agen pemerintah dan personel keamanan Senat.

"Saya ingin menegaskan bahwa lembaga penegak hukum Filipina sekarang ditugaskan untuk melaksanakan penangkapan Senator Ronald 'Bato' dela Rosa," kata Menteri Kehakiman Fredderick Vida kepada wartawan.

Pekan lalu, ICC membuka surat perintah penangkapan terhadap Dela Rosa, yang dituduh bersama Duterte dan pelaku bersama lainnya melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan berupa pembunuhan.

Setelah pengejaran dramatis di tangga Senat pada hari yang sama, agen pemerintah yang gagal menangkapnya kemudian menghentikan upaya tersebut karena pimpinan Senat memberinya perlindungan.

Putusan sementara Mahkamah Agung Filipina pada Rabu (20/5) yang menolak permohonan mantan kepala polisi Filipina untuk mendapatkan perintah penahanan sementara berarti surat perintah ICC sekarang dapat ditegakkan, tambah Vida.

"Kami mengejar ini agar keadilan dapat ditegakkan," tambah Vida, seraya memperingatkan bahwa akan ada konsekuensi bagi siapa pun yang mencoba membantu Dela Rosa menghindari penangkapan.

Pengacaranya mengatakan pada Rabu bahwa ia akan mengajukan banding atas putusan Mahkamah Agung.

Mantan presiden Duterte ditangkap tahun lalu dan sedang menunggu persidangan oleh ICC di Den Haag atas tuduhan yang berasal dari pemberantasan narkoba.

Perang narkoba telah merenggut nyawa ribuan orang, sebagian besar adalah pengguna narkoba dan pengedar tingkat rendah dari permukiman kumuh perkotaan, menurut para pengawas hak asasi manusia.

Kepolisian Filipina mengatakan lebih dari 6.000 tersangka narkoba tewas dalam operasi kepolisian yang sah selama masa kepresidenan Duterte dari tahun 2016 hingga 2022.

Dela Rosa menjabat sebagai kepala kepolisian nasional dari tahun 2016 hingga 2018 selama fase awal kampanye antinarkoba Duterte dan terpilih untuk dua periode enam tahun berturut-turut di Senat setelah pensiun dari kepolisian. AFP/I-1

  • ICC
  • Politik Filipina

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP, Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.