Bukan Cuma Denda, Ini Sanksi Paling Sadis dalam Sejarah Sepak Bola Inggris yang Menimpa Southampton
Kamis, 21 Mei 2026, 06:50 WIBJAKARTA - CEO Southampton, Phil Parsons, mengecam keras sanksi diskualifikasi yang dijatuhkan kepada klubnya dari laga final playoff Liga Championship 2026 sebagai hukuman yang sangat tidak proporsional, Rabu (20/5).
Keputusan Komisi Disiplin Independen yang mendepak The Saints akibat terbukti melakukan aksi mata-mata (spionase) terhadap Middlesbrough itu dinilai sebagai salah satu sanksi finansial terberat dalam sejarah sepak bola Inggris, mengingat klub harus kehilangan kesempatan memperebutkan tiket promosi ke Liga Utama senilai lebih dari 200 juta pound sterling.
âYang tidak bisa kami terima adalah hukuman yang sama sekali tidak proporsional dengan pelanggaran,â ujar Parsons di situs resmi klub pada Rabu.
Southampton didiskualifikasi dari final playoff Liga Championship yang dijadwalkan berlangsung pada 23 Mei 2026 usai Komisi Disiplin Independen menyatakan klub tersebut bersalah melakukan aksi spionase terhadap Middlesbrough.
Akibat keputusan itu, Middlesbrough dipulihkan sebagai peserta final dan akan menghadapi Hull City di Stadion Wembley.
Southampton sendiri langsung mengajukan banding atas keputusan tersebut, dengan putusan akhir diperkirakan keluar pada Rabu (20/5) waktu setempat.
Parsons menegaskan klub tidak menolak adanya hukuman, tetapi mempertanyakan tingkat sanksi yang dinilai terlalu berat dibanding pelanggaran serupa di masa lalu.
Dia mencontohkan kasus Leeds United pada 2019. Saat itu, Leeds hanya dikenai denda 200 ribu pound sterling setelah diketahui memata-matai Derby County pada era pelatih Marcelo Bielsa.
âLeeds United didenda 200 ribu pound untuk pelanggaran serupa, sedangkan Southampton kehilangan kesempatan tampil dalam pertandingan bernilai lebih dari 200 juta pound dan yang sangat berarti bagi staf, pemain, serta pendukung kami,â kata Parsons.
Menurut dia, dampak finansial dari hukuman tersebut menjadikannya sebagai salah satu sanksi paling berat dalam sejarah sepak bola Inggris.
Final playoff Championship sendiri kerap dijuluki sebagai âpertandingan terkaya di duniaâ karena nilai promosi ke Liga Inggris yang diperkirakan mencapai lebih dari 200 juta pound melalui hak siar, sponsor, dan parachute payments.
Meski begitu, Parsons menegaskan Southampton mengakui kesalahan yang terjadi dan tidak berupaya mengurangi bobot pelanggaran tersebut.
âKomisi berhak menjatuhkan sanksi, tetapi kami akan berargumen bahwa mereka tidak berhak memberikan hukuman yang secara jelas jauh tidak proporsional dibanding seluruh sanksi dalam sejarah sepak bola Inggris,â ujar Parsons.
- southampton fc
- phil parsons
- playoff championship 2026
- sanksi southampton
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.