Mengapa Pemain Timnas Spanyol Tidak Pernah Menyanyikan Lagu Kebangsaan?
Rabu, 20 Mei 2026, 07:06 WIBPIALA dunia sepakbola FIFA World Cup tidak lama lagi akan digelar di tiga negara yaitu Kanada, Amerika Serikat dan Meksiko pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Di sini nantinya sebelum sepekan pertama di mulai pada peserta akan menyanyikan lagi kebangsaan masing-masing.
Salah satu peserta akan yang tampil adalah Spanyol, negara di semenanjung Iberia di benua Eropa. Namun yang janggal dari timnas ini adalah para pemain tidak pernah menyanyikan lagu kebangsaan mereka yang berjudul La Marcha Real. Apa penyebabnya?
Di antara seluruh lagu kebangsaan di dunia, lagu kebangsaan Spanyol memiliki posisi yang sangat unik. Negara ini menggunakan lagu kebangsaan resmi tanpa lirik, sebuah tradisi langka yang hanya dimiliki segelintir negara di dunia.
La Marcha Real atau âMars Kerajaanâ berupa sebuah komposisi instrumental yang telah melewati berbagai era monarki, perang saudara, kediktatoran, hingga demokrasi modern. Lagu ini sengaja diciptakan tanpa lirik, sebuah tradisi langka yang hanya dimiliki segelintir negara di dunia seperti Bosnia dan Herzegovina, Kosovo, dan San ÂMarino
Lagu tanpa syair itu menciptakan keunikan tersendiri. Membuat lagu kebangsaan Spanyol bukan hanya simbol negara, tetapi juga cermin kompleksitas sejarah politik, budaya, dan identitas nasional bangsa Spanyol sendiri.
Asal-Usul La Marcha Real
Sejarah La Marcha Real dimulai jauh sebelum konsep lagu kebangsaan modern muncul di Eropa seperti sekarang ini. Lagu ini diyakini berasal dari abad ke-18, menjadikannya salah satu lagu kebangsaan tertua di dunia.
Dokumen tertulis pertama yang mencatat keberadaan lagu tersebut muncul pada tahun 1761 dalam sebuah manuskrip militer berjudul Libro de la Ordenanza de los Toques de PÃfanos y Tambores karya Manuel de Espinosa. Dalam dokumen itu, lagu tersebut disebut sebagai La Marcha Granadera atau âMars Grenadier,â sebuah musik militer yang digunakan untuk pasukan kerajaan Spanyol.
Pada masa itu, musik militer memainkan peran penting dalam kehidupan kerajaan Eropa. Musik digunakan untuk mengatur gerakan pasukan, menaikkan moral tentara, sekaligus memperlihatkan kekuasaan monarki. La Marcha Granadera kemudian semakin populer di lingkungan kerajaan Spanyol karena melodinya yang sederhana namun megah.
Tahun 1770 menjadi titik penting ketika Raja Carlos III secara resmi menetapkan lagu tersebut sebagai Marcha de Honor atau mars kehormatan kerajaan. Sejak saat itu, lagu ini dimainkan dalam berbagai acara resmi kerajaan dan perlahan berubah menjadi simbol nasional Spanyol.
Berbeda dengan banyak lagu kebangsaan lain yang lahir dari revolusi atau perjuangan rakyat, lagu kebangsaan Spanyol justru berasal dari lingkungan militer dan istana kerajaan. Faktor inilah yang nantinya sangat memengaruhi kontroversi mengenai lirik.
Lagu Kebangsaan Spanyol Tidak Memiliki Lirik?
Pertanyaan terbesar yang selalu muncul adalah: mengapa Spanyol tidak pernah memiliki lirik resmi untuk lagu kebangsaannya? Jawabannya berkaitan erat dengan sejarah politik dan identitas nasional Spanyol yang sangat kompleks.
Spanyol bukan negara yang homogen secara budaya maupun bahasa. Selain bahasa Kastilia atau bahasa Spanyol standar, negara ini memiliki berbagai identitas regional kuat seperti Catalonia, Basque, Galicia, hingga Andalusia. Setiap wilayah memiliki sejarah, bahasa, dan identitas budaya yang berbeda.
Dalam situasi seperti ini, menentukan lirik lagu kebangsaan menjadi persoalan sensitif. Setiap pilihan kata berpotensi menimbulkan kontroversi politik, terutama jika dianggap terlalu pro-monarki, terlalu nasionalis, atau terlalu mewakili identitas tertentu. Sepanjang sejarahnya, berbagai pemerintahan di Spanyol pernah mencoba menambahkan lirik pada La Marcha Real, tetapi semuanya gagal mencapai konsensus nasional.
Masa Kediktatoran Franco
Salah satu periode paling penting dalam sejarah lagu kebangsaan Spanyol terjadi pada masa diktator Francisco Franco yang memerintah setelah Perang Saudara Spanyol pada 1939. Di bawah rezim Franco, nasionalisme Spanyol dikontrol secara ketat oleh negara. Pemerintah berusaha menciptakan identitas nasional tunggal yang menekan identitas regional seperti Catalan dan Basque.
Pada era ini, La Marcha Real sempat memiliki lirik tidak resmi yang digunakan dalam berbagai acara negara. Salah satu versi paling terkenal ditulis oleh penyair José MarÃa Pemán. Lirik tersebut berisi pujian terhadap tanah air, kejayaan bangsa, dan simbol-simbol nasional Spanyol.
Namun, karena lirik itu sangat terkait dengan rezim Franco, setelah Spanyol kembali menjadi negara demokrasi pada akhir 1970-an, lirik tersebut ditinggalkan. Banyak warga Spanyol menganggapnya sebagai simbol era otoritarianisme.
Sejak transisi menuju demokrasi, pemerintah Spanyol memilih mempertahankan lagu kebangsaan tanpa lirik resmi demi menghindari konflik politik baru.
Kontroversi Modern
Perdebatan tentang lirik lagu kebangsaan belum pernah benar-benar berhenti. Salah satu kontroversi terbesar terjadi pada 2007 ketika Komite Olimpiade Spanyol mengadakan kompetisi nasional untuk mencari lirik baru bagi La Marcha Real.
Tujuannya sederhana: atlet Spanyol sering kali tidak bisa ikut bernyanyi ketika lagu kebangsaan diputar dalam ajang internasional seperti Olimpiade atau Piala Dunia. Banyak pihak merasa Spanyol membutuhkan lirik agar simbol nasionalnya terasa lebih hidup.
Sebuah versi lirik bahkan sempat diumumkan ke publik. Namun reaksi masyarakat sangat negatif. Sebagian menganggap lirik itu terlalu nasionalistis, sebagian lagi menilai kualitas puisinya buruk, sementara kelompok regionalis menganggapnya tidak mewakili keberagaman Spanyol.
Akibat kritik besar-besaran, proyek tersebut akhirnya dibatalkan hanya beberapa hari setelah diumumkan.
Peran dalam Sepak Bola
Keunikan lagu kebangsaan tanpa lirik paling terasa dalam dunia olahraga internasional. Ketika tim nasional Spanyol bertanding di ajang seperti Piala Dunia atau Kejuaraan Eropa, para pemain biasanya hanya berdiri sambil bersenandung mengikuti melodi. Momen ini sering menjadi perhatian media internasional karena tampak berbeda dibanding tim negara lain yang bernyanyi penuh semangat.
Meski begitu, publik Spanyol tetap memiliki hubungan emosional kuat dengan lagu tersebut, terutama setelah keberhasilan tim nasional sepak bola memenangkan FIFA World Cup pada 2010 dan dua gelar UEFA European Championship berturut-turut pada 2008 dan 2012. Dalam perayaan kemenangan itu, ribuan suporter menyanyikan nada La Marcha Real tanpa kata-kata, menciptakan fenomena unik dalam budaya sepak bola dunia. hay
- lagu kebangsaan
Redaktur: Haryo Brono
Penulis: Haryo Brono
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.