- Home
-
- Luar Negeri
-
- Kedekatan dengan Taiwan Me...
Kedekatan dengan Taiwan Membuat Filipina akan Terlibat Konflik Apa Pun
Rabu, 20 Mei 2026, 02:45 WIBMANILA - Filipina kemungkinan besar akan terlibat dalam konflik apa pun terkait Taiwan karena faktor kedekatan dan hampir 200.000 warga Filipina yang bekerja di sana. Hal itu diutarakan oleh Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr, kepada media Jepang pada Senin (18/5), menjelang kunjungan kenegaraan ke Jepang pekan depan di mana ia akan bertemu dengan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, untuk membahas kerjasama keaman
Presiden Marcos Jr kemudian mengatakan bahwa Manila tidak ingin terlibat dalam perang apa pun terkait Taiwan, tetapi akan terpaksa melakukannya karena letak geografisnya, walau akan tetap menjunjung tinggi kebijakan "Satu Tiongkok".
âKami tidak punya pilihan karena Taiwan sangat dekat dengan Filipina dan kami memiliki hampir 200.000 warga negara Filipina yang tinggal dan bekerja di Taiwan. Kecuali jika terjadi konfrontasi nyata, jika terjadi konflik, hanya dengan melihat peta, Anda dapat mengetahui bahwa Filipina utara, setidaknya, akan menjadi bagian dari itu atau akan merasakan dampaknya," kata Presiden Filipina itu.
Presiden Marcos Jr pernah menyampaikan komentar serupa tahun lalu dimana ia menyatakan bahwa Filipina tidak ingin berperang, tetapi tidak akan pernah memerintahkan kapal-kapalnya untuk mundur dari wilayah yang diperebutkan, setelah salah satu dari beberapa insiden antara penjaga pantai dengan Tiongkok di dekat Scarborough Shoal.
"Mau tak mau, terlepas dari keinginan kita yang sungguh-sungguh untuk menghindari konfrontasi dengan siapa pun di mana pun, perang atas Taiwan akan menyeret Filipina ke dalam konflik tersebut dengan paksa. Itulah yang ingin saya sampaikan. Itulah mengapa saya tidak mengerti (tanggapan Beijing)," kata dia tahun lalu yang kemudian sempat membuat Beijing berang.
Pada akhir tahun 2025 lalu, PM Takaichi juga berkomentar tentang potensi keterlibatan Jepang dalam konflik terkait Taiwan, yang menyebabkan keretakan diplomatik yang mendalam dengan Tiongkok.
Beijing memandang Taiwan sebagai bagian dari Tiongkok yang harus disatukan kembali dengan kekerasan jika perlu. Sementara Taiwan sangat penting bagi prioritas geopolitik dan ekonomi di Asia, sebagai produsen semikonduktor kelas atas terbesar di dunia.
Meskipun Amerika Serikat (AS) tidak mendukung kemerdekaan Taiwan, Washington DC menentang perubahan sepihak terhadap status quo dan telah lama menjual senjata ke Taipei untuk mencegah agresi apa pun.
Pekan lalu, Presiden Tiongkok, Xi Jinping, memperingatkan Presiden Donald Trump dengan nada yang luar biasa tegas selama kunjungannya ke Beijing bahwa penanganan yang salah terhadap masalah ini berisiko menyebabkan bentrokan. Dan komentar Trump setelah pertemuan tersebut menimbulkan kekhawatiran atas komitmen AS terhadap Taiwan.
Cegah Agresi
Pada awal Mei lalu, AS, Jepang, dan Filipina, bersama dengan sekutu lainnya, berpartisipasi dalam latihan militer gabungan yang melibatkan pasukan tempur Jepang untuk pertama kalinya di Filipina sejak Perang Dunia II.
Filipina telah muncul di garis depan upaya yang dipimpin AS untuk mencegah apa yang Washington DC sebut sebagai agresi Beijing di kawasan tersebut.
Filipina di bawah pemerintahan Marcos Jr telah menjadi lokasi penempatan sistem misil AS dan telah memberikan akses militer AS ke pangkalan tambahan, termasuk yang berada di dekat Taiwan.
Selama pertemuannya dengan PM Takaichi, Presiden Marcos Jr mengatakan bahwa ia akan mencari kejelasan tentang postur keamanan Jepang setelah Tokyo melonggarkan aturan tentang ekspor pertahanan.
âKami ingin mendengar lebih lanjut tentang bagaimana dan apa sebenarnya yang ingin dilakukan Jepang serta apa yang mereka bersedia lakukan,â kata Marcos Jr. ST/Bloomberg/BangkokPost/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Berbagai Sumber
Berita Terkait:
-
Iran "Tutup Pintu" Dialog! Tolak Mentah-mentah Perundingan Putaran Kedua dengan AS
-
Harga Minyak Anjlok Tajam setelah Trump Sebut Perang Melawan Iran akan Segera Berakhir
-
Perkuat Daya Tahan Ekonomi Hadapi Tekanan Global
-
Anak Perlu Pengalaman Nyata untuk Membangun Kecerdasan Interpersonal
-
Iran Pertimbangkan Keluar dari Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir
-
Perang AS-Israel di Iran: Media Pemerintah Konfirmasi Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan Keluarganya Tewas
-
KOTA Malang Was-was Keberadaan Minyakita
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.