• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • J&T Express Kembangkan Sma...

J&T Express Kembangkan Smart Logistic dan Transportasi Rendah Karbon

Selasa, 19 Mei 2026, 11:25 WIB

JAKARTA – J&T Express merilis Laporan Environmental, Social and Governance (ESG) 2025 yang memuat berbagai pencapaian perusahaan dalam bidang operasi cerdas, efisiensi energi, perlindungan hak karyawan, pengembangan talenta, tata kelola bisnis, hingga tanggung jawab sosial di berbagai negara.

Melalui laporan tersebut, J&T Express menegaskan komitmennya untuk mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam jaringan logistik global sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Ket. Foto: Armada J&T Express melewati jalan di dekat Candi Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten. Perusahaan ini merilis Laporan ESG 2025 yang menampilkan pengembangan smart logistic, penggunaan kendaraan rendah karbon, efisiensi energi, hingga program sosial dan perlindungan karyawan secara global. — Sumber: Armada J&T Express

Dorong Operasi Hijau dan Efisiensi Energi

Sepanjang 2025, J&T Express memperkuat transformasi smart logistic melalui pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan big data di seluruh rantai operasional. Teknologi tersebut diterapkan untuk mengoptimalkan rute distribusi, meningkatkan efisiensi proses penyortiran, hingga memperkuat layanan last-mile delivery.

Perusahaan juga memperluas jaringan global dengan membangun 14 kawasan logistik inti dengan total luas mencapai 1,05 juta meter persegi. Di sisi infrastruktur, J&T Express menggunakan lebih dari 150.000 permanent magnet synchronous motorized rollers serta lebih dari 400 conveyor hemat energi guna meningkatkan efisiensi operasional.

Upaya pengurangan limbah turut dilakukan melalui program green packaging. Hingga akhir 2025, perusahaan telah menggunakan 38,27 juta kantong transit reusable yang dimanfaatkan hingga 3,33 miliar kali.

Dalam sektor transportasi rendah karbon, J&T Express terus memperluas penggunaan kendaraan ramah lingkungan. Di China, jumlah truk berbahan bakar LNG mencapai 1.697 unit atau sekitar 30 persen dari total armada perusahaan. Sementara di Filipina, seluruh armada telah menggunakan biodiesel B5 dan di Singapura sekitar 6 persen armada berupa truk listrik.

Selain itu, lebih dari 1.000 kendaraan otonom telah dioperasikan hingga akhir 2025. Perusahaan juga memperkuat pemanfaatan jalur transportasi kereta api dan laut guna meningkatkan efisiensi distribusi.

Perkuat Perlindungan dan Pengembangan Karyawan

Di bidang ketenagakerjaan, J&T Express menegaskan komitmennya dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif dan setara melalui sistem kesejahteraan yang berfokus pada pengembangan karier, kesehatan, dan perlindungan pekerja.

Di China, perusahaan mengimplementasikan Platform Algorithm and Labor Rules Agreement 2025 yang mencakup lebih dari 290.000 pekerja. Kesepakatan tersebut menitikberatkan pada perlindungan upah, pengembangan karier, serta transparansi algoritma di era ekonomi digital.

J&T Express juga memperkuat sistem pelatihan global terintegrasi. Sepanjang 2025, jumlah kursus pada platform pelatihan digital meningkat 60 persen, sementara total jam pelatihan naik hingga 2,8 kali lipat dibanding periode sebelumnya.

Selain itu, perusahaan menyelenggarakan lebih dari 27.000 sesi pelatihan keselamatan secara global dengan melibatkan lebih dari 1,4 juta peserta guna memperkuat budaya keselamatan kerja.

Jalankan Berbagai Program Sosial dan Pemberdayaan Komunitas

Dalam aspek tanggung jawab sosial, J&T Express menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat, pendidikan, hingga bantuan kebencanaan.

Di Chongqing, China, perusahaan memanfaatkan drone untuk membantu distribusi jeruk di wilayah pegunungan dengan kapasitas angkut mencapai 10 ton per hari. Teknologi tersebut dinilai mampu menekan biaya tenaga kerja bagi petani.

Sementara di Thailand, J&T Express bekerja sama dengan Department of Agricultural Extension untuk menghadirkan layanan logistik buah segar guna mendukung distribusi hasil pertanian yang lebih efisien.

Dalam penanganan bencana, perusahaan turut terlibat dalam berbagai aksi kemanusiaan. Pasca kebakaran di Tai Po, Hong Kong, J&T Express menyalurkan donasi senilai HK$10 juta serta mendistribusikan 300 paket kebutuhan pokok ke lokasi pengungsian.

Di Indonesia, J&T Express Indonesia mengerahkan penerbangan khusus untuk mengirimkan 13 ton bantuan bagi korban banjir di Aceh.

Selain bantuan kebencanaan, perusahaan juga menjalankan sejumlah program sosial sepanjang 2025 melalui Program J&T Antar Inspirasi dan kegiatan sosial peringatan ulang tahun ke-10 perusahaan.

Melalui Program J&T Antar Inspirasi, perusahaan memberikan apresiasi pendidikan senilai Rp100 juta kepada 10 siswa terpilih, melatih lebih dari 40 guru di Sulawesi Tengah, serta menyalurkan lebih dari 600 buku bacaan dan pelatihan manajemen perpustakaan di SDN 02 Mola Utara, Wakatobi.

Dalam program sosial ulang tahun ke-10, J&T Express membagikan makanan gratis kepada lebih dari 26 ribu penerima di 26 titik di Indonesia, mendistribusikan 1.000 paket sembako di sejumlah kota, serta melakukan revitalisasi fasilitas publik di Surabaya, Bekasi, dan Semarang.

Perkuat Tata Kelola dan Kepatuhan Global

J&T Express juga terus memperkuat tata kelola perusahaan melalui pengawasan terpusat di tingkat grup dan implementasi di seluruh anak perusahaan.

Kerangka tata kelola tersebut mencakup kebijakan anti-korupsi, persaingan usaha sehat, kepatuhan rantai pasok, hingga perlindungan rahasia dagang.

Selama periode pelaporan, seluruh direksi dan manajemen senior perusahaan mengikuti pelatihan anti pencucian uang, pencegahan pendanaan terorisme, serta anti-korupsi dengan tingkat partisipasi mencapai 100 persen.

Selain itu, pelatihan integritas juga diberikan kepada lebih dari 89.000 karyawan di seluruh jaringan perusahaan.

Chief Financial Officer J&T Express, Dylan Tey, mengatakan ESG kini menjadi bagian integral dari operasional perusahaan.

“Sepanjang tahun terakhir, J&T Express secara konsisten mendorong transformasi transportasi rendah karbon serta penguatan tata kelola model kerja baru, termasuk melalui pengembangan solusi logistik berkelanjutan dan inisiatif algorithm negotiation mechanisms yang terdepan di industri,” ujar Dylan Tey.

Ia menambahkan perusahaan akan terus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dan memperkuat tata kelola ESG serta transparansi guna menciptakan pertumbuhan berkelanjutan dan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.