IHSG Lagi Lesu, Bos Danantara Justru Sebut Saham BUMN Punya Prospek Menjanjikan

Selasa, 19 Mei 2026, 16:00 WIB

JAKARTA - Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani menilai investasi di pasar saham Indonesia masih memiliki prospek yang menarik untuk jangka panjang. Menurut dia, sejumlah saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menawarkan tingkat imbal hasil atau yield dividen yang tinggi.

Rosan mengatakan saham-saham BUMN, khususnya sektor perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan sektor mineral, saat ini memiliki yield mencapai 10 hingga 11 persen. Kondisi tersebut dinilai menjadi daya tarik tersendiri bagi investor jangka menengah maupun panjang.

Ket. Foto: Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani menilai investasi di pasar saham Indonesia masih memiliki prospek yang menarik untuk jangka panjang. Menurut dia, sejumlah saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menawarkan tingkat imbal hasil atau yield dividen yang tinggi. — Sumber: ANTARA

"Kalau kita lihat investasi di Bursa, buat kami di Danantara ini adalah investasi jangka panjang. Kalau kita lihat bahwa BUMN yang ada di Bursa, kalau kita lihat secara satu persatu contohnya Himbara ataupun minerals kita, itu yield-nya juga sangat baik di atas 10-11 persen," ujar Rosan di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa.

Dalam kesempatan itu, Rosan juga mengapresiasi langkah-langkah afirmatif yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia untuk memperkuat pasar modal nasional. Ia menilai berbagai upaya tersebut penting untuk meningkatkan transparansi dan tata kelola pasar modal Indonesia.

"Saya mesti kasih apresiasi OJK dan juga Bursa dengan beberapa affirmative action-nya dalam rangka terus mengarahkan bursa kita menjadi lebih baik, lebih transparan, lebih good governance, to deepen also our capital market," katanya.

Menurut Rosan, berbagai pembenahan yang dilakukan regulator pasar modal akan meningkatkan kepercayaan investor domestik maupun asing terhadap pasar saham Indonesia. Ia optimistis penguatan pasar modal nasional saat ini telah berada di jalur yang tepat.

"Suatu proses yang kami meyakini ini akan menimbulkan kepercayaan kepada Bursa kita menjadi jauh lebih baik ke depannya," ujarnya.

Rosan menambahkan saham-saham BUMN yang tercatat di Bursa masih memiliki fundamental dan valuasi yang menarik. Dengan kondisi tersebut, ia menilai potensi keuntungan investasi jangka menengah hingga panjang masih cukup besar.

"Nah oleh sebab itu kalau kita lihat lagi memang benar, baik secara fundamental maupun pricing dari saham-saham, terutama saham BUMN kita yang ada di bursa, itu akan membuat yield jangka menengah panjang yang baik, above 10-11 persen," tutur Rosan.

Berdasarkan data penutupan perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia pada Selasa (19/5), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 202,97 poin atau 3,08 persen ke posisi 6.396,27. Sementara indeks LQ45 turun 13,67 poin atau 2,10 persen menjadi 637,42.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1,73 juta transaksi dengan total volume perdagangan mencapai 27,96 miliar lembar saham senilai Rp15,13 triliun. Sebanyak 96 saham tercatat menguat, 611 saham melemah, dan 107 saham stagnan.

Pada hari yang sama, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama jajaran Danantara Indonesia melakukan kunjungan ke Gedung Bursa Efek Indonesia. Kunjungan itu turut dihadiri COO Danantara Dony Oskaria dan disambut Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi serta Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.