Mensos Ungkap Sekolah Rakyat Dirancang untuk Hapus Rantai Kemiskinan
Senin, 12 Jan 2026, 17:25 WIBJAKARTA - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, menegaskan pendirian Sekolah Rakyat dirancang untuk memutus rantai kemiskinan. Menurut dia, ini merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan anak-anak Indonesia mendapatkan pendidikan layak dan berkualitas.
Demikian disampaikannya saat mendampingi Presiden Prabowo meresmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota, Senin (12/1).
"Biasanya anak miskin berasal dari keluarga miskin dan kita harus berani mengubahnya, tidak boleh menyerah pada keadaan," ujar dia.
Menurut Gus Ipul, panggilan akrab Mensos, anak-anak yang masuk Sekolah Rakyat berasal dari keluarga dengan kondisi sangat rentan.
"Sebanyak 60 persen orang tua mereka bekerja sebagai buruh harian lepas, kuli bangunan, tukang ojek, pemulung, dan sebagainya," ucap dia.
Mensos menambahkan mereka umumnya berpenghasilan tidak tetap, 67 persen di antaranya berpenghasilan di bawah Rp1 juta per bulan. Kemudian sebanyak 65 persen orang tua murid Sekolah Rakyat memiliki tanggungan keluarga di atas empat orang.
Selain itu terdapat 454 siswa yang tidak atau belum pernah mengenyam pendidikan karena faktor ekonomi. Kemudian ada 298 siswa yang putus sekolah dan harus bekerja pada usia muda.
Bahkan, Mensos mengungkapkan kenyataan yang lebih memprihatinkan.
"Banyak anak yang berasal dari keluarga dengan orang tua tunggal atau mengalami kekerasan dalam rumah tangga," ujar dia.
Sebelumnya Presiden Prabowo menegaskan keinginannya menghilangkan kemiskinan ekstrem pada 2029. Kepala Negara meyakini pemerintah dapat menghapus kemiskinan, berkaca dari keberhasilan program sebelumnya seperti swasembada beras.
"Pada akhir masa jabatan saya tahun 2029, mereka yang berada pada level kemiskinan ekstrem bisa diubah nasibnya," ujar dia.
Kepala negara pun menyatakan percaya Indonesia bisa menghapus kemiskinan ekstrem di negeri ini.
Presiden menambahkan Indonesia tidak boleh menjadi bangsa yang rendah diri, dan inferior. "Indonesia adalah bangsa yang sejahtera, maju dan rakyatnya berprestasi," ucap dia. ils/I-1
- Mensos
- Program Sekolah Rakyat (SR)
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Kemenperin Musnahkan Ribuan Unit APAP Tanpa SNI
-
Edukasi permainan tradisional di sekolah rakyat
-
Kejar Tahun Ajaran Baru, PU Targetkan Sekolah Rakyat Tahap II Brebes Rampung Juni
-
Progres Rata-Rata 59 Persen, Menteri PU Pastikan Kualitas Bangunan Sekolah Rakyat Tahap II Tetap Terjaga
-
Pemprov DKI Jakarta Beri Keringanan Bayar PBB-P2 2026 Mulai April
-
Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II, Ini 5 Lokasi dengan Progres Tertinggi
-
Sempat Ada Masalah Beton: Kini Sekolah Rakyat Wonosobo Tancap Gas 40%, Target Juli Masuk Sekolah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.