Utusan Trump Tiba di Greenland, Misi AS Kuasai Wilayah Arktik Kembali Jadi Sorotan

Senin, 18 Mei 2026, 02:35 WIB

Kopenhagen - Utusan khusus Amerika Serikat (AS) Jeff Landry yang ditunjuk Presiden AS Donald Trump untuk mendorong penguasaan Greenland oleh AS tiba di Nuuk pada Minggu (17/5), menurut laporan media lokal.

Dilansir dari The Straits Times, Landry, yang juga menjabat sebagai Gubernur Louisiana, sebelumnya mendukung ambisi Trump untuk menjadikan wilayah Arktik tersebut sebagai bagian dari AS. Namun, rencana itu mendapat penolakan keras dari pemerintah Greenland dan Denmark yang berulang kali menegaskan bahwa Greenland tidak untuk dijual.

Ket. Foto: Pemandangan udara jalanan Nuuk, ibu kota Greenland, yang tampak tenang setelah badai pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai niatnya untuk mengambil alih wilayah Denmark tersebut mereda pada 27 Januari 2026. — Sumber: Antara

Media penyiaran publik DR menayangkan rekaman yang memperlihatkan Landry turun dari pesawat setibanya di Nuuk.

Selama kunjungannya, Landry dijadwalkan menghadiri konferensi bisnis “Future Greenland” pada 19-20 Mei bersama Duta Besar AS untuk Denmark Kenneth Howery.

Penyelenggara konferensi, Business Greenland, menyatakan tidak secara khusus mengundang Landry. Namun, acara tersebut memang terbuka bagi siapa saja yang ingin mendaftar.

Kedutaan Besar AS di Kopenhagen sebelumnya menyebut Landry dan Howery akan bertemu dengan berbagai kalangan masyarakat Greenland guna memperluas peluang ekonomi, mempererat hubungan antarwarga, serta meningkatkan pemahaman antara AS dan Greenland.

Untuk meredakan ketegangan, Greenland, Denmark, dan AS sebelumnya sepakat menggelar negosiasi diplomatik tingkat tinggi terkait krisis Greenland. Meski demikian, hasil pembicaraan tersebut hingga kini belum diumumkan.

Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen sebelumnya mengatakan peningkatan kehadiran militer AS menjadi bagian dari negosiasi yang sedang berlangsung dengan Washington.

Hingga kini belum ada pertemuan resmi yang dikonfirmasi antara Landry dan para politikus Greenland selama kunjungannya.

Di sisi lain, perhatian dunia terhadap Greenland terus meningkat setelah Trump menyatakan keinginannya untuk menguasai wilayah tersebut. Kondisi ini dinilai membuka peluang investasi baru, terutama di sektor pariwisata Arktik yang dianggap lebih cepat menghasilkan dibanding proyek pertambangan mineral.

Kepala lembaga kredit ekspor Denmark Peder Lundquist mengatakan minat bisnis terhadap Greenland melonjak sejak wilayah itu menjadi sorotan internasional.

“Saya yakin kali ini situasinya berbeda. Ada rasa urgensi yang lebih besar,” ujarnya.

Menurut Lundquist, sektor pariwisata memiliki potensi menciptakan nilai ekonomi lokal lebih cepat dibanding eksploitasi bahan mentah yang memerlukan waktu puluhan tahun.

Salah satu proyek yang didukung lembaga kredit ekspor Denmark adalah studi peningkatan kunjungan wisata ke kawasan Ilulissat di pesisir barat Greenland yang segera memiliki bandara internasional.

Kawasan sekitar Disko Bay dikenal memiliki satwa khas Arktik dan panorama alam dramatis yang menjadi daya tarik kapal pesiar internasional.

Trump sebelumnya menyebut AS membutuhkan Greenland karena lokasi strategisnya serta kekayaan mineral di bawah lapisan es, termasuk emas dan logam tanah jarang yang penting bagi industri teknologi.

Namun hingga kini aktivitas pertambangan di Greenland masih terbatas. Sebagian besar dari sekitar 57.000 penduduk Greenland cenderung memilih pemimpin yang berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan alam mereka.

  • Aneksasi Greenland

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.